Connect with us

Balapan Mobil

Sean Gelael Antusias ingin Balapan Lagi yang akan dimulai pada akhir pekan F2 2020

Published

on

WarungSports – Setelah lebih dari 100 hari tertunda, gelaran balap Formula 2 2020 dihelat juga akhir pekan ini. Sean Gelael senang bukan main bisa balapan lagi. Pandemi virus corona membuat banyak ajang olahraga tertunda, termasuk F2 2020 yang seharusnya dimulai April di Bahrain. Dari 14 seri yang seharusnya dihelat, untuk sementara cuma delapan seri dulu. Ada tiga seri yang dibatalkan yakni Azerbaijan, Belanda, dan Monako. Sementara tiga sisanya yakni Bahrain, Rusia, dan Abu Dhabi masih dalam status tunda. Untuk delapan seri perdana, F2 akan dimulai di sirkuit Red Bull Ring, Austria, 4-5 Juli.

Sean akhirnya bisa melakoni debut resminya bersama DAMS musim ini. DAMS pun sudah mempersiapkan diri termasuk dengan segala jenis protokol kesehatan di paddock. Untuk musim ini, F2 akan memakai ban Pirelli terbaru ukuran 18 inch. Ban tersebut bahkan belum dipakai di Formula 1 yang masih memakai ban musim lalu. Untuk ban 18 inchi tersebut, para pebalap termasuk Sean sudah menggunakannya pada tes pramusim di Bahrain lalu.

“Penantian panjang ini sudah berakhir. Saya senang akhirnya mendapat kepastian bisa balapan lagi bersama tim DAMS yang menurut saya sangat bagus persiapannya. Saya senang karena seri pertama ini di sirkuit di mana saya punya banyak kenangan manis, Red Bull Ring,” kata Sean Gelael dalam rilis kepada Warung Sport.

Bersama DAMS, Sean memiliki rekan setim setim baru asal Inggris, Dan Ticktum. Keduanya bakal bahu membahu membawa tim Prancis itu untuk mempertahankan gelar juara tim yang mereka raih tahun lalu. DAMS dikenal sebagai tim yang mahir dalam manajemen ban sehingga Sean berharap banyak dari sana. Sebab masalah itu begitu merepotkannya musim lalu, termasuk pada balapan di Austria.

Sean Gelael punya kenangan manis di Austria saat naik podium kedua pada 2016. Para penggemar F2 bisa menyaksikan aksi Sean Gelal sejak free practice hari Jumat hingga Sprint Race (Race 2) hari Minggu lewat www.sean-gelael.com.

Advertisement Smiley face
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Balapan Mobil

MotoGP 2020 Tetap Sulit Diprediksi

Published

on

Warungsports.com – Pembalap Tim Mercedes AMG Petronas, Lewis Hamilton OOsukses menjadi yang tercepat saat melakoni ses kualifikasi Formula One (F1) Grand Prix (GP) Italia 2020 yang berlangsung pada Sabtu (5/9/2020) malam WIB. Menariknya dalam proses merebut pole position itu, Hamilton pun mampu mencatatkan sejarah baru.

Tepatnya waktu 1 menit 18,887 detik yang dicatatkan oleh Hamilton tersebut membuatnya menjadi pembalap dengan catatan waktu tercepat dalam sejarah balapan GP italia Jadi, sebelumnya tak pernah ada pembalap yang mampu membukukan 1 menit 18,887 detik.

Jelas Hamilton patut berbangga atas kemampuannya saat beraksi di sesi kualifikasi F1 GP Italia 2020. Tentunya Mercedes pun juga harus merasakan kebanggaan tersebut.

Menariknya lagi, rekan setim Hamilton, yaknio Valtteri Bottas juga mampu mencatatkan waktu yang hebat. Bottas tepatnya membukukan waktu 1 menit 18,956 detik. Hanya ada perbedaan 0,069 detik saja dari rekor fantastis yang baru saja ditorehkan Hamilton.

Dengan catatan waktu tersebut pun Bottas bakal memulai balapan F1 GP Italia 2020 yang dihelat pada Minggu 6 September 2020 nanti dari posisi kedua. Torehan waktu yang diperlihatkan Hamilton dan Bottas pun semakin membuktikan bahwa Mercedes seperti berada di liga yang berbeda dengan tim lain pada balapan F1 musim ini.

