Live Tuesday, 1 September 2026
Sport Indonesia • Piala Dunia • Liga Eropa • MotoGP
Breaking
Bulu Tangkis

Pengakuan Pelatih Kevin/Marcus Masalah Mental

Icha July 30, 2021 5 years lalu

Warungsports – Laju Kevin Sanjaya Sucamjo/Marcus Fernaldi Gideon di Olimpiade Tokyo 2020 terhenti di perempat final. Pelatih ganda putra Herry Iman Pilngadi mengakui masalah utama Minion adalah psikologis.

Kevin/Marcus tersingkir oleh wakil Malaysia Xie Yalun/Su Youyi di perempat final Olimpiade 2020 di Musashino Forest Plaza, Kamis (29 Juli 2021). Ganda putra nomor satu dunia itu kalah dua game berturut-turut, 14-21, 17-21.

Sepanjang pertandingan, Kevin/Marcus sulit melepaskan tekanan dari kombinasi Malaysia. Saat servis Kevin dan Marcus dinyatakan salah, raket mereka juga terlihat sangat emosional.

Meski mengakui Malaysia tampil bagus di nomor ganda, Herry menyebut kekalahan Kevin/Marcus bukan faktor teknis. Diakui Kevin/Marcus masih belum bisa menahan tekanan dan beban.

“Ya, tidak terduga ya. Jadi mereka tidak bisa menghilangkan tekanan, kedua belah pihak sangat gugup, permainannya tidak normal, tidak seperti biasanya. Di sisi lain, lawan dapat menerapkan mode permainannya, sangat nyaman, Saya menikmatinya, saya tidak gugup, saya bisa menggunakan semua kemampuannya,” kata Harry.

“Marcus/Kevin, kami tidak bisa bicara teknis, mereka pikir masalahnya adalah mental. Mereka terlalu lelah untuk mengatur pikiran mereka, mungkin mereka berharap terlalu banyak atau bagaimana permainannya kacau. Ada masalah dengan faktor servis. , Dan masih banyak lagi. Faktor mereka tidak ada kecocokan dan memang ada. Tapi menurut saya faktor terbesar adalah masalah psikologis,” sambungnya.

Bagi Kevin/Marcus, ini akan menjadi penampilan Olimpiade pertama mereka. Pengalaman evaluasi IP Herry turut berperan, sebagaimana terlihat oleh Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan yang sudah berkali-kali mengikuti olimpiade.

“Ada perbedaan antara Marcus/Kevin dan Assan/Hendra dalam menangani tekanan olimpiade ini. Menurut kami Assan/Hendra lebih tenang dan santai, sehingga mereka bisa lebih fokus,” kata Herry.

“Tapi ini pertama kalinya mereka mengikuti olimpiade. Mereka secara alami tidak bisa mengatur pikiran dan beban mereka. Ini pelajaran bagi mereka. Ke depan, saya berharap mereka bisa lebih baik lagi,” katanya.

Dengan kekalahan Sucamjo/Gideon, giliran Ahsan/Hendra bagi ganda putra Indonesia untuk Olimpiade Tokyo 2020. Sang ayah mengalahkan Ken Kamura/Keigo Sonoda (Jepang) 21-21 untuk masuk semifinal. . 14, 16-21, 21-9.

Berita Terkait