Badminton
Ada 5 Wakil Indonesia Calon Juara di Hylo Open 2021

Warungsports – Ajang Hylo Open 2021 semakin seru saja. Memasuki babak 16 besar ini, Indonesia masih mempunyai banyak wakil yang tentunya sangat siap bertarung memperebutkan gelar juara.
Ada sejumlah pemain unggulan pun masih menjaga langkahnya, termasuk Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo pastinya. para pebulu tangkis Indonesia masih terus berjuang di kompetisi demi kompetisi lain dalam tur Eropa ini.
Yang terbaru, usai ajang French Open 2021 selesai digelar, para pebulu tangkis Indonesia kembali berpartisipasi berlaga di Hylo Open 2021 yang berlangsung di Saarbucken, Jerman
Ada sejumlah nama yang diunggulkan bisa merebut gelar juara itu. Siapa saja mereka? Berikut adalah lima wakil Indonesia calon juara di Hylo Open 2021.
- Tommy Sugiarto
Salah satu wakil Indonesia yang berpeluang besar merebut gelar juara Hylo Open 2021 ialah Tommy Sugiarto. Tentunya kita tahu, Tommy menunjukkan kinerja yang apik dalam turnamen teranyar yang diikuti, yakni Denmark Open 2021.
Di turnamen itu, Tommy mampu melaju hingga babak semifinal. Sayangnya langkah pemain non-pelatnas itu harus terhenti karena tumbang dari tunggal putra peringkat satu dunia, Kento Momota. Tommy kalah dengan skor 17-21 dan 12-21.
Dan kini, di Hylo Open 2021, Kento Momota tidak ikut berpartisipasi. Apakah situasi itu bisa memberi keuntungan kepada Tommy hingga bisa naik podium pertama? Untuk bisa mencapai hal itu, Tentunya Tommy perlu melewati jalan yang cukup panjang dengan melawan pemain-pemain unggulan lainnya.
Bahkan, di babak 16 besar nanti, Tommy sudah harus melawan unggulan ketiga dari Hong Kong, Ng Ka Long Angus. Jika berhasil menang, Tommy akan melawan pemennag laga yang mempertemukan unggulan keenam, Kidambi Srikanth, vs Lee Dong Keun (Korsel).
- Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto
Berikutnya, ada nama Fajar/Rian. Pasangan ganda putra Indonesia tersebut terus menunjukkan kinerja apik di sepanjang tur Eropa ini. Di ajang French Open 2021, Fajar/Rian bisa melenggang hingga ke babak semifinal.
Namun, langkahnya gagal berlanjut ke partai punca karena kalah dari Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo usai bertarung sengit dalam rubber game.
Kini, Fajar/Rian punya kans untuk menebus kegagalannya mencapai babak final di Hylo Open 2021. Sebab, mereka sendiri berstatus unggulan ketiga di ajang itu.
Sebelum melangkah jauh, Fajar/Rian harus menghadapi wakil Inggris, Callum Hemming/Steven Stallwood, di babak 16 besar yang berlangsung hari ini.
- Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan
Berikutnya, masih dari sektor ganda putra, ada Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. Berstatus unggulan kedua, Ahsan/Hendra juga tentunya punya peluang membawa harum nama Indonesia untuk merebut gelar juara di Hylo Open 2021.
Untuk bisa mencapai babak final, perjalanan Ahsan/Hendra tentunya takkan mudah. Pasangan berjuluk The Daddies itu harus menghadapi wakil Malaysia, Tan Kian Meng/Tan Wee Kiong, di babak 16 besar terlebih dahulu.
Jika menang dan lolos ke babak perempatfinal, Ahsan/Hendra berpeluang menghadapi perang saudara dengan melawan juniornya, yakni Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.
Hal itu bisa terjadi jika Leo/Daniel berhasil mengalahkan wakil Skotlandia, Alenxander Dunn/Adam Hall, pada hari ini
- Praveen Jordan/Melati Daeva Otavianti
Beralih ke sektor ganda campuran, ada nama Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti. Ya, seperti di ajang-ajang sebelumnya, ada harapan besar bahwa Praveen/Melati bisa membawa harum nama Indonesia.