Sementara itu di posisi ketiga berhasil di tempati oleh pembalap McLaren, Carlos Saint. Pembalap Scuderia Ferrari pada F1 2021 itu mampu tampil baik dengan mengoleksi 1 menit 19,695 sebagai waktu terbaiknya di sesi kualifikasi F1 GP Italia 2020 tersebut.

Kemudian di posisi keempat dan kelima diisi oleh Sergio Perez (Racing Point) dan Max Verstappen (Red Bull Racing). Kedua pembalap tersebut gagal mengejar waktu terbaik dari tiga besar yang bakal berada di depan mereka itu.

Nasib nahas pun masih menaungi kedua pembalap Ferrari. Maksud hati ingin bangkit di balapan kendang, Sebastian Vettel dan Charles Leclerc justru tampil sangat buruk di sepanjang persiapan F1 GP Italia 2020.

Vettel tercatat harus rela memulai balapan dari posisi ke-17. Sedangkan Leclerc sedikit lebih baik dari Vettel, yakni bakal start dari posisi ke-13. Lagi-lagi duo pembalap Ferrari gagal mengeluarkan performa terbaik mereka.

Continue Reading

Balapan Mobil

Leclerc Kenang Anthoine Hubert, Jelang F1 GP Belgia 2020

Published

on

Warungsports.com – Pembalap Tim Scuderia Ferrari, Charles Leclerc, dilanda perasaan yang campur aduk jelang mentas di F1 GP Belgia 2020. Di satu sisi, ia merasa senang bisa kembali mentas di sirkuit yang memberinya kemenangan perdana di F1.

Tetapi, di sisi lain, Leclerc merasa sedih untuk menjalani balapan di Sirkuit Spa-Francorchamps, Belgia. Sebab, di sana, ia harus kehilangan temannya, yakni Anthoine Hubert. Hubert diketahui meninggal dunia usai terlibat kecelakaan di Formula 2 (F2) GP Belgia 2019.

Kepergian Hubert tentu saja memberi duka mendalam bagi Leclerc. Sebab, mereka diketahui merupakan teman dekat dan meniti karier bersama di pentas balap mobil grand prix tersebut. Hanya saja, Leclerc berhasil naik kelas lebih dahulu ke pentas F1.

Dengan sederet kondisi tersebut, Leclerc mengaku sulit untuk bisa menjalani balapan di Sirkuit Spa. Sirkuit kebanggaan masyarakat Belgia itu sendiri selalu punya arti penting bagi Leclerc.

“Lintasan Spa memiliki tempat istimewa di hati saya. Di sini, saya meraih kemenangan pertama saya di Formula 1. Tetapi, sekali lagi di sini, setahun yang lalu, saya kehilangan teman saya, Anthoine (Hubert) di Formula 2,” ujar Leclerc, sebagaimana dikutip dari Speedweek, Kamis (27/8/2020).

“Untuk alasan ini, kembali ke sirkuit ini, setidaknya di awal, akan sulit dan sosoknya akan bersama saya sepanjang akhir pekan,” lanjutnya.

Tetapi, Leclerc tetap saja berharap bisa mendulang hasil manis lagi di F1 GP Belgia. Musim lalu, ia keluar sebagai pemenang di seri tersebut setelah mengalahkan bersaing ketat dengan pembalap Tim Mercedes AMG Petronas, Lewis Hamilton.

Continue Reading

Balapan Mobil

Tim Red Bull Jadikan Max Verstappen Untuk Menjadi Penantang Serius Hamilton

Published

on

Warungsports.com – Penasehat Red Bull Racing, Helmut Marko secara blak-blakan mengatakan bahwa hingga saat ini timnya masih memiliki ambisi untuk memproyeksikan Max Verstappen sebagai penantang terberat Lewis Hamilton (Mercedes) di masa depan. Helmut Marko mengungkapkan bahwa Red Bull hingga saat ini memiliki ambisi untuk menjadikan Max Verstappen sebagai peraih gelar juara Formula 1 (F1) termuda di dunia. Ambisi tersebut membuat Red Bull terus berusaha mengembangkan jet darat RB16 agar bisa melaju dengan baik dan cepat di atas lintasan balap untuk membantu pembalap berusia 21 tahun itu meraih gelar juara.

