Connect with us

Moto GP

Bintang WSBK Kaget Sirkuit Mandalika Bisa Dibangun dengan Cepat

Published

on

o

Warungsports – Juara dunia enam kali WorldSBK (WSBK) Jonathan Rea mengaku kaget Indonesia bisa membangun sirkuit Mandalika untuk menjadi tuan rumah balapan WSBK Mandalika dalam waktu sesingkat itu.

Sirkuit Mandalika sukses menggelar seri final balapan WSBK 2021 pada 19-21 November mendatang. Rea kalah dari Toprak Razgatlioglu dalam perebutan gelar juara dunia WSBK 2021 di WSBK Circle.

Dalam video yang diposting melalui YouTube resmi Rea, pebalap Irlandia Utara itu terkejut melihat sirkuit melingkar untuk pertama kalinya. Rea mengaku bingung Indonesia bisa membangun sirkuit Mandalika dalam waktu singkat.

“Luar biasa. Lihat pitlane seperti Silverstone di F1. Bagaimana mereka bisa menyelesaikan sirkuit ini dalam waktu sesingkat itu? Gila. Saya sangat terkesan,” kata Rea.

Dalam keterangan resmi dari Kawasaki, Rei juga menyatakan bahwa sirkuit Mandalika merupakan gabungan dari beberapa sirkuit ternama dunia, yakni Termas de Rio Hondo di Argentina, Donington di Inggris dan Misano di San Marino.

“Treknya bagus, layoutnya bagus. Desainnya bagus dan punya karakter khas. Tikungan terakhir seperti Termas Rio Hondo di Argentina. Tikungan 1 hampir terasa seperti Donington. Belokan 2 ke 3 seperti sedikit. dari versi sirkuit Misano,” kata Rea.

Sebelumnya, Asosiasi Grand Prix Mandalika (MGPA) selaku pengelola sirkuit Mandalika menyatakan, sirkuit sepanjang 4,3 km ini dibangun 14 bulan sebelum WSBK menggelar balapan Mandalika.

Masih ada beberapa kelemahan pada Sirkuit Mandalika melingkar saat memegang WSBK. Selain sistem drainase yang belum sempurna, fasilitas penunjang pengunjung juga belum 100% lengkap.

Semua permasalahan tersebut diharapkan dapat diselesaikan sebelum Sirkuit Mandalika menjadi tuan rumah tes pramusim MotoGP 2022 pada Februari dan balapan MotoGP Indonesia pada Maret 2022.

Advertisement Smiley face
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Balapan Motor

Andrea Dovizioso Diragukan Bisa Langsung Melejit pada MotoGP 2022

Published

on

By

Warungsports – Andrea Dovizioso baru saja comeback di dunia balapan MotoGP bersama tim satelit Yamaha pada akhir musim 2021.

Sempat menguji motor RS-GP milik Aprilia, Andrea Dovizioso menegaskan tekadnya menjadi tandem terakhir Valentino Rossi.

Berstatus sebagai tiga kali runner up MotoGP, pembalap 35 tahun itu kini bersiap membuka lembaran baru bersama Yamaha.

Pembalap Italia tersebut datang ke Petronas SRT disaat tim itu sedang dalam posisi yang rumit.

Dua pembalap mereka, Valentino Rossi dan Franco Morbidelli tidak berhasil mencapai hasil yang diharapkan.

Selama satu musim itu, Valentino Rossi sangat kesulitan untuk bisa bersaing dengan pembalap lain.

Sedangkan Franco Morbidelli mengalami cedera dan membuatnya absen cukup lama.

Walau beberapa kali menyiapkan pembalap pengganti, mereka tak bisa berbuat banyak saat berduet dengan Valentino Rossi.

Pada akhirnya Dovizioso datang menggantikan Franco Morbidelli yang pada musim itu juga dipromosikan ke tim utama menggantikan Maverick Vinales.

Dovizioso turun balapan di sisa lima seri terakhir MotoGP 2022, dirinya berhasil mengumpulkan 12 poin dalam lima balapan.

Situasi ini tentunya jauh berbeda dari apa yang terjadi pada musim 2020.