Apalagi di ajang kali ini, Praveen/Melati berstatus unggulan kedua. Mereka pun akan menghadpai wakil Denmark, Mathias Thyrri/Mai Surrow, di babak 16 besar.
Jika lolos ke perempatfinal, Praveen/Melati akan berhadapan dengan pemenang laga yang mempertemukan Adnan Maulana/Mychelle Crhystine Bandaso vs Mark Lamfuss/Isabel Lohau (Jerman).
- Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo
Terakhir, ada nama Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo. Ganda putra terbaik di Tanah Air dan dunia itu tentunya siap mendulang prestasi terbaik di Hylo Open 2021.
Apalagi, motivasi lebih dimiiliki Marcus/Kevin yang baru saja naik podium di French Open 2021. Di ajang itu, The Minions -julukan Marcus/Kevin- menyabet status runner-up karena kalah dari wakil Korea Selatan, Ko Sung Hyun/Shin Baekcheol, di partai final.
Marcus/Kevin kini bisa menebus kegagalan itu dengan merebut podium juara di Hylo Open 2021.
Untuk mencapai target itu, Marcus/Kevin harus menghadapi satu per satu rintangan di Hylo Open 2021.
Di babak 16 besar sendiri, mereka akan melawan Ruben Jille/Ties Van Der Lecq (Belanda).
Atlet Indonesia
Jadwal Mepet World Tour Finals SEA Games 2025 Jadi Prioritas PBSI

WARUNGSPORTS – Jadwal bulu tangkis untuk Pesta Olahraga Asia Tenggara 2025 berdekatan dengan BWF World Tour Finals. Persatuan Bulu Tangkis Indonesia (PBSI) akan memprioritaskan ajang multicabang olahraga terbesar di Asia Tenggara ini.
Pertandingan bulu tangkis di Pesta Olahraga Asia Tenggara 2025 akan diselenggarakan di Thailand pada 7-14 Desember 2025. BWF World Tour Finals akan diselenggarakan tiga hari kemudian, pada 17-21 Desember, di Hangzhou, Tiongkok.
PBSI saat ini sedang mempersiapkan diri untuk Pesta Olahraga Asia Tenggara 2025, dengan 20 atlet yang berpartisipasi, tiga di antaranya akan berlaga di World Tour Finals. Mereka adalah: Putri Kusuma Wardani, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, dan Sabar Karyaman Gutama/Mohamad Reza Pahlevi Isfahani.
PBSI menghadapi dilema karena jadwalnya yang padat namun sama pentingnya. Ingsian, Direktur Pembinaan Persatuan Senam Seluruh Indonesia (PBSI), mengomentari hal ini.
“Ya, menggelar beberapa cabang olahraga secara berurutan memang biasa. Tapi bagi kami di PBSI, Pesta Olahraga Asia Tenggara adalah prioritas utama. Turnamen Dunia dan cabang olahraga individu hampir selalu dijadwalkan. Kami selalu berpartisipasi dalam cabang-cabang olahraga ini,” ujar Ingsian dalam wawancara, Rabu (3 Desember 2025) di Pusat Pelatihan Nasional PBSI, Cipyong, Jakarta Timur.
“Tapi ajang multicabang olahraga ini lebih dari sekadar kompetisi; ajang ini menciptakan atmosfer, atmosfer multicabang olahraga yang sangat dibutuhkan atlet-atlet muda kita. Terutama atlet seperti Putri KW dan Alwi Farhan, yang pasti akan berlaga di Asian Games. Tidak, tujuan kami adalah Olimpiade,” tambahnya.
“Ya, kami juga berharap para atlet ini bisa berpartisipasi di Asian Games dan Olimpiade. Karena, seperti yang saya sebutkan sebelumnya, atmosfer ajang multicabang olahraga sangat berbeda dengan ajang individu di BWF World Series,” lanjutnya.
