Connect with us

UFC

3 Gelar Terburuk Dalam Sejarah UFC

Published

on

Warungsports – Tiap petarung yang sukses menggapai puncak UFC serta memenangkan gelar di dalam arena segi 8( oktagon) pantas memperoleh rasa hormat yang luar biasa. Tetapi, adil buat berkata kalau sebagian gelar lebih sukses daripada yang lain.

Sepanjang bertahun- tahun, terdapat banyak peristiwa besar dalam memandang beberapa petarung jadi juara di UFC. Cuma saja perebutan gelar terkadang jadi bencana besar.

Kerapkali, alibi buat gelar ini berlangsung begitu kurang baik serta itu terletak di luar kendali para petarung. Namun pada peluang lain, permasalahan seluruhnya ditimbulkan oleh diri sendiri. Lalu siapa sajakah gelar terburuk dalam sejarah UFC yang dirangkum SINDOnews dari Sportskeeda, Rabu( 21/ 9/ 2022)

Berikut 3 Gelar Terburuk dalam Sejarah UFC

1. B. J. Penn– Gelar Kelas Welter UFC( 2004) Sebagian gelar UFC bisa dikatakan sudah mengganti aplikasi bisnis promosi seluruhnya, namun seperti itu yang terjalin dengan waktu pendek B. J. Penn selaku jawara kelas welter pada 2004.

Petarung berjuluk The Prodigy melaksanakan kejutan besar dengan naik ke 170lbs dari 155lbs buat melengserkan juara lama Matt Hughes. Tetapi, permasalahan besar lekas timbul. Perebutan gelar merupakan pertarungan terakhir dalam kontrak Penn.

Dengan UFC lagi dalam keadaan keuangan yang kurang baik pada dikala itu, kala dia menerima tawaran dari promosi saingan K- 1, The Prodigy memutuskan buat menerimanya. Dana White serta rekan- rekannya pasti saja sangat marah, namun mereka pula tidak berdaya buat menghentikannya berangkat.

Jadi, cuma 3 bulan setelah itu, gelar itu dikosongkan dikala petarung Hawaii itu mulai keluar dari arena segi 8 yang buatnya bertarung di bermacam kelas berat yang berbeda.

Sehabis 2 tahun The Prodigy kembali serta dia kandas dalam usahanya merebut kembali gelar yang kelas welter yang sempat dikosongkannya itu. Serta, sampai dikala ini gelar itu masih jadi rebutan para petarung.

2. Conor McGregor – Gelar Kelas Ringan UFC( 2016- 2018) Kemenangan gelar kelas ringan Conor McGregor pada 2016 dikira selaku yang sangat memiliki sebab menjadikannya petarung awal dalam sejarah UFC yang memegang gelar di 2 kelas berat secara bertepatan. Sehabis mengalahkan Eddie Alvarez buat jadi juara ganda, The Notorious tidak kekurangan calon penantang, dari Khabib Nurmagomedov sampai Tony Ferguson.

Alih- alih mengalami salah satu dari mereka, McGregor memilah buat mengejar pertandingan tinju dengan Floyd Mayweather. Itu berarti kalau waktunya selaku juara sebagian besar terbuang percuma. Kala ia nyatanya tidak mau mempertahankan gelarnya apalagi sehabis mengalami Mayweather, promosi itu terpaksa menelanjanginya.

Salah satunya anugerah yang menyelamatkan dari kemampuan gelar ini merupakan kala McGregor kembali pada akhir 2018. Ia langsung mengalami Khabib, yang sudah memenangkan gelar selaku penggantinya.

Pada dasarnya, pertarungan dapat dilihat selaku pertahanan buat McGregor, bukan Dagestan. Tetapi Khabib Nurmagomedov setelah itu tidak meninggalkan keraguan tentang siapa raja ringan yang sesungguhnya. Khabib Nurmagomedov mengirim The Notorious dalam 4 putaran. Sebab minimnya pertahanan, hingga, gelarnya senantiasa jadi salah satu yang terburuk dalam sejarah UFC.