Pada musim 2020 pembalap satelit Yamaha, Fabio Quartararo dan Franco Morbidelli bisa bertarung dalam perebutan gelar juara.

Namun, apa yang terjadi saat ini sepertinya akan sulit jika ingin kembali mencapai hal itu.

Ramon Forcada menjelaskan alasan apa yang menyebabkan pembalap Petronas SRT tidak bisa tampil kompetitif musim lalu.

“Hal pertama adalah kami memiliki motor yang sama dari tahun sebelumnya, sementara yang lain terus melakukan peningkatan,” kata Forcada dilansir Bolasport.com dari Motosan.

“Kemudian ada masalah pada fisik Morbidelli dan sulit untuk mencari pengganti yang tepat untuk runner-up musim 2020 itu,” ujarnya.

Kini, menghadapi musim 2022 ini dirinya akan bekerja sama dengan Andrea Dovizioso agar bisa kompetitif lagi.

Kerja keras harus dilakukan lantaran Ramon Forcada sepenuhnya memahami bahwa Andrea Dovizioso tak bisa langsung melejit di atas YZR-M1.

Terlebih YZR-M1 memiliki karakteristik yang berbeda jika dibandingkan motor Desmosedici GP yang telah lama ditunggangi Andrea Dovizioso.

“Dia adalah orang yang memiliki banyak informasi, yang telah berada di MotoGP selama bertahun-tahun dan itu sangat bagus,” kata Forcada.

“Bagi Dovizioso, Yamaha adalah motor yang sama sekali berbeda jika dibandingkan dengan Ducati.” Ujarnya.

“Dia tahu apa yang dia butuhkan untuk menjadi cepat, tetapi dia memiliki kesulitan untuk melakukannya,” ucap Forcada.

Terlepas dari kenyataan itu, Forcada yakin dengan pengalaman yang dimiliki, Andrea Dovizioso bisa beradaptasi dengan cepat.

“Dia sangat pekerja keras, tetapi di atas semua itu dia sangat memperhatikan detail motor, di mana detailnya penting dan membantu Anda menjadi cepat,” tutur Forcada.

“Dia bekerja berjam-jam melihat data, mempelajarinya, membandingkannya dan mencari cara terbaik,” ujarnya.

“Saya tidak tahu apakah dia bisa langsung melaju kencang, saat ini, kami belum menguji motor pabrikan 2022,” kata Forcada.

“Masalahnya jika motor Anda tidak membaik, maka hasilnya menjadi lebih buruk nantinya,” ujarnya.

Persaingan MotoGP sangat meningkat dalam beberapa tahun terakhir, terlebih dengan kedatangan pembalap-pembalap muda potensial.

“Apa yang harus kita lihat sekarang adalah apa yang akan dilakukan pabrikan lain dan apa yang akan dilakukan pembalap muda,” kata Forcada.

“Kami telah melihat bahwa mereka pada tahun 2021 telah melakukannya dengan sangat baik,” ujarnya.

Meski begitu, Dovizioso juga akan mengambil langkah maju dengan motor terbaru.

“Akan tetapi, bahwa motor baru akan menyelesaikan semua masalah itu tidak benar. Kami tetap harus bekerja keras,” ujar Forcada.

Continue Reading

Balapan Motor

Meski Diragukan, Marc Marquez Tetap Menjadi Favorit Juara MotoGP 2022

Published

on

By

Warungsports – Livio Suppo senang atas perkembangan Marc Marquez selama masa pemulihan diplopia.

Kecelakaan motocross saat latihan membuatnya mengalami masalah penglihatan ganda dan tidak bisa mengendarai sepeda motor cukup lama.

Setelah dua bulan, akhirnya Marquez diizinkan oleh Dokter untuk kembali menjajal sepeda motor dengan ketentuan dari tim medis.

Pekan lalu, Marc Marquez telah mampu mengendarai motor jalanan RC213V-S di Sirkuit Algarve, Portimao, Portugal.

Marquez merasa senang lantaran tidak lagi mengalami masalah penglihatan pada matanya ketika berkendara.

