
Warungsports – Lebih dari 50 persen penduduk jepang ingin Olimpiade Tokyo di tunda, demikianlah hasil survei yang dilakukan lebih dari tiga bulan sebelum Olimpiade Tokyo di mulai. Jepang sudah memperpanjang keadaan darurat di Tokyo hingga akhir Mei.
Jepang juga sedang berupaya untuk menahan lonjakan kasus COVID-19 yang menimbulkan pertanyaan apakah olimpiade dilanjutkan?.
Olimpiade 2020 yang ditunda karena pandemi ini akan dimulai pada 23 Juli. Survei yang dilakukan pada 4-9 Mei oleh harian Yomiuri Shimbun, menunjukan 59 persen penduduk menginginkan Olimpiade dibatalkan.
Sementara itu sisanya berpendapat Olimpiade harus diadakan. Penundaan tidak ditawarkan sebagai opsi. Penyelenggara telah mengumumkan bahwa penonton luar negri ditiadakan dan penonton domestik akan di umumkan pada bulan Juni.
Petinggi Olimpiade John Coates mengatakan bahwa sementara sentimen Jepang tantang Olimpiade “megkhawatirkan”.
Petenis Jepang Naomi Osaka mengatakan meski telah menunggu seumur hidup untuk mengikuti Olimpiade. Tetapi resiko mengadakan Olimpiade Tokyo harus didiskusikan dengan hati-hati.
Alasan Osaka karena Jepang khususnya Tokyo masih terdampak pandemi COVID-19 apalagi di Tokyo kenaikan angka positif virus Corona itu sedang berada di level mengkhawatirkan.
Osaka merasa tidak seharusnya Olimpiade tetap dilakukan dimusim panas ini. Walaupun didalam hatinya sangat menginginkan bermain di Olimpiade.
Osaka sama sekali belum pernah merasakan tampil di ajang Olimpiade. Olimpiade Tokyo adalah ajang perdananya tampil di kompetisi tersebut.
Untuk saat ini Osaka beranggapan bahwa keselamatan banyak orang jauh lebih penting ketimbang keinginannya bermain di Olimpiade.
“Saya adalah seorang atlet tentu saja saya ingin bermain di Olimpiade. Tetapi sebagai manusia saya mengatakan kita sedang berada di masa pandemi, jika orang sedang kurang sehat, jika meraka merasa tidak aman, maka itu akan menjadi alasan besar untuk dikhawatirkan.” kata Osaka.
Kekhawatiran Osakan itu membuat dirinya jadi “galau” untuk mengikuti Olimpiade Tokyo 2020. Apalagi nantinya ia akan tampil dihadapan bangku kosong.
Jika pihak penyelenggara bisa menjanjikan kesehatan semua orang terutama atlet mungki Osaka akan mengikuti Olimpiade. Karena, dari awal ia sudah merasa bangga akan bermain di ajang Olimpiade pertamanya.
“Tentu saja saya merasa sedih bermain tanpa adanya penonton dan pendukung, sejak awal saya merasa sesuatu kehormatan untuk tampil di olimpiade jika semua orang tetap sehat maka saya siap.” Tutup Osaka.