3. Josh Barnett – Gelar Kelas Berat UFC( 2002) Kala Josh Barnett mengalahkan juara kelas berat UFC lama Randy Couture pada dini 2002 buat mengklaim gelarnya, kayaknya masa baru sudah diawali di segi 8.

Dikala itu, ia baru berumur 24 tahun, memegang rekor 13- 1 yang mengesankan, serta nampak semacam petarung kelas berat terbaik dunia. Tetapi, saat sebelum ia pernah berpikir buat mempertahankan gelarnya, bencana menyerang.

Petarung berjuluk The War Master dinyatakan positif memakai zat terlarang dalam uji narkoba pasca- pertarungannya serta setelah itu diskors, memforsir UFC buat mencabut gelarnya.

Tidak semacam juara lain yang dinyatakan positif serta dilucuti, Barnett tidak sempat kembali dalam upaya buat merebut kembali gelarnya. Kebalikannya, dia nampak tidak menyesal. Barnett cuma mengejar karier di Jepang.

Lebih dari satu dekade setelah itu, ia juga kembali ke oktagon pada 2013. Kenyataan kalau Barnett menimbulkan begitu banyak kehancuran pada divisinya. Setelah itu kenyataan kalau ia tidak sempat berupaya buat membetulkan kesalahannya, hingga ia pantas masuk dalam catatan ini.

Advertisement Smiley face
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UFC

Mantan Petarung UFC Jagokan Khamzat Chimaev Bila Melawan Alex Pereira

Published

on

By

Warungsports – Mantan petarung UFC, Daniel Cormier, menjagokan Khamzat Chimaev bila dirinya dipertemukan dengan juara kelas menengah UFC, Alex Pereira.

Pada UFC 281 yang diselenggarakan di New York akhir minggu kemudian, Pekan( 13/ 11/ 2022) Pereira sukses mengalahkan Israel Adesanya lewat TKO.

Berkat kemenangannya di kelas menengah tersebut, membuat kelas menengan jadi lebih menarik.

Tidak hanya lebih menarik kemenangan Pereira atas Adesanya pula membuat petarung lain mau masuk ke dalam kelas menengah serta mengalahkan si juara baru.

Hendak namun, mantan petarung UFC. Daniel Cormier mempunyai satu pemikiran yang berbeda dimana baginya Chimaev jadi lawan yang sesuai buat Pereira.

Bila Chimaev serta Pereira betul- betul dipertemukan di atas oktagon, Cormier lebih menjagokan Chimaev.

Terdapat sebagian aspek yang membuat Chimaev lebih dijagokan dibanding Pereira. Salah satunya merupakan style bertarung yang dipunyai oleh Chimaev yang dinilai lebih baik dibanding Pereira.

” Bila Kamu menjadwalkan Pereira serta Khamzat saat ini serta Khamzat buat mempertaruhkan sabuknya. Khamzat hendak jadi kesukaan besar buat mengalahkan Alex Pereira,” ucap Cormier dilansir dari MMA Junkie, Jumat( 18/ 11/ 2022).

” Cuma sebab gayanya, gayanya belum sesuai serta pereira, ia masih sangat muda dalam karirnya. Sehingga Adesanya sejujurnya merupakan juara yang sempurna untuknya.”

Chimaev baru- baru ini tertarik buat mengganti naik ke kelas berat sehabis berjuang buat menaikkan berat tubuhnya.

Di kelas menengah Chimaev dapat jadi penantang sungguh- sungguh untuk Pereira. Apalagi sehabis Pereira mencapai kemenangan dari Adesanya tidak segan Chimaev menyebut Pereira selaku‘ duit gampang’.

Tidak hanya permasalahan style bertarung yang dinilai Cormier masih kurang. Pengalaman Pereira di atas oktagon pula dinilai masih kurang bila berjumpa dengan Chimaev.