Selang berapa hari, Marquez kembali ngegas di MotorLand Aragon dengan menggunakan motor dengan kapasitas mesin yang lebih kecil.

The Baby Alien kembali berlatih dengan menggunakan motor Honda CBR600RR.

Livio Suppo mengatakan, hasil latihan yang dilakukan beberapa hari terakhir menunjukkan bahwa Marc Marquez mungkin bisa hadir pada tes pramusim Februari nanti.

“Sungguh, saya pikir begitu. Tampaknya dia melakukan semua yang dia bisa untuk siap pada musim ini,” kata Suppo dilansir Bolasport.com dari Motosan.

“Bebas dari masalah penglihatan mata yang bisa teratasi tanpa perlu menjalani operasi,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Livio Suppo mengatakan, Marc Marquez masih menjadi pembalap terkuat selama satu dekade terakhir.

“Dia gagal dalam mempertahankan gelar juara akibat cedera, mudah-mudahan dia bisa kembali ke performa terbaiknya karena dia masih sangat layak mendapatkan itu,” ujar Suppo.

Meski Marquez belum bisa dipastikan tampil pada tes pramusim dan balapan pertama di Qatar oleh Tim Repsol Honda.

Livio Suppo tetap optimis bahwa Marquez tetap menjadi favorit peraih gelar juara dunia musim ini.

“Tahun lalu dia memenangkan tiga balapan tanpa berada dalam kondisi sempurna, dan dengan perkembangan motor yang meningkat,” ucap Suppo.

Marc Marquez memang memenangi tiga balapan pada musim 2021 dan bisa bersaing secara hebat dengan pembalap lain.

Terlihat dari battle epik antara Marc Marquez dan Fransesco Bagnaia di Motorland Aragon, dirinya meladeni duel sengit dengan gaya balapnya yang dikenal agresif.

Namun beberapa pengamat, masih meragukan masa depan Marc Marquez yang bisa tampil 100 persen akibat rentetan cedera yang dialami.

Akan tetapi, bagi Suppo, Marquez tetap menjadi kandidat kuat untuk meraih gelar juara dunia.

“Bahkan jika dia tidak kembali seperti dulu, dia akan menjadi kandidat potensial untuk gelar,” kata Suppo.

Menurutnya, pembalap 28 tahun itu luar biasa, tidak mudah bagi pembalap lain untuk bisa bersaing di barisan terdepan jika mengalami cedera seperti yang Marc alami.

“Begitulah bakat yang dia punya, akan sulit bagi pembalap lain untuk bisa bersaing jika tidak dalam kondisi prima,” lanjut Suppo.

Sementara itu, Fabio Quartararo dan Fransesco Bagnaia akan menjadi saingan terbesar Marc Marquez dalam perebitan juara dunia MotoGP 2022.

Fabio Quartararo berhasil meraih juara dunia di musim pertamanya bersama tim Yamaha pabrikan.

Meski begitu, ada keraguan karena hanya dia yang bisa berkembang disbanding pembalap Yamaha lainnya.

“Quartararo menurut saya sedikit terlalu khawatir tentang kekuatan Yamaha,” kata Suppo.

Sedangkan Bagnaia merupakan pembalap yang cukup kuat dengan Desmosedici miliknya.

Perolehan hasil mengesankan musim lalu juga menjadi saingan terberat bagi Marc Marquez, bahkan murid Valentino Rossi telah mengalahkan Marquez satu kali musim lalu.

“Tentunya Pecco, menyelesaikan musim sebagai pembalap terkuat di trek,” kata Suppo.

Namun permasalahan lain yang dikhawatirkan eks manajer Tim Honda itu adalah ancaman penularan virus varian baru covid-19.

“Ini risiko yang harus dihadapi saat ini, jika pembalap tertular virus ini, tentunya akan menjadi masalah besar bagi pembalap dalam persaingan juara dunia,” kata Suppo.

Continue Reading

Balapan Motor

Ditanya Penerus Valentino Rossi, Bos MotoGP Garuk-garuk Kepala

Published

on

By

Warungsports – Setelah 26 tahun berkarier di pentas dunia, Valentino Rossi memutuskan untuk pensiun sebagai pembalap MotoGP.

