
Warungsports– Tungal putra nomor satu dunia, kento Momota, sangat mewaspadai pebulu tangkis Indonesia, Antony Ginting di Olimpiade Tokyo 2020.
Park Joo-bong pelatih timnas Jepang, mengakui bahwasanya Ginting merupakan pesaing terberat nomor satu Momota di Olimpiade Tokyo 2020. Hal itu dikarenakan Ginting adalah salah satu pebulu tangkis dengan serangan tercepat di dunia.
Peluang kedua pemain ini bertemu di partai puncak cukup besar karena Ginting dan Momota berada di grub yang berbeda. “Jika Momota bisa memanfaatkan pengalamannya dengan memenangkan turnamen besar seperti kejuaraan Dunia dan All England, dia memiliki peluang untuk memenangkan emas di olimpiade,” kata Park Joo-bong.
Walaupun begitu, Momota baru pulih dari insiden kecelakaan lalu lintas yang menimpahnya pada Januari 2020. Sejak waktu itu, Momota baru mengikuti satu turnamen yaitu All England 2021.
Momota masih berusaha mencari performa terbaiknya lagi. Jika tidak dalam kondisi yang pulih, Momota di prediksi akan kesulitan untuk menghadapi serangan-serangan cepat dari Ginting.
“Saya mencoba menenangkan suasana hati saya dengan warna rambut baru sambil mengincar medali emas olimpiade,” ucap Momota.
“Saya adalah nomor satu dunia dan saya merasakan tidak boleh kalah. Bukannya saya dengan mudah untuk menjadi nomor satu dunia, Saya sudah berkerja dan latihan yang sangat keras untuk mencapai semua ini,” sambung Momota.
Sebelum ke final, Momota akan melawan Pebulu tangkis nomor dua dunia, pertemuan Momota dengan Axelsen memungkinkan terciptanya pertarungan yang menggiurkan di seifinal.
Walaupun Momota meraih rekor head-too-head 14-1 atas Axelsen, sang rival saat ini berada tren positif dengan memenangkan tiga dari lima pertandingan yang ia ikuti.
“Di masa lampau, saya bisa melihat diri saya hanya fokus pada latihan favorit saya dan mengambil jalan pintas pada hal-hal lain. Akan tetap, baru-baru ini, saya telah belajar bagaimana menghadapi diri sendiri,” Jelas Momota.
“Saya sangat serius dalam latihan lari yang saya tidak sukai. Dahulu, saya merasa gugup saat berlari dan saya tidak bisa berbicara dengan orang-orang di sekeliling saya,” pungkasnya.



