Connect with us

MMA

Panik! Duel Ulang Robert Whittaker vs Israel Adesanya Kembali Terancam Mundur

Published

on

Warungsports – Israel Adesanya (rekor MMA 21-1) dan Robert Whittaker (23-5) pernah dipertemukan oleh UFC untuk perebutan gelar juara kelas menengah pada Oktober 2019.

Pertandingan tersebut berakhir dengan Israel Adesanya berhasil keluar sebagai pemenang dan menduduki takhta juara kelas menengah UFC.

Sejak kekalahan tersebut, Robert Whittaker kembali berusaha mendapatkan jalan ke perebutan sabuk juara lagi dengan memperoleh tiga kemenangan beruntun atas Darren Till, Jared Cannonier, dan Kelvin Gastelum.

Sementara itu, Israel Adesanya justru menuai kegagalan menjadi juara dua divisi berbeda di UFC setelah kalah dari Jan Blachowicz pada bulan Maret.

Kendati kalah, Israel Adesanya tetap bisa mempertahankan sabuk juara kelas menengah yang dipegangnya setelah mengalahkan Marvin Vettori di UFC 263.

Setelah kemenangan tersebut, Presiden UFC, Dana White, mengumumkan bahwa duel ulang antara Israel Adesanya vs Robert Whittaker akan jadi pertarungan selanjutnya.

Semula duel ulang antara Adesanya dan Whittaker akan terhelat di UFC 268 pada bulan November lalu di Madison Square Garden, New York.

Sayangnya, rencana tersebut harus batal terjadi lantaran adanya aturan terkait pembatasan penerbangan di Amerika Serikat akibat pandemi COVID-19.

Pada akhirnya UFC memutuskan untuk memindahkan pertarungan tersebut menuju UFC 271 yang berlangsung pada tahun depan.

Akan tetapi, menurut pelatih kepala Israel Adesanya, Eugene Bareman, duel perebutan sabuk juara kelas menengah di UFC 271 tersebut masih jauh dari kata final.

Baca Juga :  UFC Pastikan Justin Gaethje Akan Lawan Charles Oliveira

“Rob dan orang-orangnya, manajernya yang luar biasa, tidak dapat mengamankan pertarungan ini dan mereka panik,” ucap Eugene Bareman kepada Submission Radio dikutip Juara.net dari BJPenn.com.

“Jadi mereka mengeluarkan cuitan bodoh ini dan itu. Ini seperti, sobat, santai saja dan berlatihlah.”

“Itu saja yang kami lakukan. Kalian melakukan hal yang sama. Biarkan kami yang menangani bisnis karena kalian tidak mampu.”

“Tim manajemen itu tidak mampu. Jadi, kami hanya akan menangani sisi bisnis dan jika ini adalah arah yang akan dituju untuk pertarungan itu, menuju Robert, maka kami akan mengamankannya untuk Anda.”

“Kami akan melakukan pekerjaan Anda untuk Anda. Tetapi, hal-hal memalukan ini di media sosial.”

“Hal semacam itu tidak berarti apa-apa. Itu hanya menunjukan rasa tidak aman Anda tentang pertarungan.”

“Jangan khawatir, kami akan menyelesaikan masalah ini,” ujar Eugene Bareman.

Lebih lanjut, Bareman melanjutkan diskusi terkait kemungkinan yang akan terjadi pada duel ulang nantinya.

Tim dari Israel Adesanya berharap duel bisa berlangsung di Australia karena hal itu yang diinginkan oleh sang juara kelas menengah UFC.

Namun, semua keputusan berada di pihak UFC dan Robert Whittaker apakah duel akan terhelat di Australia atau kembali batal terjadi setelah mundur dari UFC 268 di bulan November lalu.

Untuk saat ini penggemar hanya bisa dibuat menunggu kepastian terhelatnya duel ulang antara Robert Whittaker vs Israel Adesanya.