Keputusan tersebut membuat Valentino Rossi tidak akan berada dalam daftar kontestan MotoGP 2022.

Kehilangan sosok berjuluk The Doctor itu memunculkan kekhawatiran bahwa MotoGP akan kehilangan daya tariknya.

Pandangan itu cukup beralasan mengingat Valentino Rossi memliki karisma yang sudah terpancar selama bertahun-tahun.

Tak sekadar ikon, Valentino Rossi merupakan salah satu pembalap berprestasi selama ada di grid MotoGP.

Sembilan gelar juara dunia dibukukan Rossi di semua kelas balap sejak debutnya pada tahun 1996 di kelas 125cc.

Valentino Rossi membukukan kemenangan terbanyak di kelas tertinggi hingga saat ini dengan torehan 89 kemenangan.

Setelah Rossi tidak ada lagi di MotoGP, siapa pembalap yang bisa mencapai level seperti dia?

Pembahasan mengenai penerus Rossi sudah sering dianalisis oleh berbagai pihak dan memunculkan beberapa nama potensial di masa depan.

Kandidat pertama penerus Rossi adalah Marc Marquez (Repsol Honda).

Marc Marquez adalah sosok yang memenuhi syarat paling dekat dengan Rossi, yaitu berprestasi dan menghibur.

Hingga sejauh ini, Baby Alien sudah menorehkan delapan gelar juara dunia di semua kelas balap.

Berikutnya ada Fabio Quartararo yang menghidupkan kembali tradisi juara Yamaha, tim pabrikan yang paling lama diperkuat Rossi.

Fabio Quartararo sukses menjadi juara dunia MotoGP 2021 setelah pasukan Iwata puasa gelar kurang lebih selama enam tahun.

Selain pembalap Prancis tersebut, perhatian khusus diberikan kepada pembalap Akademi VR46 yang merupakan anggota sekolah balap besutan Rossi.

Ada empat pembalap Akademi VR46 yang berlomba di MotoGP 2022.

Mereka adalah Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo), Franco Morbidelli (Monster Energy Yamaha), Luca Marini dan Marco Bezzecchi (Mooney VR46 Racing Team).

Selain sama-sama pernah menjadi jawara di Moto2, Francesco Bagnaia dan Franco Morbidelli telah menunjukkan kapasitasnya sebagai pembalap jempolan di MotoGP.

Morbidelli dan Bagnaia pernah menyandang runner-up MotoGP dengan masing-masing pada 2020 dan 2021.

Dari beberapa nama tersebut yang sudah dipaparkan, Carmelo Ezpeleta kemudian memberi tanggapan soal siapa yang pantas menjadi penerus Rossi.

Alih-alih menyebutkan satu nama, pria Spanyol itu justru garuk-garuk kepada lantara tak bisa menyebut siapa yang akan menjadi bintang MotoGP selanjutnya.

Bos MotoGP itu menanggap bahwa tugasnya bukan untuk menciptakan bintang, melainkan membuat ajang balapnya menjadi makin kompetitif.

“Saya tidak tahu. Saya tidak tahu apakah akan ada Valentino Rossi yang baru, tetapi mungkin tidak akan ada yang seperti Valentino,” tutur Carmelo Ezpeleta, dilansir BolaSport.com dari Tuttomotoriweb.

“Bukan kewenangan kami menciptakan Valentino Rossi yang baru. Dia menciptakan dirinya sendiri, datang dan pergi ketika dia pikir harus berhenti.”

“Kami harus berusaha membuat kejuaraan menjadi makin kompetitif. Tugas kami bukan menciptakan bintang lebih baik daripada yang lain,” tambahnya.

Continue Reading

Moto GP

Curhatan Quartararo Tentang Jadi Penggati Rossi di Tim Yamaha

Published

on

By

Warungsports – Fabio Quartararo datang ke Monster Energy Yamaha dari Petronas Yamaha SRT (Yamaha Satellite Team) di MotoGP 2021 sebagai pengganti Valentino Rossi. Dia juga merasa kesulitan pada awalnya karena dia mengisi tempat yang ditinggalkan oleh dokter.

