Live Thursday, 3 September 2026
Sport Indonesia • Piala Dunia • Liga Eropa • MotoGP
Breaking
Pelari

Lalu Muhammad Zohri Pelarian Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020

Icha July 19, 2021 5 years lalu

Warungsports-Sprinter muda Lalu Mohammad Zohri akan memikul beban berat saat tampil di Olimpiade Tokyo 2020.

Kehadirannya diharapkan menjadi jawaban atas keinginan Indonesia untuk meraih prestasi olahraga di kancah internasional. Pelari Indonesia telah berbicara di Olimpiade.

Mardi Lestari lolos ke semifinal nomor lari 100 meter Olimpiade Seoul 1988. Sayangnya, setelah itu, tidak ada pelari Indonesia yang bisa menembus syarat kualifikasi Olimpiade tanpa lolos ke jalur wildcard.

Sekarang Zohri bisa mengakhiri kevakuman. Pada 19 Mei 2019, di Kejuaraan Lintasan dan Lapangan Grand Prix Emas Seiko 2019 di Stadion Nagai di Osaka, Jepang, atlet berusia 20 tahun itu memenangkan tiket Olimpiade.

Saat itu, Zohri yang baru berusia 18 tahun berhasil meraih juara ketiga dengan catatan waktu 10,03 detik. Dia hanya 0,03 detik di belakang Justin Gatlin di podium.

Peringkat kedua ditempati oleh pemain Jepang Kiryu Yoshide yang menempati peringkat kedua dengan catatan waktu 10,01 detik.

Rekor waktu 10,03 detik itu membuat atlet asal Lombok, Nusa Tenggara Barat itu bisa mengikuti olimpiade. Rekornya melebihi batas kelayakan 10,05 detik.

Selain itu, Zori juga mencetak rekor di Jepang untuk lomba lari 100 meter putra atas namanya sendiri.

Sebelumnya, catatan waktunya di Kejuaraan Atletik Asia 2019 yang digelar di Doha, Qatar pada 22 April 2019 adalah 10,13 detik.

Nama Zohri mulai menarik perhatian publik pada 2018. Pada 11 Juli tahun itu, ia membuat penampilan tak terduga di Kejuaraan Atletik Dunia U-20 2018 di Tampere, Finlandia.

Ia mengukir sejarah dan menjadi sprinter Indonesia pertama yang meraih medali emas di nomor lari 100 meter yang merupakan nomor paling bergengsi di lintasan dan lapangan.

Bersaing dengan tujuh sprinter muda terbaik di dunia, Zokhri memimpin dengan 10,18 detik, mengalahkan pemain Amerika Anthony Schwartz dan Eric Harrison, keduanya mencetak 10,22 detik.

Rentetan hasil Zohri cukup mencengangkan, apalagi kini ia juga dinilai sebagai pelari tercepat se-Asia Tenggara dengan waktu terbaik 10,03 detik.

Sayangnya, Zohri gagal memperbaiki atau hanya mempertahankan rekor gemilang ini saat mengikuti Kejuaraan Dunia IAAF 2019 di Stadion Internasional Khalifa di Doha, Qatar pada 27 September 2019.

Dia hanya finis keenam di 100 meter putra dalam 10,36 detik, gagal mencapai ambisinya untuk memecahkan rekor pribadi 9 detik.

Mengingat kurangnya pengalaman Zohri dalam mengikuti Kejuaraan Dunia, hasilnya dapat dimengerti.Pemain elit telah berpartisipasi dalam Kejuaraan Dunia, seperti juara AS Christian Coleman dan Justin Gatlin, dan sprinter Jepang Abdul Haki keturunan Ghana, Msani Brown.

Selain minimnya waktu terbang, Zohri juga mengaku sering kehilangan konsentrasi saat balapan di lintasan dan sering menoleh ke pelari yang menjadi pesaingnya.

“Saya sering sulit berkonsentrasi selama pertandingan, bahkan mudah terganggu dengan kebisingan. Tapi saya berusaha melatih diri untuk berkonsentrasi,” kata Zohri

Percaya diri, mentalitas, dan kemampuan untuk tetap fokus adalah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Zori sebelum mengikuti Olimpiade Tokyo.

Sayangnya, karena pandemi, tidak bisa diasah di berbagai kejuaraan internasional. Jadi apa peluangnya untuk berpartisipasi di Olimpiade Tokyo? Anda dapat mengatakan bahwa ini tidak mudah. Hal ini terlihat dari penampilannya dalam uji coba Olimpiade Tokyo di Stadion Olimpiade pada Mei lalu.

Tanpa kompetisi internasional yang diikutinya sepanjang tahun 2020, Zohri tidak akan tampil maksimal saat tampil di kompetisi tersebut. Setelah mencatat waktu 10,34 detik di kualifikasi, ia mampu memasuki babak final lomba lari 100 meter putra.

Sayangnya, ia gagal bersaing dengan pemain lain di final. Pelari berusia 20 tahun itu hanya mengukir 10,45 detik. Zohri menempati urutan ketujuh atau memperluas posisinya.

Dia tertinggal 0,21 detik dari petenis Amerika Justin Gatlin, yang mencatat waktu tercepat di kuarter terakhir dengan 10,24 detik.

Setelahnya, Zohri meminta maaf kepada publik melalui pesan video, namun gagal memenuhi ekspektasi. Namun, dia bertekad untuk menebus kesempatan berikutnya.

“Harapan saya di kejuaraan berikutnya, saya bisa berperan lebih besar, bisa berbuat lebih baik, bisa melakukan yang terbaik. Amin,” ujarnya.

Berita Terkait