Connect with us

Badminton

BWF World Tour Finals: Marcus/Kevin Menang WO Lawan Shetty/Rankireddy

Published

on

Warungsports – Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo tak bertanding di BWF World Tour Finals hari ini setelah Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty mengundurkan diri.

Rankireddy/Shetty memutuskan untuk mengundurkan diri sehingga semua hasil yang diperolehnya di BWF World Tour Finals 2021 akan dibuang dan tidak dipertimbangkan. Rankireddy/Shetty akan melewatkan pertandingan terakhir saat menghadapi Lee Yang/Wang Chi Lin.

Hal ini pun berimbas pada laga pembuka antara Kim Astrup/Anders Skarup Rasmussen vs Rankireddy/Shetty yang berakhir dengan skor 21-16, 21-5. Kemenangan Astrup/Rasmussen dianggap tidak ada.

Sejauh ini, Kevin/Marcus baru resmi meraih satu kemenangan atas Lee/Wang.

Dua entri ke semi final BWF World Tour 2021 kini hanya berpasangan untuk Minion, Astrup/Rasmussen dan Lee/Wang.

Astrup/Rasmussen akan menghadapi Lee/Wang hari ini, sedangkan duel Minions vs Astrup/Rasmussen akan berlangsung pada Jumat (3/12).

Kevin/Marcus sendiri adalah salah satu pemain yang memiliki turnamen kuat sejak September. Setelah berlaga di Piala Sudirman dan Piala Thomas.

Kevin/Marcus mengikuti rangkaian tiga turnamen di Eropa diikuti tiga turnamen di Bali, dengan selisih hanya satu minggu antara kedua seri tersebut.

The Minions belum mempersiapkan diri untuk Kejuaraan Dunia 2021 yang akan berlangsung pada 12-19 Desember.

Advertisement Smiley face
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Badminton

Pesan Emosional Untuk Greysia Polii Setelah Kepergian Pelatih

Published

on

By

Warungsports – Greysia Polii tak kuasa menahan emosinya saat salah satu pelatih, Chafidz Yusuf, harus pergi. Chafidz juga memainkan peran penting dalam karirnya.

Peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 itu mengungkapkan perasaannya dengan mengunggah enam foto dan video pelatih mendampinginya.

Greysia menulis: “Bagi saya, masmu @chafidz_yusuf_09 adalah salah satu tokoh utama dalam karir saya. Tidak hanya sebagai pelatih, tetapi juga sebagai ayah, teman, dan pelatih. Instingnya melihat potensi atlet sangat tinggi. Dia kuat melawannya.” Dengan akun Instagramnya greyspolii.

“Terima kasih Apri telah bersama saya dan semua juara, Juara Olimpiade 2017 adalah tahun yang tidak akan pernah saya dan Apri lupakan.”

“Tidak ada yang lebih dari terima kasih yang tulus kepada masmu,” tambah Greysia, menambahkan simbol hati ungu.

Apriyani juga menanggapi ekspresi Greysia di komentar. “Terima kasih, masmu,” tulis Apriyani di bookmark dan tulis akun pelatih.

Chafidz Yusuf mengaku tidak lagi menjadi asisten pelatih di ganda putri musim ini. Putusan itu dikeluarkan pada Senin (24/1).

Dalam percakapan dengan seorang manajer, diklarifikasi bahwa organisasi induk dari organisasi bulu tangkis nasional telah memutuskan untuk tidak memperluasnya lagi.

“Terkejut, jelas kaget (mendengar keputusannya). Jadi saya bertanya pada diri sendiri, mengapa ini terjadi? Tapi saya berpikir lagi, oke, saya menerima keputusan itu.

Sang pelatih berkata: “Ya, apa maksud Anda, yang jelas saya sangat ingin melanjutkan latihan dan menjaga para pemain tetap sukses. Tetapi keputusan itu mengejutkan saya, tetapi saya tidak bisa berbuat apa-apa.” Kata pelatih. Di Pusdiklat PBSI sejak tahun 2012.

Continue Reading

Badminton

Ahsan/Hendra Gagal di India Open 2022

Published

on

By

Warungsports Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan gagal memenangkan Indian Open 2022 karena mereka kalah dari Satwiksairaj Rankireddy /Chirag Shetty masing-masing 16-21 dan 24,26 di final.

Hendra/Ahsan dan Reddy/Shetty langsung bangkit di K.D. India Jadhav Indoor Hall, Minggu (16/1/2022) sore WIB. Poin pertama adalah 25, dengan pengembalian bersih Ahsan menghasilkan poin untuk pasangan India.

Kejar interval pertama hingga skor menjadi 7-7. Interval pertama datang dalam 8 menit dan Reddy/Shetty menang 11-9. 

