Live Thursday, 16 July 2026
Sport Indonesia • Piala Dunia • Liga Eropa • MotoGP
Breaking
Piala Dunia

Rubiales Didesak Mundur Akibat Tindakannya Ke Timnas Wanita Spanyol

Elvina August 24, 2023 3 years lalu
Luis Rubiales

Warungsports – Penjabat Perdana Menteri Spanyol menganggap tindakan Rubiales tersebut sebagai “isyarat yang tidak dapat diterima”

Kritik meningkat terhadap presiden Federasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol Luis Rubiales setelah permintaan maafnya karena mencium paksa Jennifer Hermoso saat tim mengumpulkan medali pemenang mereka di Piala Dunia Wanita gagal meyakinkan.

Federasi tersebut juga mengumumkan pada Selasa malam bahwa mereka akan mengadakan Majelis Umum Luar Biasa pada Jumat sore, yang kemungkinan akan secara resmi membahas insiden tersebut. Dikatakan juga bahwa proses internal terkait tindakan Rubiales telah dibuka.

Pengumuman ini muncul setelah gelombang kecaman dari seluruh dunia. Kritik paling keras terhadap Rubiales datang dari penjabat wakil menteri kedua Spanyol Yolanda Diaz, yang mengatakan acara tersebut mendapat “kecaman paling keras dari kami,” menurut ESPN. “Tidak lebih dan tidak kurang, seorang wanita telah dilecehkan dan diserang. Alasan [Rubiales] tidak ada gunanya. Yang kami minta adalah undang-undang olahraga diterapkan dan protokol federasi olahraga diaktifkan. Orang ini harus mengundurkan diri.”

Diaz adalah salah satu dari beberapa pejabat pemerintah di Spanyol yang mengkritik Rubiales, termasuk penjabat perdana menteri Pedro Sanchez. “Ini menunjukkan bahwa di negara kita masih banyak jalan yang harus ditempuh dalam hal kesetaraan dan rasa hormat antara laki-laki dan perempuan,” kata Sanchez, Selasa. “Apa yang kami lihat adalah sikap yang tidak dapat diterima. Saya pikir permintaan maaf yang disampaikan Tuan Rubiales tidak cukup, menurut saya itu tidak cukup, dan Tuan Rubiales harus terus mengambil langkah lebih jauh.”

Kontroversi ini muncul di tengah protes yang sedang berlangsung terhadap federasi dan pelatih kepala Jorge Vilda karena mendorong tempat kerja yang tidak profesional dan beracun. Lima belas pemain menolak panggilan ke tim nasional pada bulan September lalu, dan meskipun ada segelintir pemain yang bersedia mengikuti seleksi di Piala Dunia, tujuh pemain terus menunjukkan kemampuannya.

Perilaku tidak pantas yang dilakukan Rubiales terus berlanjut hingga kemenangan pertama Spanyol di Piala Dunia Wanita, dan menjadi contoh budaya beracun yang menurut para pemain merajalela di seluruh federasi. Kegagalan upaya Rubiales dan sekutunya untuk menyelamatkan muka juga merupakan contoh penolakan federasi untuk memprioritaskan keselamatan dan kesejahteraan pemain meski ada banyak keluhan.

Presiden federasi tidak berhasil memohon kepada Hermoso untuk tampil di sampingnya dalam video permintaan maafnya, menurut laporan media Spanyol, dan Vilda juga mendekati keluarga pemain tersebut sebanyak tiga kali atas nama Rubiales. Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa pernyataan yang dikeluarkan federasi atas nama Hermoso di mana ciuman paksa Rubiales digambarkan sebagai “isyarat timbal balik” sebenarnya bukan dari pemain itu sendiri.

Satu-satunya saat Hermoso secara terbuka membahas situasi ini adalah saat live Instagram pasca-pertandingan dari ruang ganti, ketika dia berkata, “Eh…ya, saya tidak menikmatinya.”

Rubiales juga mendapat kecaman di luar Spanyol, yakni dari para pesepakbola wanita ternama. Berikut reaksi terhadap kejadian tersebut sejauh ini.

Megan Rapinoe

“Itu membuat saya berpikir betapa kami harus menanggungnya,” kata bintang tim nasional wanita AS itu kepada The Atlantic. “Bayangkan beban yang harus ditanggung tim Spanyol: Beberapa pemain yang bangkit tahun lalu [untuk memprotes perlakuan buruk dari pelatih dan federasi mereka] masih belum masuk tim. Mungkin itu sesuatu yang menyemangati mereka, tapi kamu tidak harus memilikinya.

“Ada gambaran lain yang menandakan tingkat misogini dan seksisme yang begitu dalam di federasi tersebut dan pada pria tersebut [Rubiales] saat peluit akhir berbunyi, hanya memegang selangkangannya. Dunia terbalik macam apa yang sedang kita alami? Di panggung terbesar , di mana Anda seharusnya merayakannya, Jenni [Hermoso] harus diserang secara fisik oleh orang ini.”

Caroline Seger

Kapten Swedia itu menuntut perubahan pada federasi ketika dia membahas insiden tersebut. “Ini mengerikan dan tidak dapat diterima,” katanya, menurut publikasi Swedia Aftonbladet. “Saya tidak mengerti bagaimana hal itu bisa terjadi dan bagi saya rasanya sangat aneh. Saya ingin seluruh dunia bereaksi dan saya ingin sesuatu terjadi karena jelas ada masalah di RFEF. Kalau orang menganggap itu tidak salah, itu hanya tidak dapat diterima!”

Iker Casillas

Penjaga gawang pemenang Piala Dunia bersama tim putra Spanyol pada tahun 2010 itu dengan cuek menyerukan pengunduran diri Rubiales melalui postingan media sosial. Casillas mengumumkan dia akan mencalonkan diri sebagai presiden RFEF pada tahun 2020 sebelum menarik pencalonannya.

“Jadi sudah ada yang mengundurkan diri atau belum? Apa yang kurang dari saya,” tulisnya.

Angel Torres

Ketua Getafe Angel Torres mengatakan penjabat perdana menteri Pedro Sanchez harus turun tangan jika Rubiales tidak mengundurkan diri, menurut laporan media Spanyol. “Rubiales tidak bisa bertahan satu menit pun di kantornya,” tambahnya.

FIFPRO

Serikat pemain global juga menyerukan pemecatan Rubiales pada hari Rabu, serta penyelidikan atas perilaku Rubiales.

FIFPRO sepenuhnya mendukung pernyataan serikat pemain Spanyol AFE yang menyerukan tindakan segera untuk mengatasi perilaku presiden federasi Spanyol Luis Rubiales di final Piala Dunia Wanita FIFA dan meminta penyelidikan atas tindakannya berdasarkan kode etik FIFA.”

Berita Terkait