Advertisement Smiley face
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MMA

UFC Pastikan Justin Gaethje Akan Lawan Charles Oliveira

Published

on

By

Warungsports – Charles Oliveira selaku juara kelas ringan akan dijadwalkan menghadapi Justin Gaethje pada acara UFC 274.

Dengan kabar ini posisi Justin Gaethje tak akan diambil oleh Conor McGregor yang semula digadang-gadang bakal mendapatkan laga perebutan gelar juara melawan Charles Oliveira.

Conor McGregor sebelumnya sempat menjadi kendidat penantang terdepan Charles Oliveira.

Hal ini terjadi usai Charles Oliveira berhasil mempertahankan gelar juara pertama kali pada akhir tahun lalu.

Saat itu, Oliveira mendapatkan tantangan dari Conor McGregor usai mengalahkan Dustin Poirier di acara UFC 269.

Ketertarikan McGregor lalu ditanggapi oleh Oliveira yang berharap bisa menghadapi petarung berjuluk The Notorious sebagai penantang berikutnya.

Bahkan Oliveira sempat meminta kepada UFC dan Gaethje untuk memberikan tempat terdepan kepada McGregor.

Tentu saja Gaethje hal ini tak dapat terima Gaethje. Dia merespons dengan melayangkan ancaman serius jika McGregor mendapatkan keistimewaan.

Baca Juga :  UFC Pastikan Justin Gaethje Akan Lawan Charles Oliveira

Gaethje menyebut opsi menjadikan McGegor penantang gelar juga tak relevan karena belum pernah mencatatkan satupun kemenangan di laga kelas ringan sejak 2018 lalu.

Maka dari itu dia tak rela jika posisinya diambil oleh McGregor dalam laga perebutan gelar juara.

Dengan perseturuan yang terjadi, UFC dilaporkan MMAjunkie.com telah membuat keputusan soal sosok yang akan melawan Oliveira ke depan.

McGregor dipastikan tak akan mengisi laga perebutan gelar juara dengan Gaethje yang akan berlaga melawan Oliveira.

Laga Oliveira vs Gaethje dilaporkan akan berlangsung di acara UFC 274 pada Mei mendatang.

Dengan pertemuan kedua petarung, maka acara UFC 274 akan memiliki dua laga perebutan gelar juara.

Satu laga lain adalah duel perebutan gelar juara kelas berat ringan yakni Glover Teixeira vs Jiri Prochazka.

Continue Reading

MMA

Amuk Dewa Perang, Bayi Pembunuh Menangis di Episode Ketiga

Published

on

By

Warungsports – Deiveson Figueiredo bersua untuk ketiga kalinya dengan Brandon Moreno, Si Bayi Pembunuh pada UFC 270, Minggu (23/1/2022).

Bertanding di Honda Center, Amerika Serikat, Deiveson Figueiredo merebut sabuk juara kelas terbangnya lagi melalui keputusan mutlak.

Sebelumnya Deiveson Figueiredo harus rela sabuk juaranya diambil Brandon Moreno karena kalah pada pertemuan kedua.

Sedangkan dalam laga pertama, kedua petarung tersebut harus puas meraih hasil imbang.

Brandon Moreno dan Deiveson Figueiredo sama-sama menjaga jarak pada awal ronde pertama.

Sesaat kemudian, Brandon Moreno memojokkan Deiveson Figueiredo ke tepi arena untuk berusaha melakukan takedown.

Akan tetapi, petarung asal Brasil tersebut mampu bertahan meski gerakannya terkunci oleh Brandon Moreno.

Jab-jab kecil dilancarkan Brandon Moreno namun hal itu belum cukup untuk bisa menjatuhkan sang Dewa Perang.

Sementara itu, Deiveson Figueiredo lebih memilih untuk melancarkan lowkick yang sempat membuat Bayi Pembunuh terjatuh.

Low spinning kick cantik dari Brandon Moreno berhasil dibalas sebuah tendangan dari Figueiredo sebelum bel berakhirnya ronde pertama berbunyi.