Seperti yang kita semua tahu, Quartararo memulai musim perdananya bersama tim Petronas Yamaha SRT di MotoGP 2019, dan dia juga sangat bagus.

Sebaliknya, pembalap berpaspor Prancis itu mengakhiri musim 2019 di posisi kelima. Musim berikutnya, Quartararo finis di urutan kedelapan meskipun memegang posisi No. 1 untuk sementara waktu.

Untuk musim 2021, Quartararo ditunjuk untuk membalap Monster Energy Yamaha. Ia tanpa kompromi menggantikan sosok Rossi yang justru turun level dengan membela Petronas Yamaha SRT.

Jelas, keputusan Yamaha merekrut Quartararo dengan biaya Rossi terbayar. Pasalnya, Quartararo menjuarai MotoGP 2021 dan juga menjadi juara MotoGP pertama dari Prancis.

Meski tampil bagus di Monster Energy Yamaha, Quartararo mengaku merasa terbebani di awal transfer. Bagaimana tidak, ia dipilih untuk menggantikan Rossi yang telah meraih sembilan gelar juara dunia.

Pembalap berusia 22 tahun itu bahkan merasa baru pertama kali membalap di balapan perdananya bersama Monster Energy Yamaha. Bahkan, karir balap Quartararo dimulai dengan Estrella Gallicia Honda di Moto3 pada tahun 2015.

Quartararo, dikutip dari Motosan, Rabu (19 Januari 2022), mengatakan: “Saya mengambil alih dari Valentino dan melihat bahwa semua orang di sekitar saya merasa lebih stres dan memiliki semua tekanan yang datang dengan mengendarai motor Valentino.”

“Selama balapan itu, saya menemukan diri saya mengemudi seperti saya mengemudi untuk pertama kalinya,” pungkasnya.

Continue Reading

Balapan Motor

Paket Komplet Ducati Bikin Lawan Pusing 8 Keliling pada MotoGP 2022

Published

on

By

Warungsports – Ducati menatap musim baru MotoGP sebagai salah satu favorit dalam kompetisi perburuan gelar.

Tahun lalu Ducati memang tampil moncer dengan koleksi 11 pole position (paling banyak), 24 podium (paling banyak), dan 8 kemenangan (paling banyak).

Pada seri terakhir Ducati bahkan mengunci tiga posisi teratas dalam kualifikasi dan lomba.

Padahal Sirkuit Ricardo Tormo yang menjadi arena lomba bukan lintasan yang bersahabat bagi Ducati sebelumnya.

Ducati bisa dibilang memiliki paket komplet pada MotoGP 2021.

Andal dalam meyalip, cek. Cepat saat kualifikasi, cek.

“Sangat sulit bagi kami untuk menyalip mereka,” kata Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha) yang keluar sebagai juara dunia, dilansir dari Crash.

“Sepertinya mereka membuat kemajuan besar dan tidak hanya dengan mesinnya. Bagaimana mereka cepat dalam satu lap saja maupun lomba.”

Menguasai posisi start memang krusial dengan persaingan yang makin ketat antar-pembalap.

Tenaga besar Ducati mempersulit hidup pembalap lain, terutama dari pabrikan yang lebih mengandalkan keunggulan ritme seperti Yamaha atau Suzuki.

Beban Suzuki pada musim 2020 masih lebih ringan karena mereka tahu pembalap Ducati condong kedodoran pada akhir lomba.

Kini, semuanya berubah. Keunggulan pabrikan Hamamatsu dalam memperpanjang usia ban seolah tidak terlihat.

“Ketika motor Anda memiliki tenaga lebih besar maka penggunaan ban lebih boros juga,” tutur Joan Mir (Suzuki Ecstar).

“Kali ini, saya tidak melihat penurunan performa (dari pembalap Ducati) pada lap-lap terakhir, justru sebaliknya.”

“Mereka bahkan lebih kuat pada akhir lomba. Ini tidak mudah untuk dimengerti,” sambung pembalap yang pernah disusul dua Ducati sekaligus jelang finis.

