Live Tuesday, 28 July 2026
Sport Indonesia • Piala Dunia • Liga Eropa • MotoGP
Breaking
Ralf Rangnick Beberkan Penyebab Buruknya Man United saat Gagal Menang Lawan Newcastle
Liga Inggris

Ralf Rangnick Beberkan Penyebab Buruknya Man United saat Gagal Menang Lawan Newcastle

Elvina December 28, 2021 5 years lalu

Warungsports – Ralf Rangnick mengaku sangat kecewa dengan permainan Manchester United saat mereka di tahan imbangi oleh Newcastle United dalam matchweek ke-19 Liga Inggris 2021-2022.

Bertandang ke St. James’ Park, Selasa (28/12/2021) dini hari WIB, Man United harus rela berbagi poin dengan Newcastle setelah bermain imbang 1-1.

Man United, yang baru saja beraksi sejak 16 hari terakhir, tampil sangat buruk meski mendominasi jalannya pertandingan dengan memegang penguasaan bola sebesar 69,99 persen.

Man United bahkan kebobolan lebih dulu lewat gol dari Allan Saint-Maximin pada menit ke-7.

Permainan dan pola serangan Man United juga tak berkembang setelah gol cepat tersebut berhasil di cetak.

Alhasil, Setan Merah hanya mampu melepaskan 1 tembakan tepat sasaran di babak pertama.

Selepas turun minum, Man United bermain sedikit lebih baik dengan beberapa kali berhasil mengancam gawang Newcastle United.

Gol penyama kedudukan akhirnya tercipta pada menit ke-71 melalui sepakan keras Edinson Cavani.

Akan tetapi setelah gol tersebut, pertandingan menjadi lebih panas, kedua tim saling balas serangan, pada penghujung laga nasib buruk di terima oleh Newcastle United, pasalnya dua tembakan mutlak tidak dapat menambah keunggulan mereka, satu membentus mistar, dan satu lagi berhasil di tepis oleh De Gea.

Man United pun harus puas membawa pulang satu poin dari kandang The Magpies.

Dalam keterangan pers setelah pertandingan, Ralf Rangnick terlihat geram ketika berbicara mengenai permainan anak asuhnya.

Rangnick menjelaskan bahwa penyebab penampilan buruk timnya bukan karena masalah formasi melainkan faktor fisik yang lemah.

“Kami memiliki terlalu banyak kesalahan sendiri ketika kami menguasai bola,” ucap Rangnick seperti dikutip BolaSport.com dari The Guardian.

“Permain sedikit lebih baik di babak kedua.”

“Tapi masih belum pada level yang kami butuhkan untuk mengontrol permainan.”

“Kami tidak bermain seagresif yang kami butuhkan untuk melakukan counter-pressing.”

“Itu bukan masalah formasi, tapi fisik dan intensitas.”

“Ini adalah sesuatu yang kita butuhkan untuk menjadi lebih baik,” tutur juru taktik asal Jerman itu menambahkan.

Berita Terkait