Tetapi, pertemuan antara Chimaev serta Pereira mungkin besar belum hendak terjalin dalam waktu dekat.

Alasannya dari rumor yang tumbuh dikala ini, Pereira mungkin besar hendak langsung tanding ulang dengan Adesanya.

Terlebih, pertarungan antara Pereira serta Adessanya ialah pertarungan yang mempunyai prestise besar. Serta pastinya dapat menciptakan pundi- pundi cuan yang besar.

” Aku tidak ketahui apakah Kamu menemukan khasiat dari menempatkan kedua laki- laki ini melawan orang lain,” ucap Cormier.

” Aku betul- betul yakin kalau terdapat sebagian pertarungan yang sangat susah buat Alex Pereira.”

” Yang tidak sesulit untuk Israel Adesanya serta itu, untuk aku, ditunjukkan di ronde ketiga. Kala Izzy sanggup mengendalikannya begitu ia menjatuhkannya.”

” Kamu menempatkannya di situ dengan grappler ataupun pegulat, ia bisa jadi hendak tenggelam.”

Continue Reading

UFC

Israel Adesanya Bilang Masih Jadi Juara Usai UFC 281 Bila Bukan Sebab Wasit

Published

on

By

Warungsports – Mantan raja kelas menengah UFC, Israel Adesanya, mengeklaim kalau dirinya dapat saja masih jadi juara usai pertarungan dengan Alex Pereira di UFC 281.

Israel Adesanya memanglah wajib menerima kudeta dalam pertarungan yang berlangsung di Madison Square Garden, New York, Amerika Serikat, pada Pekan( 13/ 11/ 2022) Wib.

Israel Adesanya tercatat kalah lewat TKO pada ronde kelima kala pertarungan menyisakan lebih kurang 3 menit.

Tetapi, petarung kelahiran Nigeria ini mengaku kalau ia sesungguhnya dapat saja memenangi laga itu serta senantiasa menduduki takhta raja kelas menengah UFC.

Israel Adesanya lalu menyibak alibi yang melandasi statment itu dalam tahap konferensi pers usai UFC 281.

Baginya, wasit yang bertugas di laga itu, Marc Goddard, menghentikan laganya dengan Alex Pereira sangat dini.

Israel Adesanya apalagi mengatakan kalau hasil pertarungannya hendak beda bila dipandu oleh wasit kontroversial, Steve Mazzagatti.

Israel Adesanya mengaku kalah dari Alex Pereira pada ronde kelima.

Tetapi, kompatriot Kamaru Usman ini menyangka kalau pada kesimpulannya hendak menang lewat skor juri.

“ Ego aku hendak berkata paling tidak perkenankan aku pingsan dengan perisai aku.”

” Namun, aku tidak berpikir aku hendak pingsan sebab aku masih sadar.”

” Aku sudah memandang penghentian yang lebih kurang baik.”

” Membawa kembali Steve Mazzagatti. Aku hendak baik- baik saja.”

” Ia bisa jadi memenangi ronde itu, namun aku hendak senantiasa jadi juara,” kata Israel Adesanya semacam dikutip Juara. net dari MMA Junkie.

Israel Adesanya memanglah unggul dalam perihal skor dalam 4 ronde pertarungannya dengan Alex Pereira di UFC 281.

Dikutip dari cuitan UFC News, 3 juri membagikan angka skor 39- 37 buat keunggulan Israel Adesanya dalam 4 ronde yang telah berjalan.

Wasit Marc Goddard sendiri pula membagikan asumsi menimpa keputusannya.

Marc Goddard mengaku kalau ia cuma melakukan tugasnya buat melindungi petarung.

Goddard pula membagikan perkataan selamat kepada Alex Pereira.

” Tugas aku merupakan buat melindungi,” tulis Marc Goddard dalam cuitannya.

” Terima kasih Israel Adesanya, selamat Alex Pereira. Tuhan memberkati.”