Namun, pelatih yang akrab disapa “Didi” ini menekankan bahwa memprioritaskan persiapan untuk Pesta Olahraga Asia Tenggara 2025 tidak selalu berarti meraih medali emas.
“Fokusnya adalah bagaimana pelatih mengembangkan rencana latihan dan bagaimana memastikan para atlet berada dalam kondisi kompetitif yang prima selama Pesta Olahraga Asia Tenggara,” ujar Yingxian.
Atlet Indonesia
Jonatan Christie Melaju Ke Semifinal Denmark Open 2025

WARUNGSPORTS – Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, berhasil melangkah ke semifinal Denmark Open 2025 setelah mengalahkan wakil China, Li Shi Feng, dalam pertandingan sengit yang berlangsung selama tiga gim. Bertanding di Jyske Bank Arena, Odense, Denmark, pada Jumat (17/10/2025) malam WIB, Jonatan menang dengan skor 21-18, 21-23, 21-17.
Pada awal pertandingan, Jonatan tampil percaya diri dan langsung memberi tekanan kepada lawannya. Meskipun sempat tertinggal 3-5 pada gim pertama, ia mampu membalikkan keadaan dengan permainan agresif dan penempatan bola yang akurat. Keunggulan tipis 11-9 di interval menjadi momentum bagi Jonatan untuk terus mengendalikan permainan dan menutup gim pertama dengan kemenangan 21-18.
Permainan Jonatan semakin matang. Selain kekuatan fisiknya, ia juga menunjukkan kecerdasannya dalam membaca arah pukulan Li. Kombinasi dropshot tajam dan reli panjang membuat Li kesulitan menembus pertahanan Jonatan yang solid.
Memasuki gim kedua, Jonatan sempat memimpin jauh 8-2 dan unggul 11-7 saat interval. Namun, konsentrasinya menurun, memberi peluang bagi Li untuk mengejar. Ketegangan semakin meningkat ketika Li berhasil menyamakan kedudukan menjadi 18-18. Meski berusaha menutup gim dengan kemenangan, Jonatan harus mengakui keunggulan Li yang mencuri gim kedua dengan skor tipis 21-23.
Tak ingin mengulang kesalahan, Jonatan langsung tancap gas di gim ketiga. Dengan dukungan penuh penonton Indonesia, ia tampil lebih agresif dan unggul 11-4 di interval. Selepas interval, meski Li berusaha memberikan perlawanan dengan serangan cepat, Jonatan tetap tenang dan disiplin dalam menjaga pola permainan. Ketika Li berusaha memaksakan tempo permainan, Jonatan memanfaatkan celah tersebut untuk menutup pertandingan dengan kemenangan 21-17.
Atlet Indonesia
Janice Tjen Lolos ke Final Jinan Open 2025

WARUNGSPORTS – Petenis gadis Indonesia, Janice Tjen berhasil melenggang ke final Jinan Open 2025 sehabis menang atas wakil Selandia Baru, Lulu Sun pada babak semifinal di Jinan Olympic Sports Center, Jumat (17/10).
Janice Tjen wajib lewat pertarungan sengit demi mengamankan tiket final. Si lawan, pernah unggul di set awal 6- 4.
Tetapi lama- lama tetapi tentu, Janice Tjen sanggup bangkit. Di set kedua, atlet 23 tahun itu menang 7- 6.
Konsistensi jadi kunci untuk Janice Tjen. Dia kembali unggul di set penentuan dengan skor 6- 4. Kepastian itu sekalian menciptakan tiket final untuknya.
Janice Tjen hendak mengalami wakil Hungaria, Anna Bondar di partai final yang hendak berlangsung Sabtu (17/10) jam 15.00 Wib. Anna Bondar melaju ke final sehabis menang atas wakil Indonesia, Priska Nugroho.
Kepastian Janice Tjen sekalian menjadikan atlet kelahiran Jakarta, 6 Mei 2002 itu makin jadi sorotan. Dikala ini peringkatnya telah menembus 100 besar, tepatnya 98 di ranking WTA.