Ronde kedua berjalan, Deiveson Figueiredo tampil lebih agresif melalui upayanya membanting Brandon Moreno.

Berbeda dengan Figueiredo yang tampak agresif dan murka, Brandon Moreno justru lebih bersabar dengan menunggu serangan.

Melalui stand fighting, kedua petarung itu lantas saling bertukar pukulan brutal pada akhir ronde kedua.

Baca Juga :  UFC Pastikan Justin Gaethje Akan Lawan Charles Oliveira

Pada ronde ketiga, Deiveson Figueiredo langsung memberikan tekanan dan mencoba untuk melakukan submission kepada Brandon Moreno.

Meski usaha tersebut gagal, Figueiredo kembali melontarkan kombinasi pukulan yang sempat membuat Brandon Moreno terpelanting.

Perlawanan juga diberikan Brandon Moreno yang sempat membuat Figueiredo goyah dengan pukulannya.

Pada akhir ronde ketiga, Figueiredo mencoba melancarkan kuncian namun beruntung Brandon Moreno terselamatkan oleh bunyi bel.

Tensi kian panas saat memasuki ronde keempat, di mana Figueiredo berusaha untuk mengambil kaki Brandon Moreno.

Petarung asal Meksiko tersebut tampak menjaga jarak dengan sesekali mencari celah agar bisa melakukan serangan ke arah Figueiredo.

Brandon Moreno sempat kembali terpojok oleh rear waist lock Deiveson Figueiredo namun dia masih mampu melewati ronde keempat.

Inisiatif langsung diambol Brandon Moreno pada awal ronde kelima dengan menjatuhkan Deiveson Figueiredo.

Namun usaha tersebut belum membuahkan hasil, kedua petarung itu kembali menjaga jarak jangkauan mereka.

Percobaan yang sama juga dilakukan Deiveson Figueiredo untuk menjatuhkan Brandon Moreno namun itu belum berhasil.

Duel kian brutal saat Deiveson Figueiredo melancarkan pukulan dan head kick yang sempurna ke arah Brandon Moreno.

Setelah saling menjaga jarak, kedua petarung itu saling melancarkan pukulan di akhir laga.

Alhasil, Deiveson Figueiredo dinyatakan keluar sebagai pemenang melalui keputusan mutlak.

Continue Reading

MMA

Giring Hingga 5 Ronde, Francis Ngannou Banting Rekor Ciryl Gane

Published

on

By

Warungsports – Francis Ngannou harus menghadapi mantan rekan sparringnya yakni Ciryl Gane dalam event UFC 270.

Bertanding di Honda Center, California, Amerika Serikat, Francis Ngannou meraih kemenangan melalui keputusan mutlak.

Hasil ini membuat Francis Ngannou sukses mempertahankan sabuk juara kelas berat UFC.

Di sisi lain, kekalahan dari petarung berjuluk The Predator ini membuat rekor Ciryl Gane ternoda.

Untuk pertama kalinya, petarung asal Prancis tersebut menderita kekalahan dari 10 laga yang dijalaninya sejak debut pada 2018.

Ciryl Gane langsung melancarkan percobaan untuk menjatuhkan Francis Ngannou pada awal ronde pertama.

Setelah berhasil lolos, giliran petarung berjuluk The Predator tersebut memojokkan Ciryl Gane ke tepi oktagon.

Tensi kembali panas tatkala Francis Ngannou membuat Ciryl Gane kewalahan dengan pukulan kombinasi jabnya.

Sempat melancarkan bodykick, Ciryl Gane berhasil menahan perlawanan Francis Ngannou pada ronde pertama.

Ciryl Gane membuka pertarungan ronde kedua dengan low kick yang tak mengarah sempurna ke Francis Ngannou.

Tempo pertarungan berjalan lebih lambat setelah Francis Ngannou banyak menunggu untuk mendapatkan celah Ciryl Gane.

Di sisi lain, Bon Gamin terus memberikan pancingan kepada Francis Ngannou dengan lowkick-nya.

