Connect with us

Olimpiade

Kemenpora Menyiapkan Rp. 5 Miliar Bagi Peraih Emas Di Olimpiade Tokyo

Published

on

Warungsports – Kemenpora menjanjikan bonus besar untuk peraih emas Olimpiade Tokyo 2021. Pencairannya pun tak butuh waktu lama.

Debuti IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Chandra Bhakti menyebutkan bonus yang diberikan untuk peraih mendali emas sama dengan Olimpiade Rio De Janeiro 2016 sebesar RP. 5 miliar.

Peraih mendali perak dan perunggu juga masing-masing mendapatkan RP. 3 miliar dan RP. 1Miliar. Angka itu terus meningkat karna di Olimpiade sebelumnya hanya RP. 400 juta dan RP. 200 juta.

“Bonus itu sebenernya di Debuti III, saya pernah menjadi asisten debuti penghargaan. Biasanya bonus itu naik terus engga turun.” kata Chandra.

“Ukuran meraih prestasi itu tidak mudah. Meraih perak dan perunggu aja sulit. Jadi bonusnya tak akan lepas dari nilai itu. Biasanya bonus diberikan sebelum keringat atlet kering enggak nunggu lama-lama.” kata dia.

“Angka 5 miliar itu sudah ada aturannya”. Ia berharap presiden Jokowi bisa memberikan apresiasi dengan menambah jumlah bonus yang akan diberikan. “Syukur-syukur pak presiden bisa memberikannya dua kali lipat. Yang jelas angka itu yang sudah pasti.”

Indonesia melalui (KOI) Komite Olimpiade Indonesia sudah mematok dua mendali emas. namun KOI tidak dapat memberikan kisi-kisi cabang mana saja yang akan mendapat mendali emas karna terkait dengan data rahasia mereka.

Indonesia telah mengamankan empat tiket Olimpiade dari tiga cabang olahraga, yaitu cabang penahan, atletik, dan menembak. Indonesia juga berpeluangan mendapatkan tiket lebih dari cabang bulutangkis dan angkat besi.

Advertisement Smiley face
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Olimpiade

Amerika Serikat Memperingatkan Warganya Agar Tidak Pergi Ke Jepang, Bagaimana Nasib Olimpiade Tokyo 2020?

Published

on

By

Warungsports  – Pemerintah AS mengimbau warganya untuk tidak mengunjungi Jepang. Pasalnya, dua bulan sebelum dimulainya Olimpiade Tokyo 2020, negara-negara Asia memiliki peningkatan risiko penyebaran Covid-19.

Setelah Jepang membuka pusat vaksinasi massal pertama sebelum Olimpiade, Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan peringatan. Tahun lalu Olimpiade ditunda karena pandemi. Banyak orang mengkritik Jepang karena lambatnya tingkat vaksinasi.

Selain rekomendasi kesehatan pemerintah, keputusan tersebut juga didorong oleh “faktor sekunder” seperti ketersediaan penerbangan komersial, pembatasan masuk dan keluar warga AS, dan hambatan untuk mendapatkan hasil tes Covid-19 dalam tiga hari kalender.

Sampai detik ini, hanya dua persen dari 125 juta penduduk Jepang yang sudah divaksinasi penuh.

Upaya ini dimulai pada Februari, ketika Pfizer menyuntikkan vaksin ke staf medis dan kemudian lansia berusia di atas 65 tahun. Tujuan pemerintah Jepang sendiri adalah menyelesaikan semua prosedur vaksinasi sebelum dimulainya Olimpiade pada akhir Juli.

Tetapi para menteri mengatakan bahwa tidak ada jadwal vaksinasi untuk Olimpiade, dan tidak ada tanggal untuk kelompok umur lain yang diumumkan.

Jepang mengalami wabah virus korona yang relatif kecil, dengan jumlah kematian keseluruhan sekitar 12.000. Tetapi lonjakan infeksi baru-baru ini telah memberi tekanan pada rumah sakit setempat.

