
Warungsports – Petarung Deontay Wilder di nyatakan tidak ingin pensiun sehabis menerima patah tangan dan jari. Usai di hantam Tyson Fury dalam pertandingan sabuk juara kelas berat.
Deontay Wilder batal bangkit atas kekalahan bertarung dengan Fury pada saat Februari 2020 setelah kalah TKO di babak 7. Menjalakan trilogi melawan petinju asal Inggris tersebut, Wilder kembali nerima kekalahan.
Walaupun mampu bertahan lebih lama di ring, sampai ronde 11, tetapi petinju yang sering disebut The Bronze Bomber itu batal keluar sebagai pemenang setelah kalah KO.
Deontay Wilder pun tidak nerima kekalahan KO dari Fury, tetapi juga menerima patah tangan dan jari juga harus pergi ke rumah sakit. Kekalahan beruntun dari Fury menjadikan isu Wilder pensiun semakin kuat. Meski begitu rencana ingin pensiun itu langsung di tolak pelatih Malik Scott.
“Deontay mampu menjadikan keluarganya aman secara finansial sesampai dia tidak harus berjuang mencari biaya untuk keluarga,” ucap Scott
“Bahkan, pensiun sama sekali tidak ada dalam rencananya dan bukan juga sesuatu yang telah kami dibicarakan,” tutur Scott tambahan.
Isu pensiun itu di bisacarakan Wilder setelah duel bertarung dengan Fury. Petarung yang bulan ini berumur 36 berbicara akan pensiun jika sudah merasakan saatnya.
JIka demikian, sang pelatih Malik Scott berasa Wilder masih mampu mendapatkan berbagai pertarungan papan atas selanjutnya.
“Deontay sangat hebat pada saat hari Sabtu, tetapi Fury bahkan jadi lebih hebat, itu adalah malam sang petinju yang hebat untuk juara kelas berat,” kata Scott.
“Kamu harus menyanjung Fury karena mempunyai dagu yang bagus dan bisa kembali bangkit. Fury adalah legenda petinju, salah satu yang terbaik di juara kelas berat di masa mana pun, dan begitu juga dengan petinju Deontay,” tutur Scott menambahkan.