“Kami memang masih memiliki ambisi untuk menjadikan Max Verstappen menjadi juara dunia termuda,” ujar Helmut Marko, dilansir dari laman Osterrerich. Tak hanya itu, dirinya juga berharap bahwa Verstappen bisa menjadi penantang bagi juara bertahan F1, Lewis Hamilton, dan duel antar keduanya bisa terjadu.

“Lewis memang akan tetap menjadi pembalap favorit di grid karena ia memiliki paket lengkap. Tapi kami memiliki mobil yang agresif dengan potensi yang sangat besar. Kami juga telah membuat perkembangn dengan mesin Honda kami, jadi saya pikir Verstappen bisa menyainginya,” tambahnya.

 

Continue Reading

Balapan Mobil

AMBISI MAX VERSTAPPEN BERSAMA RED BULL

Published

on

Warungsports.com – Kabar menggembirakan hadir dari pembalap Formula One (F1) Max Verstappen. Dengan masa kontrak yang akan berakhir, Max masih semangat untuk melanjutkan kerjasamanya dengan tim Red Bull.

Kerjasama antara Max dan Red Bull akan berlangsung hingga tahun 2023. Dilansir dari Motorsport, bahwa alasan yang membuat Max tetap bertahan adalah hadirnya Honda sebagai pemasok mesin mobil Formula F1.  Dengan alasan tersebut, Max memiliki harapan bahwa dengan komitmen antara Red Bull dan Honda bisa membuat timnya bersaing memperebutkan juara dunia.

Lebih lanjut dalam penjelasan Max, bahwa ia melihat mesin yang dibuat Hondar tergolong meyakinkan untuknya memberikan perlawan di ajang balapan. Karena hal ini dirasakan olehnya di sepanjang musim 2019. Dan dalam perjalanannya ia mampu meraih peringkat ketiga pada klasemen F1 2019, dimana merupakan posisi terbaiknya sepanjang musim.

“Kehadiran Honda dan kemajuan yang diberikannya selama 12 tahun terakhir memberikan motivasi kepada saya. Bahwa kami bisa meraih kemenangan bersama. Dan saya menghormati cara kerja antara Red Bull dan Honda selama ini, ditambah dengan semua pihak yang terlah berusaha keras untuk mencapi kesuksesan,”ujar Max.

Lebih lanjut Max menjelaskan bahwa keinginan terbesarnya yakni meraih kemenangan bersama Red Bull dan memperjuangkan gelar juara dunia F1 bersama.

Sebagai pembalap, Max Verstappen yang merupakan sosok berdarah Belgia Belanda ini, pertama kali mendapatkan sorotan saat ia hadir di 2015 Autralian Grand Prix, dimana saat itu ia masih berusia 17 tahu, dan dalam waktu 166 hari. Max menjadi pembalap termuda yang melakukan balapan Formula 1.

Setelah menjalani karir di sepanjang tahun 2015 bersama Scuderia Toro Rosso, di tahun 2016 ia sempat bergabung di tim Italia hingga mendapatkan promosi di tim Red Bull untuk 4 balapan sebagai pengganti pembalap Daniil Kvyat.  Dan di tahun yang sama ia mampu menunjukkan kemampuannya dengan menjadi pemenang di 2016 Spanish Grand Prix di balapan perdananya di umur 18 tahun, dan menorehkan sejarah baru sebagai pembalap termuda yang pernah memenangkan Grand Prix dan yang  pertama membawa bendera Belanda.

Continue Reading

Balapan Mobil

Fernando Alonso: Renault telah membicarakan reputasi pembalap Spanyol

Published

on

WarungSports – Renault mengatakan mereka mendiskusikan reputasi Fernando Alonso untuk bersuara lantang sebelum menandatangani juara dua kali itu untuk kembali ke F1 pada 2021.

Bos tim Cyril Abiteboul mengatakan, istirahat dari lingkungan F1 yang “beracun” telah “penting” bagi pembalap Spanyol itu.