Tokyo, Osaka, dan delapan wilayah lainnya berada dalam keadaan darurat, yang akan membatasi aktivitas komersial hingga akhir Mei, dan ada laporan bahwa tindakan tersebut dapat diperpanjang selama tiga minggu lagi.

Meski opini publik sebagian besar menentang penyelenggaraan Olimpiade musim panas ini, penyelenggara mengatakan bahwa Olimpiade masih bisa terselenggara dengan aman.

Sebagian besar atlet dan atlet lain yang tinggal di koloni Olimpiade akan divaksinasi sebelum memasuki Jepang, tetapi mereka tidak perlu divaksinasi.

Di saat yang sama, pemerintah Jepang dan penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020 menyatakan akan mengizinkan beberapa penonton untuk ikut serta dalam olahraga tersebut. Namun dalam kondisi tersebut benar-benar mencegah penyebaran virus corona.

Sedangkan, Komite Olimpiade Internasional (IOC) memberikan vaksin COVID-19 kepada sekitar 20.000 orang Jepang yang akan berpartisipasi atau berpartisipasi dalam Olimpiade Tokyo.

Atlet dan staf di Jepang kemungkinan besar mendapatkan vaksin secara gratis, karena vaksinasi Jepang jauh tertinggal dari kebanyakan negara maju yang tidak divaksinasi.

Continue Reading

Olimpiade

Lebih 50 Persen Penduduk Jepang Menginginkan Olimpiade Ditunda

Published

on

By

Warungsports – Lebih dari 50 persen penduduk jepang ingin Olimpiade Tokyo di tunda, demikianlah hasil survei yang dilakukan lebih dari tiga bulan sebelum Olimpiade Tokyo di mulai. Jepang sudah memperpanjang keadaan darurat di Tokyo hingga akhir Mei.

Jepang juga sedang berupaya untuk menahan lonjakan kasus COVID-19 yang menimbulkan pertanyaan apakah olimpiade dilanjutkan?.

Olimpiade 2020 yang ditunda karena pandemi ini akan dimulai pada 23 Juli. Survei yang dilakukan pada 4-9 Mei oleh harian Yomiuri Shimbun, menunjukan 59 persen penduduk menginginkan Olimpiade dibatalkan.

Sementara itu sisanya berpendapat Olimpiade harus diadakan. Penundaan tidak ditawarkan sebagai opsi. Penyelenggara telah mengumumkan bahwa penonton luar negri ditiadakan dan penonton domestik akan di umumkan pada bulan Juni.

Petinggi Olimpiade John Coates mengatakan bahwa sementara sentimen Jepang tantang Olimpiade “megkhawatirkan”.

Petenis Jepang Naomi Osaka mengatakan meski telah menunggu seumur hidup untuk mengikuti Olimpiade. Tetapi resiko mengadakan Olimpiade Tokyo harus didiskusikan dengan hati-hati.

Alasan Osaka karena Jepang khususnya Tokyo masih terdampak pandemi COVID-19 apalagi di Tokyo kenaikan angka positif virus Corona itu sedang berada di level mengkhawatirkan.

Osaka merasa tidak seharusnya Olimpiade tetap dilakukan dimusim panas ini. Walaupun didalam hatinya sangat menginginkan bermain di Olimpiade.

Osaka sama sekali belum pernah merasakan tampil di ajang Olimpiade. Olimpiade Tokyo adalah ajang perdananya tampil di kompetisi tersebut.

Untuk saat ini Osaka beranggapan bahwa keselamatan banyak orang jauh lebih penting ketimbang keinginannya bermain di Olimpiade.

“Saya adalah seorang atlet tentu saja saya ingin bermain di Olimpiade. Tetapi sebagai manusia saya mengatakan kita sedang berada di masa pandemi, jika orang sedang kurang sehat, jika meraka merasa tidak aman, maka itu akan menjadi alasan besar untuk dikhawatirkan.” kata Osaka.