Continue Reading

UFC

Begini Kelainannya Sparing Dengan Khabib Nurmagomedov Serta Islam Makhachev

Published

on

By

Warungsports – Walaupun satu akademi, pensiunan petarung, Khabib Nurmagomedov serta raja kelas ringan UFC, Islam Makhachev nyatanya memiliki style sparing yang berbeda.

Perbandingan menarik itu dibeberkan boleh jagoan kelas welter, Belal Muhammad.

Belal memanglah pernah berlatih dengan regu Khabib sebagian waktu kemudian.

Latihan dengan regu Khabib Nurmagomedov apalagi sangatlah mujur untuk Belal Muhammad.

Bagi Belal, Khabib mempunyai karakteristik khas sparing yang lebih ganas dari Islam Makhachev.

Ia menyebut Khabib tidak tahu ampun dikala sparing.

Apalagi dikala memandang lawan sparing- nya telah tersiksa, Khabib malah kian menguatkan serbuan.

Perihal semacam ini diucap Belal Muhammad tidak hendak ditemui bila sparing dengan Makhachev.

” Khabib serta Islam mirip dari banyak perihal,” kata Belal Muhammad

” Namun, dikala Khabib berlatih dengan Kamu, ia mau menenggelamkan Kamu.”

” Ia mau membuat Kamu tersiksa.”

” Islam berbeda, ia semacam yang: Oke, ayo kita amati gimana aku dapat menjatuhkan Kamu.”

” Serta Khabib, dikala ia ketahui Kamu tersiksa, ia bahagia, ia tersenyum.”

” Ia dapat mengatakan: Aku ketahui Kamu telah sirna, perkenankan aku menghancurkan Kamu.”

” Di sisi lain Islam semacam yang: Jadi, ini tangan Kamu. Perkenankan aku menyelesaikannya,” imbuh jagoan UFC berjulukan Remember The Name itu.

Dikala ini Khabib Nurmagomedov telah formal pensiun dari jagat tarung.

Walaupun telah 2 tahun lebih gantung sarung tangan, Khabib masih senantiasa monster yang sama.

Belal Muhammad sendiri telah mencicipi kekuatan Khabib yang tidak berganti tersebut.

” Dikala Kamu mulai latihan dengannya, Kamu hendak sadar kalau ia masih sama,” bebernya.

” Ya, ia memanglah telah pensiun. Namun, ia masih semacam monster.”

” Ia dapat menerka aku tiap dikala ia ingin. Ia sanggup menindih aku, ia mulai bicara kepada aku.”

” Itu memanglah nampak tidak respek, namun memanglah apa yang dapat aku jalani?.”

” Tidak terdapat yang dapat dicoba perihal itu,” tambah Belal.

Continue Reading

UFC

Alibi Conor McGregor Sangat Cocok Diadu Dengan Pemegang Rekor KO Tercepat di UFC

Published

on

By

Warungsports – Mantan petarung, Henry Cejudo merasa musuh sangat cocok buat Conor McGregor dikala ini yakni pemegang rekor KO tercepat di UFC, Jorge Masvidal.

Menyabung McGregor dengan Masvidal yang sempat membuat lawannya KO dalam 5 detik saja memanglah terkesan seram.

Tetapi, itu malah jadi opsi yang sangat nyaman buat Conor McGregor.

Dikala ini Jorge Masvidal lagi dalam tren yang kurang baik di UFC.

Ia tidak sempat menang dalam 3 pertarungan terakhirnya.

Tidak hanya itu, Cejudo memperhitungkan Masvidal takkan memforsir McGregor berduel gulat yang ialah kelemahannya.

” Ini merupakan duel yang bagus buat Conor McGregor,” kata Cejudo dikutip Juara. net dari MMAJunkie. com.

” Kenapa? Sebab takkan terdapat grappling di situ.”

” Kamu mau jagoan dengani jurus striking yang bagus dan cuma mau striking serta tidak ingin grappling.”