Abiteboul mengatakan Renault telah fokus pada “memastikan kami tidak mengecewakannya karena terlalu menjanjikan dan kurang memberikan”.

“Kami telah mengambil waktu untuk memperjelas tentang di mana kita berdiri hari ini dan di mana kita akan berdiri pada 2021 dan 2022,”

Kesediaan dua kali juara dunia Alonso untuk mengutarakan pendapatnya tentang posisi timnya saat ini telah menyebabkan ketegangan dalam kariernya.

Di antara beberapa insiden, ia terkenal menyebut mesin Honda McLaren sebagai “mesin GP2” dan mengatakan itu “memalukan” melalui radio di balapan rumah perusahaan Jepang pada tahun 2015.

Dan ketika dia bersama Ferrari pada 2013, dia memprovokasi teguran publik dari ketua Luca Di Montezemolo ketika dia mengatakan pada sebuah wawancara TV yang menanyakan apa yang dia inginkan untuk ulang tahunnya: “Mobil orang lain.”

Warga Prancis Abiteboul mengatakan dalam sebuah wawancara eksklusif “Kami membahas hal itu. Ini juga salah satu alasan mengapa penting baginya untuk mengambil cuti setahun, untuk meninggalkan olahraga.

“Kau tahu, jangan meremehkan betapa kejamnya, betapa beracunnya F1.

“Tidak peduli seberapa keras Anda bekerja, seberapa keras Anda mencoba, seberapa baik Anda berpikir Anda, kadang-kadang itu tidak mungkin.

“Dan saya pikir itulah yang pada satu titik membakar kita masing-masing kecuali mungkin Toto (Wolff) dan Mercedes dan Lewis (Hamilton). Dan melakukan istirahat semacam ini adalah jaminan terbaik bahwa hal-hal ini tidak akan terjadi lagi.”

Alonso akan berusia 40-an di pertengahan musim 2021, usia yang sama dengan Michael Schumacher ketika ia kembali dengan sukses pada 2010-12.

Tapi Abiteboul mengatakan dia tidak ragu Alonso bisa tampil di level tertinggi pada 2021.

“Ini bukan kekhawatiran,” kata Abiteboul. “Itu adalah sesuatu yang kami ambil. Kami telah meluangkan waktu untuk membahasnya.

“Yang paling penting bukanlah status fisik atau situasi, itu lebih merupakan motivasi. Saya kira satu hal yang memengaruhi tingkat kinerja Anda pada usia tertentu adalah tingkat motivasi Anda.

“Motivasinya kuat, dan karena itu menurut saya, usia bukan merupakan faktor selama masa kontrak kita.”

Renault mengontrak Alonso setelah pertukaran driver pramusim untuk 2021 di mana Ferrari memutuskan untuk menggantikan Sebastian Vettel dengan Carlos Sainz dan Daniel Ricciardo memutuskan untuk meninggalkan Renault dan menandatangani kontrak dengan McLaren.

Tapi Abiteboul mengatakan, diskusi Renault dengan Alonso sudah ada sejak empat tahun yang lalu di tahun 2016.

“Diskusi dimulai jauh sebelum keputusan Daniel untuk pergi ke McLaren,” katanya. “Saya tidak tahu di mana segalanya akan memberi kita jika Daniel membuat keputusan yang berbeda tetapi jelas, jujur ​​saja, waktu keputusan Daniel tidak membantu – kami fokus pada aspek lain.

“Tetapi karena berada di belakang (kita), hari ini saya sangat nyaman dengan keputusan ini.”

Bacalah ‘Fernando Alonso dari Andrew Benson: Pembalap F1 hebat yang tidak dapat istirahat’, melihat kembali pada 17 tahun juara dunia Alonso yang sudah 17 tahun berada di Formula 1 di sini.

Continue Reading

Balapan Mobil

Fernando Alonso akan kembali ke F1 bersama Renault pada musim depan

Published

on

WarungSports – Fernando Alonso akan kembali ke Formula 1 bersama Renault tahun depan. Juara dunia dua kali Spanyol itu, yang akan berusia 39 akhir bulan ini, telah menandatangani dan akan segera dikonfirmasi

Alonso akan kembali ke pakaian dengan siapa dia memenangkan Kejuaraan Dunia, dan untuk siapa dia telah mengemudi dua kali selama karirnya.

