
WARUNGSPORTS – Rusia dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk menyelenggarakan turnamen “paralel” dengan Piala Dunia 2026. Negara “Beruang Merah” ini berharap dapat mengundang negara-negara yang gagal lolos ke Piala Dunia 2026 untuk berpartisipasi.
Sejak Februari 2022, Rusia telah dilarang berpartisipasi dalam semua kompetisi FIFA dan UEFA. Sanksi ini merupakan dampak dari invasi militer Rusia ke Ukraina.
Akibat sanksi ini, Rusia hanya dapat memainkan pertandingan persahabatan melawan tim-tim di luar Eropa. Tim nasional Rusia asuhan Valery Karpin telah memainkan 21 pertandingan persahabatan tanpa terkalahkan melawan tim-tim dari Amerika Latin, Afrika, dan Asia.
Menurut World Football Talk, Persatuan Sepak Bola Rusia (RFU) mengusulkan rencana yang kontroversial. RFU berharap dapat menyelenggarakan turnamen internasional paralel di Rusia selama Piala Dunia 2026.
Turnamen ini hanya akan mengundang tim-tim nasional yang gagal lolos ke Piala Dunia 2026. “Piala Dunia Paralel” ini akan menampilkan 8 hingga 12 tim, dan pertandingan akan digelar di empat stadion yang digunakan selama Piala Dunia FIFA 2018 di Rusia.
Meskipun Persatuan Rugbi Rusia (RFU) belum secara resmi mengonfirmasi rencana tersebut, berbagai spekulasi beredar di media sosial. Beberapa tim potensial yang disebutkan antara lain Serbia, Yunani, Chili, Peru, Venezuela, Nigeria, Kamerun, Tiongkok, dan Armenia.
Turnamen ini, yang bersaing dengan Piala Dunia, terutama didorong oleh pertimbangan kompetitif dan simbolis. Hal ini akan membantu Rusia mempertahankan pengaruhnya di panggung global dan menunjukkan kemampuannya untuk menyelenggarakan acara kelas dunia.
Namun, acara yang berkompetisi dengan Piala Dunia yang diinisiasi oleh Rusia ini berpotensi memicu konflik dengan FIFA. Lebih lanjut, legitimasi turnamen ini dipertanyakan, sehingga menimbulkan kekhawatiran tentang apakah negara-negara yang diundang akan benar-benar berpartisipasi.