Reddy/Shetty menambah poin untuk pukulan Hendra/Ahsan ke gawang. Berkat tembakan panjang Hendra, keunggulan tiga angka tetap terjaga dan skor menjadi 13-10. 

Hendra/Assan menyamakan kedudukan 13-13, dan kesalahan servis Hendra membuat Reddy/Shetty kembali memimpin 14-13.

Tembakan Hendra kembali melebar untuk membawa Reddy/Shetty memimpin. Setelah Assan online, skor menjadi 16-13.

Hendra/Ahsan tak mau menyerah. Mereka bisa saja menutup jarak, tetapi kesalahan servis membuat skor menjadi 16-18. Reddy/Shetty tidak terkejar dan memenangkan game pertama dengan skor 21-16 dalam waktu 15 menit. 

Di awal gim kedua, Hendra/Assan bisa menambah dua poin. Smash kuat Shetty mencetak gol, diikuti oleh smash Reddy untuk mengikatnya 2-2.

Skor demi skor terus terjadi hingga skor menjadi 5-5. Tembakan Reddy mengalahkan Hendra/Assan untuk memberi pasangan India itu 1 poin lagi. Tembakan itu membuat Hendra menyamakan kedudukan 6-6. Hendra/Assan tertinggal 10-11 di paruh pertama game kedua. Durasinya adalah 12 menit. 

Hendra/Assan terus bekerja keras untuk mengamankan pertandingan kedua. Mereka mampu menyamakan kedudukan menjadi 17-17. Dua kesalahan beruntun membuat Hendra/Assan kembali tertinggal, skor 17-19. Hendra/Ashan bisa menyamakan kedudukan 19-19.

Reddy/ Shetty akhirnya dapat menyamakan kedudukan disaat skor 20-20. Permainan berlanjut ke setting. Dan setelah melakukan perpanjangan, Hendra/Ahsan akhirnya takluk dengan skor 26-24.

Continue Reading

Badminton

Rumor Melati/Praveen Hilang dari Latihan Nasional, Pelatih: Tunggu Timnas

Published

on

By

Warungsports – Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti disebut-sebut menjadi salah satu pebulu tangkis yang dikeluarkan dari timnas. Manajer ganda campuran Nova Widianto menghindari spekulasi.

Menurutnya, hal ini karena pertemuan berlangsung bahkan setelah tim nasional. Nova melaporkan hal itu menyusul kabar bahwa atletnya dikeluarkan dari Pusdiklat PBSI tahun ini. Padahal, SK resmi Federasi (SK) belum keluar.

“Luar biasa, saya tidak tahu dari mana pemberitahuan itu berasal. Saya tidak pernah membuka [media sosial],” kata Nova kepada Datic Sport, Kamis (1 Juni 2022) tentang keakuratan berita olahraga.

Ia melanjutkan, “Soal promosi ke klasemen masih menunggu timnas pada awal Januari. Kami masih di luar lapangan.”

Nova kemungkinan belum mau berkomentar lebih jauh karena belum ada pertemuan lanjutan dengan PBSI untuk menentukan apakah atlet tersebut layak dipertahankan bulan ini. Dalam pengertian ini, evaluasi pelatih juga memainkan peran penting dalam pengambilan keputusan.

“Pelatih tidak ikut, hanya presiden Kabidbinpres dan PBSI. Karena itu, setelah timnas, ada rapat lanjutan yang komprehensif untuk memutuskan pemain mana yang akan ditarik atau dihubungi,” katanya.

Nova mempertanyakan manfaat dari evaluasi tersebut dan mengatakan bahwa pencapaian menjadi prioritas bagi federasi dan para pelatih. Tapi bagaimana dengan parafin/melati?

Selain kedua tayangan tersebut, masih ditekankan karena hasilnya terus menurun. Bahkan, saat tampil di Indonesia Masters 2021, keduanya ditanggapi negatif karena menganggap mereka non-kombatan dan bukan nasionalis. Toh, Nova hanya sempat menawarkan opsi lain untuk bermain di luar latihan nasional.

“Intinya adalah pencapaian satu atau dua tahun terakhir,” kata Nova. “Apa pencapaianmu? Itu harus berguna.”

Continue Reading

Badminton

Ulasan Bulu Tangkis 2021, Kemenangan Indonesia pada Thomas Cup 2020

Published

on

By

Warungsports – Tim bulu tangkis Indonesia menjadi pemuncak klasemen grup. Namun, mereka telah berjuang melawan Kanada dan Denmark dan harus bangkit dari ketinggalan (1-2) pada kedua pertandingan.

Perjuangan tim bulu tangkis Indonesia tidak berlangsung lama setelah babak penyisihan grup, karena kalah dari Malaysia yang relatif tidak berpengalaman pada perempat final Sudirman Cup 2020.

Andalan Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie tampil jauh dari penampilan terbaiknya. Hal itu membuat peluang Indonesia pada Thomas Cup 2020 tidak terlihat terlalu cerah.