Dia meninggalkan F1 pada 2018 dan akan melakukan upaya ketiga untuk memenangkan Indianapolis 500 dengan McLaren pada Agustus.

Seorang juru bicara Renault mengatakan tim “menolak mengomentari rumor”.

Alonso akan bermitra dengan pelatih asal Prancis Esteban Ocon dan menggantikan pemain Australia Daniel Ricciardo, yang pindah ke McLaren pada akhir musim ini.

Kenapa dia kembali?
Ketika dia meninggalkan olahraga, Alonso mengatakan dia melakukannya karena dia telah “mencapai di F1 lebih dari yang saya impikan dan sudah waktunya untuk mencapai hal-hal yang lebih besar di luar F1”.

Namun Alonso diketahui telah melakukan pembicaraan dengan Renault sejak November tahun lalu, dan pada Mei tahun ini penasihatnya, Flavio Briatore, mengatakan ia “termotivasi dan siap untuk kembali ke F1”.

Orang dalam mengatakan bahwa mereka percaya bahwa waktu luangnya dari F1 telah mengingatkannya bahwa tidak ada motorsport lain yang mendekati tingkat kepuasan yang mungkin di puncaknya.

Tetapi Alonso harus menerima bahwa dia tidak mungkin langsung kompetitif. Tahun depan, tim harus menggunakan mobil yang sama seperti pada tahun 2020 sebagai akibat dari perubahan peraturan yang diperkenalkan karena krisis coronavirus, dan Renault adalah mobil lini tengah pada lomba pembukaan musim di Austria pada akhir pekan.

Alonso akan berharap aturan teknis baru diperkenalkan pada 2022 dalam upaya untuk menutup lapangan, serta batasan anggaran pada tim, akan memungkinkan Renault untuk bersaing dekat ke depan.

Kebangkitan karier di Dunia F1

Fernando Alonso akan kembali ke F1 bersama Renault pada musim depan

Fernando Alonso akan kembali ke F1 bersama Renault pada musim depan

Selain dua gelar dunianya, Alonso telah memenangkan 32 grand prix, yang menempatkannya di urutan keenam dalam daftar sepanjang masa, dan dianggap sebagai salah satu pembalap terbesar dalam sejarah.

Dia juga nyaris melewatkan tiga Kejuaraan Dunia lainnya – pada 2007 dengan McLaren, dan pada 2010 dan 2012 dengan Ferrari.

Tapi dia belum pernah memenangi balapan sejak Grand Prix Spanyol 2013, dan empat tahun terakhirnya di F1 bersama McLaren adalah pertempuran yang membuat frustasi bagi tim yang sedang mengalami penurunan dan, pada awalnya, menyangkal fakta itu.

McLaren sejak itu memulai kebangkitan – mereka berada di urutan keempat dalam kejuaraan konstruktor tahun lalu, menyusul Renault.

Sejak meninggalkan F1, Alonso telah menjadi pemenang dua kali Le Mans 24 Hours, menambah kemenangan pada 2019 menjadi kemenangan pertamanya pada 2018, dan juga berkompetisi di Reli Dakar.

Pembalap Spanyol itu telah menetapkan dirinya sendiri target untuk memenangkan triple crown motorsport, di mana dia perlu menambahkan Indy 500 ke Grand Prix Monaco dan kemenangan Le Mans yang telah dia raih.

Alonso membintangi debutnya di Indy pada 2017, mengendarai mobil bermerek McLaren yang dijalankan oleh Andretti Autosport.

Tetapi upaya kedua tahun lalu dengan tim McLaren yang baru didirikan berakhir dengan rasa malu, setelah ia gagal lolos karena apa yang diakui tim adalah serangkaian kegagalan organisasi.

Masih harus dilihat apa yang akan ia katakan tentang ambisinya di Indy setelah tahun ini, karena ras paling terkenal di AS biasanya bentrok dengan Grand Prix Monako.

Continue Reading

Trending

Copyright © 2021 by WarungsSports