” Tidak hanya itu, Jorge Masvidal tidak sempat menang, ia 3 ataupun 4 kali kalah beruntun bukan?,” sambungnya.

Pertarungan Conor McGregor vs Jorge Masvidal dinilai Henry Cejudo dapat memperoleh banyak keuntungan secara material.

Semacam yang dikatahui, McGregor serta Masvidal bersama piawai dalam melontarkan olok- olokan.

” Aku pikir Jorge Masvidal merupakan yang terbaik buat comeback- nya di kelas welter,” ucap pensiunan yang sempat jadi juara UFC itu.

” Mereka berdua pula pintar perang omong- omongan.”

” Dapat dibayangkan sendiri penjualan pay- per- view yang dapat didapatkan,” tambahnya.

Henry Cejudo sesungguhnya merasa Conor McGregor dapat langsung melawan Kamaru Usman ataupun Leon Edwards buat gelar kelas welter UFC.

Hendak namun, Cejudo menegaskan kalau keadaan itu dapat terjalin cuma sebab nilai penjualan saja.

” Ia dapat mendapatkannya, namun bukan jalan penghargaan,” tukas Cejudo soal McGregor maju ke duel perebutan gelar di kelas welter.

” Sehingga dapat mendapatkannya melalui jalan penjualan.”

” Ia dapat memperoleh duel itu melalui duit yang dihasilkan.”

” Aku pikir Kamaru Usman serta Leon Edwards bersedia menyambutnya.”

” Pada kesimpulannya aku tidak hendak marah bila perihal itu terjalin.”

” Bisa jadi perasaan aku cuma tercampur aduk.”

” Aku pikir Conor memanglah dapat mendapatkannya. Namun cuma melalui jalan penjualan,” pungkasnya.

Belum lama McGregor memanglah telah menggoda para penggila UFC tentang comeback- nya.

Menariknya McGregor mengumbar isyarat takkan ke kelas ringan, melainkan ke kelas welter.

Continue Reading

UFC

Duduklah Dengan Israel Adesanya sehingga Dia Dapat Saran Dari Legenda UFC

Published

on

By

Warungsports – Raja kelas menengah UFC, Israel Adesanya memperoleh wejangan dari legenda MMA, Georges St- Pierre.

Momen menarik itu terabadikan dalam video yang diunggah Adesanya dalam kanal YouTube- nya.

Adesanya serta St- Pierre duduk berdua silih bertukar benak spesialnya menimpa soal beratnya mengemban posisi selaku raja di UFC.

Salah satu bahan pembicaraan mereka berdua merupakan Mengenai kritikan.

Israel Adesanya memanglah memanen sebagian kritikan pedas akhir- akhir ini.

Pertarungan kontra Jared Cannonier di bulan Juli kemarin jadi salah satu penyebabnya.

Adesanya dinilai tampak membosankan kala berduel dengan Cannonier.

St- Pierre bahagia memandang Adesanya yang menjadikan kritikan selaku pelecut semangat.

Tetapi, si legenda UFC berpesan supaya Adesanya senantiasa menyeimbangkan antara kritikan serta pula pujian.

” Aku pikir seperti itu yang membuat Kamu sangat tersentuh dengan kritik- kritik tersebut,” ucap Georges St- Pierre

” Bagus sebab Kamu dapat memakainya selaku bahan bakar semangat buat meyakinkan mereka salah.”

” Namun, jangan melampau batasan dalam melaksanakan perihal ini.”

” Penyeimbang merupakan segalanya.”

” Seperti itu yang terutama,” sambungnya.

Duduk di singgasana paling tinggi UFC memanglah bukan masalah yang gampang.

Georges St- Pierre pasti ketahui betul dengan tekanan besar yang dialami para jawara.

St- Pierre tercatat berhasil mempertahankan sabuk gelar juara di kelas welter 9 kali berturut- turut.

” Mahkota itu sangat berat, sobat,” tutur St- Pierre.