Tim Thomas Indonesia memulai perjalanan pada Thomas Cup 2020 di Aarhus, Denmark dengan i menang 5-0 atas Aljazair. Mereka terancam tumbang dari Thailand saat tertinggal 1-2.

Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan Shesar Hiren Rhustavito lalu melakukan aksi penyelamatan.

Shesar sekali lagi menjadi pahlawan mereka pada pertandingan terakhir grup melawan Taiwan. Saat itu, ia memenangkan pertandingan menegangkan pada gim ketiga melawan Chi Yu Jen untuk membantu Indonesia memuncaki Grup A.

Pebul tangkis Indonesia temukan performa terbaik

Saat Indonesia menghadapi Malaysia pada perempat final, Anthony dan Marcus/Kevin membalas kekalahan mereka pada Sudirman Cup (masing-masing dari Lee Zii Jia dan Aaron Chia/Soh Wooi Yik), sebelum Jonatan Christie mengalahkan Ng Tze Yong dalam maraton 75 menit.

Pada semifinal, Indonesia melawan tuan rumah Denmark, yang secara luas dianggap memiliki tim paling lengkap untuk Thomas Cup.

Dipimpin oleh juara Olimpiade Tokyo 2020, Viktor Axelsen dan dengan pemain sekelas Anders Antonsen, Rasmus Gemke, Hans-Kristian Solberg Vittinghus, Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen dan lainnya dalam skuad, Denmark adalah paket yang tangguh.

Vittinghus, pahlawan kemenangan Denmark pada final Thomas Cup 2016 saat menghadapi Indonesia sekali lagi ditempatkan di slot favoritnya atau partai kelima untuk menjumpai Shesar.

Axelsen seperti yang diharapkan mampu mengalahkan Anthony. Namun, Minion (julukan Marcus/Kevin) menyamakan kedudukan dengan Denmark menjadi 1-1.

Antonsen lebih difavoritkan daripada Jonatan mengingat penampilan terakhir mereka, tetapi Jonatan tampil luar biasa pada hari itu, menjaga kecepatan dan menunjukkan performa yang mantap dalam pertandingan yang berlangsung 100 menit.

Fajar/Rian menutup pertandingan bagi Indonesia untuk menghancurkan harapan indah Denmark untuk meraih gelar di kandang sendiri.

Pada semifinal lainnya, China telah mengalahkan Jepang.

Langkah Kejutan

Pada babak final, Indonesia meluncurkan langkah taktis yang paling tak terduga. Fajar/Rian menjadi ganda pertama, Minion dipecah dengan Kevin ditandemkan bersama Daniel Marthin yang menjadi ganda kedua.

Kekuatan Indonesia adalah pada pasangan ganda regulernya, dan Minion telah memberikan poin pada ketiga pertandingan sebelumnya.

Seberapa berisikokah langkah itu untuk mempromosikan Daniel yang baru saja keluar dari tahun-tahun juniornya.

Ternyata, dia tidak dibutuhkan. Indonesia menutupnya pada tiga laga pertama.

Anthony solid melawan Lu Guang Zu dan Fajar/Riam mengalahkan He Ji Ting/Zhou Hao Dong, meninggalkan panggung bagi Jonatan untuk menyelesaikan kemenangan ketiganya yang luar biasa.

Pemain berusia 24 tahun itu telah memainkan dua pertandingan maraton pada dua hari sebelumnya.

Jonatan membuat Li Shi Feng tak berdaya pada gim ketiga, sementara China berantakan. Jika Shesar telah memainkan peran penting dalam perjalanan awal Indonesia, Jonatan erdiri tegak untuk menyegel di akhir.

“Pada gim ketiga saya bilang, ayo kita main 100 menit lagi. Saya hanya memotivasi diri saya sendiri. Pertandingan terakhir saya memberi saya kepercayaan diri. Saya sudah siap selama 120 menit lagi,” kata Jonatan dilansir dari BWF Badminton.

Hampir dua dekade setelah terakhir kali mereka memenangkannya, Thomas Cup sekali lagi menjadi milik Indonesia.

Continue Reading

Badminton

Atlet Bulutangkis Hendra/Ahsan Bertanding Ke India Open 2022

Published

on

By

Warungsports – Hendra Setiavan/Mohammed Ahsan akan berlaga di India Open 2022, event pertama dalam kalender BWF 2022.

Ahsan/Hendra mengaku masih berencana untuk mengikuti India Open yang akan digelar pada 11-16 Januari mendatang.

“Insya Allah kita belum menyerah. Rencananya [start] ketujuh,” kata Asan kepada CNNIndonesia.com.

Ehsan mengatakan lukanya telah membaik. Ahsan sempat mendapat masalah serius di Indonesia Open 2021 di Bali.