Kekhawatiran Osakan itu membuat dirinya jadi “galau” untuk mengikuti Olimpiade Tokyo 2020. Apalagi nantinya ia akan tampil dihadapan bangku kosong.

Jika pihak penyelenggara bisa menjanjikan kesehatan semua orang terutama atlet mungki Osaka akan mengikuti Olimpiade. Karena, dari awal ia sudah merasa bangga akan bermain di ajang Olimpiade pertamanya.

“Tentu saja saya merasa sedih bermain tanpa adanya penonton dan pendukung, sejak awal saya merasa sesuatu kehormatan untuk tampil di olimpiade jika semua orang tetap sehat maka saya siap.” Tutup Osaka.

Continue Reading

Badminton

Edisi Olimpiade Buka Jalan Prestasi Bulutangkis Indonesia

Published

on

Bulutangkis menjadi satu-satunya penghasil medali emas Olimpiade bagi Indonesia hingga saat ini.

Tercatat Merah Putih telah meraih tujuh medali emas, 13 medali perak, dan 12 medali perunggu di hajatan empat tahunan ini. Dari 32 medali tersebut, 19 di antaranya berasal dari bulutangkis, termasuk seluruh medali emas. Dua cabang olahraga lainnya yang turut menyumbang medali adalah angkat berat dan panahan. Di Olimpiade Rio 2016 alias edisi terakhir, bulutangkis menyumbang satu medali emas berkat perjuangan Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir. Ini sekaligus menjadi kali pertama sektor ganda campuran menyumbang medali emas.
Namun sebelum menjadi lumbung prestasi bagi Indonesia dan negara lainnya, rupanya cabang olahraga ini harus melewati proses panjang sebelum menjadi cabang resmi di Olimpiade.

 

Olimpiade mempertimbangkan untuk memasukkan bulutangkis sebagai salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan.

Mengutip laman BWF, pada pertengahan 1960-an, Olimpiade mempertimbangkan untuk memasukkan bulutangkis sebagai salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan. Namun baru pada 1972, wacana itu benar-benar diupayakan dengan menyelenggarakan bulutangkis sebagai pertandingan demonstrasi di Olimpiade Munchen, Jerman. Ketika itu, hanya bulutangkis dan ski air yang mendapat kesempatan sebagai pertandingan demonstrasi. Sebanyak 25 pemain dari 11 negara diutus untuk melakoni pertandingan di Olimpiade 1972. Indonesia sendiri mengirim sejumlah pemainnya seperti Rudy Hartono, Ade Chandra, Christian Hadinata, dan Utami Dewi. Rudy Hartono keluar sebagai peraih medali emas di sektor tunggal putra, Ade Chandra/Christian Hadinata menang di ganda putra, Utami Dewi meraih perak di tunggal putri, dan Christian/Utami merebut perunggu di ganda campuran.

 

Namun upaya memasukkan bulutangkis sebagai cabor di Olimpiade terganjal masalah politis.

Munculnya dua federasi bulutangkis dunia, IBF dan BWF membuat ambisi ini terhambat. Untungnya pada 26 Mei 1981, kedua federasi tersebut mau meneken penggabungan badan dunia hingga Komite Olimpiade Internasional (IOC) sepakat memasukkan bulutangkis sebagai olahraga ekshibisi di Olimpiade 1988

Continue Reading

Olimpiade

Jepang Jemput Api Olimpiade Tokyo 2020 Tanpa 2 Pejabat Tinggi

Published

on

Jepang Jemput Api Olimpiade Tokyo 2020

Warungsports.com – Sebuah pesawat yang ditugaskan untuk menjemput api Olimpiade di Athena, Yunani, telah diberangkatkan dari Bandara Internasional, Jepang, Rabu (18/3/2020) waktu setempat.