” Serta itu baru permulaan buat Kamu. Mahkota yang berat.”

” Jujur saja, saja menggemari Kamu. Tidak terdapat orang yang mengerti, itu terus menjadi kurang baik serta terus menjadi kurang baik.”

” Serta itu membuat bahu Kamu terus menjadi berat di tiap duelnya. Kritikan terus menjadi kurang baik serta kurang baik tiap duelnya. Ekspektasi terhadap kita jadi terus menjadi besar,” tambahnya.

Kesimpulannya, St-Pierre berharap Israel Adesanya dapat melindungi nyala api semangatnya.

Ia ketahui kalau Adesanya tidak mau kehabisan gelar UFC tersebut.

” Jaga nyala api itu, sobat,” pesannya.

” Sebab petualangan ini terkadang dapat mengganti Kamu luar serta dalam, dapat mengganti benak Kamu, serta dapat mengganti pusat gravitasi Kamu.”

” Kamu tidak ingin terdapat yang berganti. Terlebih dikala ini,” pungkas St- Perrie.

Adesanya rencananya bakal turun berlaga pada UFC 281 bulan November mendatang.

Pertarungan esok rasanya bakal menyuguhkan tekanan besar untuk Adesanya sebab musuhnya merupakan orang yang sempat memukulnya KO di duel kickboxing, Alex Pereira.

Continue Reading

UFC

Khamzat Chimaev Dikhawatiri Agar Jauhi Jagoan Ini di Kelas Menengah UFC

Published

on

By

Warungsports – Ada petarung kelas menengah yang disebut mantan jagoan UFC, Josh Thomson, harus dihindari Khamzat Chimaev.

Khamzat Chimaev dikabarkan sudah memutuskan untuk hijrah ke kelas menengah di pertarungan berikutnya.

Potensi pertarungan yang bisa digarap jagoan berjulukan Serigala itu lantas mulai menjadi bahasan menarik.

Kendati bakal berkarier di kelas yang lebih berat, Khamzat Chimaev dijagokan bisa berbuat banyak.

Petarung berdarah Chechnya itu malah sering disebut bisa melibas banyak petarung kelas menengah.

Walaupun demikian, Josh Thomson sebagai mantan petarung UFC memberikan peringatan waspada kepada Khamzat Chimaev.

Menurut Josh Thomson, ada satu petarung kelas menengah yang benar-benar harus dijauhi petarung Swedia itu.

Petarung yang disarankan Thomson untuk dihindari Khamzat Chimaev ini adalah Robert Whittaker.

The Punk mengatakan bahwa Whittaker adalah petarung yang punya terlalu banyak senjata.

Pria berusia 45 tahun ini malah menyarankan Khamzat Chimaev untuk berduel dengan pemenang dari duel Israel Adesanya kontra Alex Pereira di UFC 281.

“Saya pikir Whittaker serbabisa dan punya terlalu banyak senjata.”

“Saya pikir jika kita telah melihatnya melawan Paulo Costa dan dia memiliki performa yang hebat,” kata Josh Thomson seperti dilansir Juara.net dari Sportskeeda.

“Kita melihatnya melawan Marvin Vettori dan menunjukkan performa yang hebat.”

“Mungkin lewati saja Whittaker dan lawan siapa pun yang menjadi juara pada saat itu.”

“Apakah itu Alex Pereira atau apakah itu Israel Adesanya.”

“Robert Whittaker mungkin orang yang Anda coba jauhkan darinya.”

“Saya pikir Robert Whittaker, dia seseorang yang akan benar-benar menyulitkannya.”

Khamzat Chimaev memang pernah mengatakan keengganannya untuk berduel dengan Robert Whittaker.

Namun, alasannya bukanlah terkait kemampuan petarung berjulukan Malaikat Maut itu.

Khamzat Chimaev tidak mau berlaga dengan Robert Whittaker karena menilainya sebagai pribadi yang baik.

Continue Reading

Trending

Copyright © 2021 by WarungsSports