Hingga akhir ronde kedua, kedua petarung masih melancarkan tempo yang sama.

Baca Juga :  UFC Pastikan Justin Gaethje Akan Lawan Charles Oliveira

Pada ronde ketiga, Ciryl Gane berupaya untuk membuat Francis Ngannou lelah dengan pergerakannya di oktagon.

Namun malah bagi petarung asal Prancis itu yang kena bantingan dari Francis Ngannou.

Tak ayal, kondisi ini dimanfaatkan Francis Ngannou untuk mengunci pergerakan Ciyrl Gane.

Sempat kembali melakukan bantingan, Francis Ngannou belum mampu mengakhiri perlawanan Ciryl Gane pada ronde ketiga.

Pada ronde keempat, Francis Ngannou kembali mencoba mendominasi arena melalui serangan yang dia lancarkan.

Petarung asal Kamerun tersebut lagi-lagi melancarkan bantingan dan berupaya untuk mengunci Ciryl Gane.

Ciryl Gane sulit untuk lepas dari cenkeraman Francis Ngannou yang membantingnya lagi di tepi oktagon.

Dan lagi, Ciryl Gane kembali terselamatkan oleh adanya bunyi bel berakhirnya ronde keempat.

Honda Arena kian bergemuruh pada ronde kelima alias ronde terakhir.

Meski demikian, tempo lambat masih dipertontonkan kedua petarung itu.

Setelah sering terpojok, Ciryl Gane mampu melakukan takedown kepada Francis Ngannou walau tak bertahan lama.

Melalui sebuah gerakan, Francis Ngannou justru membalikkan keadaan dengan pitingan dan pukulan ke arah Gane.

Kedua petarung itu berhasil melalui ronde kelima dengan baik sebelum akhirnya, Francis Ngannou dinyatakan menang melalui Decision.

Continue Reading

MMA

Bos UFC Tanggapi Gertakan Nate Diaz soal Duel Lawan Dustin Poirier

Published

on

By

Warungsports – Nate Diaz dan Dustin Poirier sebelumnya pernah dijadwalkan bertarung pada UFC 230 pada November 2018 lalu.

Namun, pertarungan di divisi kelas ringan tersebut urung terwujud setelah cedera membuat Dustin Poirier memilih mundur.

Poirier kemudian membeberkan bahwa negosiasi kontrak yang bertele-tele karena sikap Diaz yang keras kepala membuatnya lebih memilih memulihkan fisiknya.

Permasalahan tersebut sampai saat ini sering dibahas antara Poirier dan Diaz.

Lebih-lebih belakangan ini kedua petarung sering terlibat psy war, entah melalui ejekan di media sosial atau wawancara.

Diaz dan Poirier telah menyatakan keinginan mereka untuk melanjutkan perseteruan ke duel di dalam oktagon.

Melalui akun Twitternya, Diaz menuntut UFC segera membuatkan kontrak pertarungan melawan mantan juara interim kelas ringan itu.

“UFC berhentilah bermain-main dengan saya, anggap ini merupakan tanda tangan saya untuk melawan dia,” tulis Diaz.

“Saya berusaha untuk bertarung selama satu menit, berhentilah memperlambat pertandingan nyata. Sekaranglah waktunya,” lanjutnya.

Poirier sebelumnya mengaku dihubungi UFC perihal wacana pertarungan melawan adik dari Nick Diaz tersebut.

Menurut The Diamond, kontrak pertarungan melawan Diaz akan segera dibuat dan tinggal menanti kabar baik saja.

“Sejujurnya, hal yang membuat saya berapi-api adalah saya mendapatkan telepon. Namun, saya tidak bisa membahasnya,” tutur Poirier kepada Teddy Atlas.

“Pemberitahuannya relatif singkat. Saya tidak senang mempersulit diri sendiri dan mengambil pertarungan dengan persiapan yang singkat, tapi kita lihat saja nanti.”