Tidak ada delegasi atau perwakilan dari pejabat tinggi

Pihak Olimpiade Tokyo 2020 memilih untuk tidak mengirimkan dua pejabat tinggi mereka, Yoshiro Mori (Ketua Komite Olimpiade Tokyo 2020), dan Seiko Hashimoto (Menteri Olimpiade Jepang). Hal tersebut dilakukan untuk meminimalisasi penularan virus corona. Virus corona, yang saat ini ditetapkan sebagai pandemi global telah merenggut ribuan nyawa manusia.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Pusat Sistem Sains dan Teknik Johns Hopkins University, Amerika Serikat, hingga Rabu (18/3/2020), pukul 14.00 WIB, sudah ada 7.954 nyawa yang melayang akibat virus tersebut.

Yunani sendiri termasuk dalam negara dengan kasus corona cukup tinggi di dunia, yakni 387 kasus. Nantinya, obor olimpiade akan diserahkan secara simbolis kepada Duta Besar Jepang untuk Yunani.

Obor diserahkan kepada tim Khusus.

Obor itu kemudian akan diserahkan kepada tim khusus pembawa obor Olimpiade Tokyo 2020 yang telah berada di Yunani sejak pekan lalu, untuk di bawa “pulang” ke Jepang. Obor tersebut dijadwalkan mendarat di Pangkalan Udara Matushima, Jepang, pada Jumat (20/3/2020), waktu setempat.

Continue Reading

Olimpiade

Olimpiade 2020 Bisa Kembali Batal Karena Pandemi Belum Usai

Published

on

Penyelenggaraan Olimpiade 2020 yang akan berlangsung

Pertengahan tahun 2021 bisa dibatalkan seandainya pandemi virus corona masih berlangsung.

Ketua Panitia Penyelenggara Olimpiade 2020, Yoshiro Mori, mengatakan pesta olahraga terbesar di dunia itu bisa saja urung dilaksanakan jika wabah COVID-19 belum berakhir hingga tengah tahun mendatang.

Olimpiade 2020 dijadwalkan bakal berlangsung 23 Juli hingga 8 Agustus tahun depan. Sebelumnya Olimpiade ke-32 itu direncanakan mulai 24 Juli sampai 9 Agustus tahun ini, namun ditunda lantaran pandemi virus corona.

Penyakit yang sudah mulai menyebar sejak Desember 2019

Mengacaukan berbagai agenda olahraga internasional. Meski di beberapa negara ada kabar positif dengan penurunan jumlah penderita, tetap saja penyebaran virus belum dapat dihentikan.

“Tidak, [Olimpiade] itu akan dibatalkan. Olimpiade dibatalkan pada masa lalu karena masalah seperti perang. Kami berjuang melawan musuh yang tak terlihat sekarang,” kata Mori menjawab pertanyaan mengenai kemungkinan penundaan Olimpiade untuk kali kedua.

 

Seperti dikutip dari Warungsports.com,

jawaban Mori merupakan jawaban paling tegas mengenai pembatalan Olimpiade. Padahal sebelumnya panitia penyelenggara sempat berulang kali menyatakan bakal berupaya menyelenggarakan Olimpiade di tengah masa pandemi.

 

Belum ada tanggapan dari Tokyo 2020,

Komite Olimpiade Internasional, dan Komite Paralimpik Internasional mengenai pernyataan Mori perihal pembatalan Olimpiade 2020.

Keputusan penyelenggaraan Olimpiade diundur pada Juli-Agustus tahun depan merupakan hasil pembicaraan Komite Olimpiade Internasional (IOC), Komite Paralimpiade Internasional (IPC), Tokyo 2020 Organising Committee, serta pemerintah Tokyo dan Jepang.

Ada tiga pertimbangan utama yang membuat para pengambil keputusan menetapkan tangal 23 Juli-8 Agustus, yakni untuk melindungi kesehatan atlet dan semua orang yang terlibat dari virus corona, melindungi kepentingan atlet dan olahraga Olimpiade, dan kalender olahraga internasional global.

Continue Reading

Trending

Copyright © 2021 by WarungsSports