Soal rencana 2022, Ahsan mengaku masih menunggu keputusan PBSI untuk memanggil para pemain ke Pusdiklat Cipayung.

“Untuk saat ini, semua pemain telah dipulangkan dan akan mempertimbangkan panggilan berikutnya. Jadi, mungkin kita akan melihatnya nanti,” kata Ahsan.

Asan/Hendra saat ini merupakan duo pria terbesar ke-2 di dunia. Mereka bergabung setelah Olimpiade 2012 dan telah menjadi pilar Indonesia selama satu dekade terakhir.

Setelah putus usai Olimpiade 2016, Ehsan/Hendra kembali tampil di tahun 2018. Selama karirnya, Ehsan/Hendra berhasil merebut tiga gelar juara dunia.

Ahsan/Hendra pensiun setelah mengikuti Olimpiade 2020 di Tokyo tahun ini. Namun, Ahsan/Hendra mengatakan akan melanjutkan karir sepakbolanya.

Continue Reading

Badminton

Tunggal Putra Indonesia Habis Usai Jonatan Chrisite Kalah

Published

on

By

Warungsports– Jonatan Christie gagal membawa medali emas untuk Indonesia usai kalah sektor tunggal putra Indonesia Masters 2021. Dia hanya bisa sampai babak 16 besar usai kalah dari wakil India Kidambi Srikanth yang berlangsung kamis kemarin, 18 November 2021.

Pertandingan yang berlangsung di Bali International Convention Centre, Nusa Dua, Jonatan harus mengakui keunggulan musuh dengan skor akhir 21-13, 18-21, 15-21.

Pada gim pertama Jonatan bisa tampil apik dengan menang telak. Bahkan dia sempat menang selisih 8 poin sebelum Kidambi dapat menghasilkan poin pertamanya.

Seiring Kidambi menambah poin, Jonatan akhirnya mengakhiri interval gim pertama dengan skor yang terbilang berjarak jauh 11-5.

Usai jeda istirahat, Jonatan sempat melakukan banyak kesalahan sendiri. Itu yang membuat Kidambi sempat mengejar ketertinggalan menjadi 9 – 13. Jarak empat angka itu sempat bertahan hingga skor 15-11. Selepas itu, Jonatan langsung meraih angka beruntun dan menutup pertadingan dengan skor 21 -13.

Di awal gim kedua Kidambi langsung memperlihatkan tajinya. Dia sukses unggul 2 poin awal sebelum dikejar lagi oleh Jonatan. Namun alhasil Jonatan pun lagi-lagi tertinggal 4 angka dengan 10 -6 sebelum wasit meniup peluit Interval dengan skor 11-7.

Sehabis jeda interval, Kidambi yang kini unggul 4 poin dari Jonatan bermain lebih agresif. Beliau sempat unggul 6 angka sebelum Jonatan berusaha menyamakan kedudukan dengan skor 14-14.

Akan tetapi momentum kenaikan Jonatan itu dengan mudah dihentikan oleh Kidambi dengan smash keras yang mendarat disebelah kiri lapangan permainan Jonatan, namun pertandingan masih bisa dikendalikan oleh Jonatan dikarenakan smash dari Kidambi sering berakhir pada jaring net.

Jonatan lagi-lagi tertinggal dari Kidambi dengan skor 16-19, hal ini terjadi dikarenakan Jonatan melakukan 3 kali kesalahan beruntun. Dia sempat mengejar mati-matian sampai skor 18-19 namun tak dapat menghentikan langkah Kidambi yang meraih kemenangan di gim kedua. Smash last poin dari Kidambi tidak dapat dikembalikan dari Jonatan. Alhasil skor berakhir 21-18.

Awal pertandingan ketiga yang akan menentukan tiket perempat final Indonesia Masters 2021 kembali menegangkan. Serangkaian kesalahan yang dilakukan Jonathan membuat Kidambi memimpin 7-4.

Jarak tiga poin dipertahankan hingga 10-7. Jonathan sempat mempersempit jarak menjadi 10-9, namun tak mampu menghentikan Kidambi yang memenangkan jeda dengan skor 11-9. 

Usai jeda, reli panjang Jonathan Christie membuat Kidambi melakukan kesalahan sendiri. Jonatan mampu memaksa skor menjadi imbang 12-12. Sayang, Jonatan tak mampu menjaga momentum dan kembali tertinggal dua poin.

Skor kembali imbang 14-14, namun Kidambi mencetak 6 poin berturut-turut dan membuka jarak lagi, memenangkan match point dengan skor 20-14. Jonatan hanya bisa menambah satu poin lagi dan akhirnya menyerah 21- . 15.

Akibat dari kekalahan Jonatan Christie itu membuat Indonesia tak lagi memiliki wakil di Indonesian Masters 2021.

Continue Reading

Trending

Copyright © 2021 by WarungsSports