Saat sebelum menapak Jinan Open 2025, Janice Tjen sukses melaju ke final WTA Tour Sao Paulo 2025. Tetapi Janice tidak bawa gelar juara dari ajang tersebut.
Pada laga puncak, Janice kalah dari wakil Prancis, Tiantsoa Rakotomanga Rajaonah 3- 6, 4- 6, Pekan (14/9).
Badminton
Rekap Hadiah Duit pada Akhir Tahun 2023- An Se- young Ungguli Viktor Axelsen usai Nyaris Tamatkan Bulu Tangkis di Umur 22 Tahun
WARUNGSPORTS – Tunggal gadis no satu dunia, An Se- young, memuncaki catatan total hadiah duit alias prize money di jagat bulu tangkis pada tahun 2023.
Bagi informasi yang dikumpulkan dari BWF Tournament Aplikasi, jawara asal Korea Selatan itu meraup pundi- pundi duit senilai 578. 020 dolar AS, ataupun dekat 8, 9 miliyar rupiah.
An Se- young memanglah hadapi tahun yang luar biasa.
Pemain kelahiran Gwangju itu menggondol 10 gelar juara dari bermacam ajang orang yang diiringi selama tahun ini.
Sedangkan dari event- event BWF World Tour yang menawarkan hadiah duit untuk para kontestan, An Se- young merebut 8 gelar.
Ini tercantum 2 turnamen tingkat Luar biasa 1000 yang menawarkan hadiah duit minimun 87. 500 dolar AS( Rp 1, 3 miliyar) buat juara zona tunggal ialah All England Open serta Cina Open.
Pencapaian An Se- young kian impresif bila memandang gimana kompetitifnya persaingan di tunggal gadis.
4 catatan paling atas hadiah duit ditempati 2 tunggal gadis top yang lain. Mereka merupakan Chen Yu Fei( Cina) di peringkat 3 serta Akane Yamaguchi( Jepang) di peringkat 4.
Chen Yu Fei serta Yamaguchi pula tidak kalah impresif. Mereka tiap- tiap merebut 4 gelar serta 5 gelar tahun ini di mana 3 gelar di antara lain diraih dengan mengalahkan An Se- young.
Badminton
Kandas ke Semifinal BWF World Tour Finals 2023

WARUNGSPORT – Jakarta- Ganda gadis Indonesia Apriyani Rahayu/ Siti Fadia Silva Ramadhanti tersingkir dari ajang BWF World Tour Finals 2023. Mereka ditekuk pendamping Tiongkok Liu Sheng Shu/ Tan Ning melalui 2 permainan langsung 13- 21, 8- 21 pada laga terakhir fase tim Jumat, 15 Desember 2023.
Apriyani mengakui kalau ia serta Fadia belum tampak optimal dalam ajang Luar biasa 1000 ini. Walaupun begitu, dia senantiasa bersyukur bisa menuntaskan pertandingan hingga akhir di tengah bermacam permasalahan yang lagi dirasakan.
” Kami sadar, kami belum dapat tampak 100 persen di turnamen ini tetapi kami memanglah mau turun dengan bermacam pertimbangan. Bersyukur kami dapat menuntaskan pertandingan awal hingga terakhir walaupun hasilnya memanglah belum cocok harapan,” ucap Apriyani dilansir dari penjelasan formal PBSI.
Saat sebelum BWF World Tour Finals 2023, Apriyani dihadapkan dengan kasus luka betis. Keadaan ini dideritanya dikala tampak di Asian Permainan 2023 serta masih belum tuntas hingga saat ini. Sehabis tampak di Hangzhou, Tiongkok, ia bakal fokus pemulihan hingga kondisinya bugat 100 persen supaya bisa penuhi sasaran berlaga di Olimpiade Paris 2024.
” Nyatanya di tahun 2024 resolusi utama kami merupakan tampak di Olimpiade Paris serta itu terus hendak terdapat di benak,” ucapnya.” Tetapi buat saat ini aku ingin recovery dahulu, sembuh dahulu total serta berharap tidak kambuh lagi cederanya.”
