warungsports-Lontaran suporter Manchester United kecam Dean Henderson menyebut The Red Devils telah melakukan aksi kriminal terhadapnya. Respon Henderson dalam wawancara kepada talkSPORT sangat berapi-api menjawab pertanyaan soal perasaannya di MU musim lalu.
Tak berhenti disitu Ia bahkan berani menuding MU melakukan tindakan kriminal karena menerima janji palsu soal perannya di tim utama. Ungkapan hati kiper 25 tahun itu mengklaim bahwa dia telah dijanjikan posisi penjaga gawang utama untuk menggantikan David de Gea. Namun, janji itu tak terwujud dan ia harus setia jadi penghangat bangku cadangan.
Kebetulan De Gea tampil impresif dan membuat para pelatih MU musim lalu termasuk Ole Gunnar Solskjaer dipecat tengah musim maupun pelatih sementara Ralf Rangnick, tetap memberi kepercayaan penuh kepada De Gea. Bahkan aksi yang Ia lakukan tak mau patah langkah seperti musim lalu, Henderson mendesak klub agar meminjamkannya ke Nottingham Forest.
Akan tetapi Henderson masih berpeluang kembali ke Old Trafford jika tidak dipermanenkan klub peminjam. Sikap apatis Henderson memicu kekesalan fan Man Utd. Kini, suporter justru mendesak klub supaya mendepak kiper asal Inggris itu secara permanen. “Mengapa dia belum dijual? Perlu disingkirkan secara permanen,” tulis Rockyracoon dikutip Daily Mail.
“Bocah manja: dia terkena Covid di sebagian besar musim lalu dan bagaimana bisa berharap jadi no.1 ketika @D_DeGea sedang on fire. Mengapa tidak membatalkan kontraknya dan tak satu pun yang peduli. Dia adalah tahi lalat di ruang ganti,” timpal @mzvee2.
Dean Henderson Sulit Untuk Menjadi Kiper Nomor Satu
Klub besar Liga Inggris yang mendapat julukan Setan Merah di bawah kendali Erik ten Hag juga menegaskan De Gea bakal jadi pilihan pertama di bawah mistar gawang. Dengan begitu peluang Henderson untuk menjadi nomor satu musim ini sulit terwujud. Pria berusia 25 tahun ini merasa percaya diri akan skill yang Ia miliki untuk memperkuat klub Munchester United.
Dengan perkembangan Liga Inggris yang sangat kompetitif saat ini klub besar Munchester United sungguh bekerja keras untuk menjadi paling terdepan, sehingga permbaharuan disetiap pemain sangat menjadi tolak ukur untuk menjadi bagian teamnya. Tudingan yang Ia lontarkan justru memperburuk dirinya sebagai kiper yang seharusnya punya potensi baik bahkan di klub mana pun akan sangat welcome padanya.



