Live Sunday, 26 July 2026
Sport Indonesia • Piala Dunia • Liga Eropa • MotoGP
Breaking
Badminton

Ganda Putra Kalah Semua di Denmark Open 2021: Kenapa Ini

Elvina October 23, 2021 5 years lalu

Warungsports – Ganda putra Indonesia tidak bersisa di Denmark Open 2021. Pelatih Herry Iman Pierngadi berbicara tenaga atletnya menurun setelah bertanding di Piala Thomas 2020.

Indonesia menurunkan kekuatan penuh di Denmark Open yang digelar saat 19 Oktober kemaren. Total ada enam pasang yang dimampukan bisa tampil sehebat mungkin di turnamen BWF World Tour Super 1000 tersebut.

Kemudian, selain empat pasang yang memang sudah tampil di Piala Thomas dan Piala Sudirman yaitu:

  • Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon
  • Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan
  • Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto
  • Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin
  • Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana
  • Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan

Namun, dari total semua ada enam pasang tersebut, prestasi terbaik mereka hanya hingga perempatfinal yang didapatkan Fajar/Rian dan Fikri/Bagas. Sementara itu, ganda-ganda andalan Indonesia secara mengejutkan kalah di babak-babak awal.

Herry IP menyadari keadaan pemainnya yang sudah tidak maksimal. Terlebih mereka baru berjuang mati-matian di Piala Thomas minggu akhir lalu. Saat itu, Indonesia sukses menjadi juara dan mendapatkan trofi pertamanya saat ‘hilang’ 19 tahun lalu.

“Sementara semua pemain yang ikut Thomas Cup sudah berkurang tenaga dan fokusnya menurun, jadi cara mainnya tidak mampu maksimal,” ucap Herry.

Sedangkan bagi pemain muda, Herry berbicara tidak memberi target khusus selain menambah jam main pemain, utamanya di turnamen level 750 dan 1000.

Apresiasi khusus diberikan untuk Bagas/Fikri karena sudah bisa main yang terbaik meskipun akhirnya mesti kalah.

Di pertandingan 8 besar Fikri/Bagas yang bertemu wakil tuan rumah, Anders Skaarup Rasmussen/Kim Astrup bisa mencuri poin di pertandingan pertama, dan menjadikan lawan pada dua pertandingan berikutnya, meskipun akhirnya tetap kalah.

Bagas/Fijri menyerah setelah bermain tiga pertandingan 21-19, 11-21, 17-21 dari unggulan delapan tersebut.

“Kalau bagi pemain yang baru datang dari Jakarta ataupun pemain pelapis memang targetnya menambah pengalaman main di kelas rata-rata 750 dan 1000 supaya mampu ketemu pemain top 10 dari negara lainnya,” Herry mengatakan.

“Hasil semua yang cukup baik didapat Bagas/Fikri mampu hingga perempatfinal hanya masih kurang tenang di poin-poin terakhir di pertandingan ketiga,” tambahnya.

Berita Terkait