Bukan Mir seorang yang memperhatikan keunggulan para pembalap Ducati dalam mengatur pemakaian ban.

Pembalap Red Bull KTM, Miguel Oliveira, sampai memberi analogi pembalap Ducati seolah-olah memakai ban baru sementara pembalap lain memakai ban lama.

Olivera dan Mir juga sependapat bagaimana ada banyak pembalap Ducati yang mampu tampil kompetitif pada musim lalu.

Dari enam penunggang Desmosedici, lima di antaranya mampu meraih hasil podium. Padahal karakter berkendara mereka berbeda-beda.

“Saya percaya Ducati, pembalap mereka, dan staf teknis telah menemukan cara untuk tiga-empat gaya berkendara yang berbeda,” tutur Oliveira.

Oliveira tidak melihat Ducati sebagai pabrikan yang tak terkalahkan. Bagi dia tidak ada yang namanya motor sempurna.

Meski begitu, Oliveira tidak menampik bahwa merepotkan juga kalau terlalu banyak pembalap Ducati menumpuk di posisi 10 besar.

“Kompetisinya sulit tentunya,” sambung Oliveira.

Ducati tahun depan akan menurunkan delapan pembalap dari empat tim berbeda: tim pabrikan Ducati, Pramac Racing, Mooney VR46, dan Gresini.

Siapakah yang bisa menandingi Ducati? Apakah konsistensi ala Quartararo kemarin cukup untuk memenangi perburuan trofi juara dunia?

Kompetisi akan mulai dipanaskan dengan tes pramusim yang berlangsung mulai bulan depan di Sirkuit Sepang, Malaysia, dan Sirkuit Mandalika, Indonesia.

Adapun seri pertama MotoGP 2022 akan diselenggarakan pada 4-6 Maret di Sirkuit Losail, Qatar.

Continue Reading

Moto GP

Tes MotoGP Sepang Akankah Marc Marquez Bersedia Kembali

Published

on

By

Tes MotoGP Sepang Akankah Marc Marquez Bersedia Kembali
Marc Marquez, Jerez MotoGP tests, November 2019

Warungsports – Latihan roadbike Marc Marquez berada di jalur yang benar. Marquez memiliki penglihatan yang bagus dan siap mengikuti tes pramusim MotoGP Sepang.

Pembalap Repsol Honda berlatih setelah ijazah mereka ditingkatkan secara bertahap. Usai mendapat lampu hijau untuk latihan motocross, Marquez melanjutkan latihan roadbike di Portimao, Minggu (16/1/2022).

Alhasil, Marquez mampu menelan 65 lap dengan kecepatan tinggi tanpa menyebabkan gangguan penglihatan. Juara Dunia delapan kali itu akan memperkuat latihan motornya dan memperbaiki kondisinya dengan tujuan mengikuti tes pramusim MotoGP yang dimulai di Sepang pada 5 dan 6 Februari 2022.

“Pertama-tama, saya sangat senang mengendarai sepeda di trek, dan saya bisa membuktikan perasaan menggunakan sepeda jalan raya di sini di motocross,” kata Crash.

“Saya merasa sangat baik saat mengendarai sepeda karena saya tidak memiliki masalah dengan penglihatan saya. Mengingat saya sudah lama tidak mengendarai sepeda, saya perhatikan bahwa saya masih memiliki beberapa bagian tubuh yang tersisa. ‘tidak siap. Seperti biasa, pramusim.”

“Tentu saja ada ruang untuk perbaikan, tetapi hal positif dan mendasar tentang tes ini adalah untuk menegaskan kembali bagaimana perasaan Anda saat pertama kali mengendarai motorcross dan menikmati kecepatan.”

“Saya telah menyelesaikan hari yang sengit dengan kecepatan yang panjang dan saya sangat senang dengan hasilnya. Saya memiliki dua minggu untuk memulai pengujian di Sepang, jadi saya akan mengambil kesempatan ini untuk meningkatkan persiapan dan persiapan fisik saya. Sepeda.” Lurus Marc Marquez..

Continue Reading

Trending

Copyright © 2021 by WarungsSports