
WarungSports – Joko Pramono, Wakil Ketua Pengurus Besar Persatuan Angkat Berat Seluruh Indonesia (PB PABSI), menyatakan atletnya tidak punya target di Olimpiade Tokyo 2020 mendatang. Pada Olimpiade Tokyo 2020, angkat besi melampaui lima atlet teratas.
Mereka adalah Eko Yuli Irawan di kelas 62 kg putra, Windy Cantika Aisah di kelas 49 kg putri, Deni di kelas 67 kg putra, Rahmad Erwin Abdullah di kelas 73 kg putra, dan Nurul Akmal putri di kelas +87 kg.
“Dalam hal ini kami tidak punya tujuan. Kami hanya melakukan persiapan terbaik untuk bertanding. Tapi yang dekat dengan medali adalah Eko dan Cantika. Yang lain hanya bisa wait and see,” kata Joko.
“Kita tidak bisa bicara peluang. Kita sudah berusaha semaksimal mungkin. Ini hanya soal waktu bertarung. Yang penting anak-anak bisa berkompetisi dengan baik,” imbuhnya.
Saat ini, seluruh atlet yang akan berangkat masih melakukan persiapan akhir untuk mengikuti rencana persiapan kompetisi.
Saat ini, Indonesia merupakan negara kategori 1 dengan risiko tinggi penyebaran Covid-19. Dalam kondisi ini, Satgas Indonesia perlu melakukan self-PCR testing selama 7 hari berturut-turut sebelum keberangkatan, dan melakukan karantina swab PCR selama 7 hari sejak kedatangan di Jepang.
Mengingat jadwal kompetisi atlet sudah berakhir, Joko juga berharap situasi ini menjadi fokus Komite Olimpiade Nasional. Sesuai jadwal, Windy Cantika yang turun di kelas 49 kg akan menjadi wakil Indonesia pertama yang debut pada 24 Juli mendatang.
Disusul Eko Yuli dan Deni pada 25 Juli, kemudian Rahmad pada 28 Juli, dan terakhir Nurul Akmal di grup +87 kg putri pada 2 Agustus. “Sebenarnya tiap cabang punya foto-foto olimpiade terakhir, tapi karena ketidaknormalan Covid-19 selama periode ini, penyelenggara sangat ketat.
Jadi ini pasti akan mempengaruhi banyak hal. Saya hanya ingin berlatih kebingungan dan langsung pulang setelah pertandingan. , saya tidak tahu harus bertarung di mana.”
“Tinggal bagaimana KOPI mengelolanya dengan cerdas. Saya berharap KOPI bisa mengelolanya dengan baik. Kami dari PB hanya bisa menyiapkan atlet-atletnya sebaik-baiknya,” harap Joko.
Joko mengatakan, PB PABBSI sebenarnya telah meminta tambahan tim pendukung, seperti petugas dan ahli gizi, agar mampu melindungi dan mempersiapkan kondisi terbaik bagi atlet sebelum bertanding. Namun, sejauh ini belum mendapat persetujuan dari Komite Olimpiade Indonesia (NOC).
“Beberapa nama pendukung sudah kami ajukan ke NOC, tapi NOC belum memberikan tanggapan. Jadi kami belum tahu apakah sudah disetujui, karena sampai saat ini surat keputusan (SK) warga yang keluar belum keluar.
Komite Olimpiade Nasional,” katanya. Angkat besi selalu menjadi salah satu tambang medali lain selain bulu tangkis. Sejak Olimpiade 2000, angkat besi sering memberikan medali perak dan perunggu kepada delegasi Indonesia.