Baca Juga :  UFC Pastikan Justin Gaethje Akan Lawan Charles Oliveira

“Saya tidak ingin berbicara banyak.”

“Belum ada kontrak yang ditandatangani, tetapi jika berhasil, saya akan mengambilnya. Saya sudah setuju, sekarang kami tinggal menunggu dia (Diaz),” tutur dia lagi.

Dana White akhirnya angkat bicara menanggapi permintaan Diaz perihal pertarungan melawan Poirier.

Berbicara kepada ESPN, Dana White mengaku tertarik mengagendakan pertarungan itu tetapi dia belum mengonfirmasi kesepakatan apa pun.

“Tentu saja kami tertarik. Ini yang akan kami lakukan, kami membuat pertarungan setiap pekan. Dia akan mendapatkannya,” beber Dana White kepada ESPN.

“Apa yang terjadi adalah beberapa petarung masuk secara tiba-tiba dan mengatakan mereka ingin melakukan ini, mereka ingin melakukan itu.”

“Kami telah menetapkan agenda pertarungan sampai 2 Mei mendatang. Semuanya sudah diatur, sudah selesai. Tentu Nate Diaz akan bertarung.”

“Kami memiliki kontrak untuk memberi semua petarung tiga laga dalam setahun. Mereka akan mendapatkannya. Dia akan mendapatkannya,” imbuhnya.

Diaz terakhir kali bertarung pada UFC 263, Juni 2021 lalu. Dalam pertarungan divisi kelas welter itu, dia menerima kekalahan dari Leon Edwards.

Poirier juga menerima kekalahan dalam pertarungan terakhirnya, yaitu dari juara kelas ringan, Charles Oliveira, pada UFC 269, Desember 2021 lalu.

Continue Reading

MMA

Demi Tujuan Mulia, Ciryl Gane Akan Habisi Francis Ngannou

Published

on

By

Warungsports – Ciryl Gane dijadwalkan bertanding melawan juara kelas berat, Francis Ngannou, pada UFC 270 di Honda Center, California, Amerika Serikat, Minggu (23/1/2021) pagi WIB.

Pertandingan Francis Ngannou vs Ciryl Gane akan menentukan siapakah penguasa sesungguhnya di divisi petarung jumbo pada UFC.

Gane sendiri menjadi juara interim setelah mengalahkan penantang gelar terdepan, Derrick Lewis, melalui TKO pada UFC 265 tahun lalu.

Petarung berkebangsaan Prancis tersebut memperpanjang rekor tak terkalahkan dalam tujuh laga beruntun di oktagon.

Latar belakang Gane bisa dibilang mentereng.

Memulai karier bela diri pada 2014, petarung berdarah Guadalupe itu tak pernah kalah pada kickboxing (13-0) maupun MMA (10-0).

Pada UFC pun Gane telah mengalahkan lawan kuat yaitu Junior dos Santos, Jairzinho Rozenstruik, Alexander Volkov, sampai Derrick Lewis.

Penampilan yang cenderung dominan membuat Gane dipandang sebagai petarung terbaik di kelas berat saat ini.

Pada laga akhir pekan ini pun Gane sedikit lebih diunggulkan daripada Ngannou.

Namun, Bon Gamin (Si Anak Baik), demikian Gane dijuluki, memilih tetap membumi.

Baca Juga :  UFC Pastikan Justin Gaethje Akan Lawan Charles Oliveira

Bagi petarung berusia 31 tahun tersebut, titel petarung terbaik belum pantas disandang sebelum mengalahkan sang juara bertahan.

“Saya juara interim (sementara), bukan juara sejati,” kata Gane, dikutip Warungsports.id dari MMAjunkie.com.

“Saya bukan yang terbaik. Saya bukan petarung terkuat di dunia. Hari ini, petarung terkuat adalah Francis.”

“Kalau saya ingin menjadi petarung terkuat, saya harus mengalahkan Francis.”