Sedangkan itu Fadia memperhitungkan perjalanannya bersama Apriyani selama 2023 bak roller coaster. Inkonsistensi performa jadi salah satu permasalahan utama pendamping peringkat ketujuh dunia itu. Tampak gemilang di dini tahun dengan menembus 2 semifinal, performa mereka mulai turun pada pertengahan, kemudian naik lagi menjelang akhir dengan sukses mencatat 3 kali lolos ke final serta satu jadi juara di Hong Kong Open 2023.
” Ekspedisi kami di tahun 2023 semacam” roller coaster”, kadangkala naik, kadangkala turun. Kami pernah telah kembali menciptakan performa semenjak Kejuaraan Dunia tetapi namanya bencana, kita tidak sempat ketahui, kak Apri luka,” ucapnya.” Tetapi kami syukuri, kami menikmati seluruh prosesnya, apapun itu. Terima kasih 2023 buat pembelajarannya serta bersiap buat tahun 2024. Wajib lebih tough, lebih fokus serta lebih tidak berubah- ubah.”
Tersingkirnya Apriyani/ Fadia membuat Indonesia tidak lagi mempunyai wakilnya di ganda gadis. Sedangkan, ganda putra Fajar Alfian/ Muhammad Rian Ardianto telah membenarkan maju ke semifinal BWF World Tour Finals 2023 sehabis mencapai kemenangan kedua fase tim.
Opsi Editor: Agenda BWF World Tour Finals 2023 Jumat 15 Desember, Anthony Sinisuka Ginting vs Viktor Axelsen di Laga Terakhir Fase Tim
Atlet Indonesia
JPN MASTER 2023 : Kevin & Rahmat Telah Kandas Pada Babak 16 Besar

Warungsports – Keunggulan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Rahmat Hidayat di Japan Masters 2023 hanya sampai babak 16 besar. Kevin/Rahmat patut menyadari keunggulan ganda putra China.
Kevin/Rahmat yang lolos ke babak utama setelah lolos, berhadapan dengan He Ji Ting/Ren Xiang Yu yang bertanding di Court 3 Gym Prefektur Kumamoto pada Kamis sore (16/11) WIB, dan Kevin/Rahmat kalah dua kali berturut-turut. pertandingan Dengan skor 10-21. , 17-21.
Kevin/Rahmat mendapatkan dua poin pertama, namun He/Ren membalasnya dengan mencetak empat poin berturut-turut untuk memimpin. Tekanan intens He/Ren menghasilkan enam poin berturut-turut sebelum memimpin 11-4 hingga turun minum.
Kekalahan Kevin/Rahmat membuat wakilnya di ganda putra Indonesia hanya tersisa satu. Pramodia Kusumawardana/Yeremia Rampitan akan bertarung melawan unggulan ketujuh Liu Yuzhen/O Xuan Yi untuk memperebutkan satu tempat ke babak perempat final.
Kevin/Rahmat kemudian membalasnya dengan meraih empat poin berturut-turut sehingga memperkecil ketertinggalan menjadi 8-11. Namun He/Rin berhasil mendapatkan kembali momentum untuk memenangkan game pertama dengan selisih besar 21-10.
Kevin/Rahmat menunjukkan perlawanan lebih baik pada gim kedua. Usai unggul 4-2, Kevin/Rahmat berbalik lalu meraih empat poin berturut-turut untuk kembali unggul 9-7 dan 11-8 saat jeda.
Duo ini kemudian bentrok dalam pertarungan jarak dekat, dengan beberapa hasil berimbang. He/Ren kemudian mengambil alih kendali pertandingan setelah mengumpulkan empat poin berturut-turut dengan skor 16-12.
Meski sempat oddigo menyamakan kedudukan 14-17, Kevin/Rahmat kembali tertinggal. Umpan silang Kevin membuat lawannya gagal meraih match point pada kedudukan 19-16.
Serangan terus menerus dari He/Ren memaksa Rahmat melakukan comeback yang buruk dan membuahkan match point 20-17. He/Ren memenangkan adu penalti untuk menambah satu poin dan memenangkan pertandingan 21-17.