Gane tidak hanya memikirkan legasinya sendiri. Dia berharap prestasinya bisa berdampak positif kepada dunia MMA di Prancis.

“Saya merasa orang-orang sangat bangga tentang ini, tetapi ini bukan gelar juara dan hanya juara interim,” ujar Gane.

“Bukan berarti gelar ini tidak ada artinya. Ini spesial juga. Ini adalah sebuah pencapaian baru di negara saya.”

“Saya ingin membawa lebih banyak media, membuat petarung lebih bersinar di negara saya. Kami memiliki banyak gaya bertarung di MMA, kickboxing, semua olahraga.”

“Saya ingin membuat mereka bersinar.”

Dapatkah Cirly Gane menaklukan Francis Ngannoe? patut kita tunggu MMA lovers.

Continue Reading

MMA

Francis Ngannou Ungkap Alasan Rela Dibayar Pakai Bitcoin pada UFC 270

Published

on

By

Warungsports – Francis Ngannou akan mempertaruhkan sabuk juara kelas ringan UFC untuk pertama kalinya usai mendapatkannya pada Maret 2021.

Pada UFC 270 ujung pekan ini, Francis Ngannou bertarung menghadapi Ciryl Gane di Honda Center, Anaheim, California, Amerika Serikat.

Petarung berjuluk The Predator itu mempunyai rekor pertarungan 16-3, sedangkan Gane masih belum terjamah kekalahan dengan 10-0.

Jelang pertarungan menghadapi Gane, Ngannou menyampaikan kabar mengejutkan.

Dia mengaku siap menerima setengah bayaran yang diterima hasil dari UFC 270 dengan Bitcoin.

“Telah berbicara dengan keluarga dan teman-teman saya di ruang crypto,” tulis Ngannou di Twitter, Sabtu (15/1/2022).

“Bitcoin sangat besar di Afrika dan saya berpikir untuk membawa setengah bayaran dari pertarungan dalam bentuk coin tersebut.”

“Bitcoin adalah masa depan dan saya percaya,” tambahnya.

Adapun alasan Ngannou rela dibayar BTC lantaran percaya akan aset tersebut.

“Setelah melakukan banyak penelitian tentang Bitcoin, saya benar-benar percaya itu adalah masa depan uang,” tutur Ngannou, dikutip BolaSport.com dari Coin Telegraph.

“Bitcoin itu bernilai, aman, dan tidak ada yang bisa mengacaukannya,” katanya melanjutkan.

Baca Juga :  UFC Pastikan Justin Gaethje Akan Lawan Charles Oliveira

Ngannou berencana mengambil setengah bayaran dari UFC 270 dalam bentuk Bitcoin via Cash App.

Dikabarkan oleh Coin Telegraph, petarung Kamerun itu mendapat bayaran dengan jaminan 750.000 USD atau setara Rp 10 miliar.

Ngannou bukan petarung MMA pertama yang mau menerima penghasilan dalam Bitcoin.

Mantan petarung MMA yang pernah bergabung dengan UFC, Kevin Lee, sebelumnya mengatakan akan menerima bayaran dalam bentuk Bitcoin.

Hal itu diungkapkan Kevin Lee ketika bergabung dengan promosi milik Khabib Nurmagomedov, Eagle Fighting Championship (Eagle FC) pada wawancara 17 Desember 2021.

Bitcoin saat ini adalah cryptocurrency terbesar nomor satu dalam kapitalisasi pasar menurut situs Coinmarketcap.

Pada pukul 12.43 WIB, BTC diperdagangkan dengan nilai 41.802 USD atau setara Rp 600 juta menurut Coinmarketcap.

Harga BTC tersebut tercatat melemah 0,82 persen dalam waktu 24 jam dan 2,08 dalam waktu 7 hari.

Menurut situs Coingecko, BTC mempunyai harga tertinggi pada 10 November 2021 dengan nilai 69.044 USD atau sekitar Rp 922 juta.

Continue Reading

Trending

Copyright © 2021 by WarungsSports