Connect with us

Sepakbola

Ousmane Dembele Mau Lebih Kerap Main Bareng Kylian Mbappe

Published

on

Warungsports – Pemain Timnas Prancis, Ousmane Dembele, menguak hasrat bermain lebih banyak dengan Kylian Mbappe. Keduanya pemain depan yang menonjol di skuad Les Bleus.

Dembele serta Mbappe masuk dalam skuad Prancis buat laga lanjutan UEFA Nations League. Regu Ayam Jantan hendak melawan Austria serta Denmark pada 22 September serta 3 hari berselang.

Kendati lebih muda, Mbappe telah mencatatkan caps lebih banyak dibanding Dembele. Pemain 23 tahun itu telah bermain 57 kali buat Timnas Prancis dengan sumbangan 27 berhasil.

Prestasi besar didapat Mbappe serta Dembele bersama Timnas Prancis. Gelar juara Piala Dunia 2018 yang dipersembahkan oleh kedua pemain itu.

” Aku mau kami lebih kerap bermain bersama. Di lapangan, kami berhubungan dengan sangat baik. Aku ketahui kualitasnya; ia ketahui aku,” kata Dembele semacam dikabarkan RMC.

” Kami memainkan, 4- 5 pertandingan bersama, serta itu berjalan sangat baik. Aku ingat melawan Inggris ataupun melawan Italia saat sebelum Piala Dunia. Aku, aku mau seluruhnya, bekerja melaksanakan segalanya, supaya dapat dalam sebelas pemain utama,” kata ia meningkatkan.

Dembele pernah diisukan hendak pindah ke Paris Saint- Germain pada masa panas ini. Kontraknya di Barcelona habis, tidak kunjung memperoleh perpanjangan kontrak. Eks pemain Borussia Dortmund itu kesimpulannya bertahan di Barcelona, telah menampilkan performa maksimal dengan menyumbangkan 2 berhasil di seluruh ajang.

Advertisement Smiley face
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Liga Inggris

Kepergian Ratu Elizabeth, Jadi Ancaman Buat Liga Inggris

Published

on

By

Warungsports – Duka mendalam bagi semua kalangan, termasuk juga seluruh team Liga Inggris setelah kepergian Ratu Elizabeth II pada kamis (08/019/2022). Kejadian tersebut menjadi ancaman buat Liga Inggris, Karena akan tertundanya Laga tersebut. Dan tampaknya, Inggris akan melaksanakan masa duka selama beberapa hari untuk menghormati orang nomor satu di Inggris.

Kepergian Ratu Elizabeth

Ratu Elizabeth II akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di usia yang ke 96 tahun. sebelumnya sang suami, yaitu pangeran Philips telah terlebih dahalu tutup usia pada tahun 2021 lalu. Kabar ini langsung disampaikan dari Istana Buckingham, Jumaat (09/09/2022), sebelumnya pada kamis pagi kesehatan Ratu sudah menurun.

Sang Ratu meninggal dengan tenang di Balmoral sore ini, dikutip dari pernyataan Istana Buckingham, kamis (08/09/2022). Pangeran Charles dan Permaisuri Camilla bakal berada di Balmoral sore ini dan akan kembali ke London esok hari. Kepergian Ratu Elizabeth II membuat Pangeran Charles lini naik menjadi Raja Inggris dengan nama Raja Charles III.

Segala kalangan Inggris, Khususnya Sepak Bola, telah menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas mangkatnya Ratu Elizabeth II. Dilansir dari Sportsbrief, Inggris akan melakukan masa berkabung selama 12 Tahun. Acara politik, olahraga dan komedi akan ditiadakan.

Baca Juga : 5 pemain MU menjadi kunci kemenangan atas menangnya melawan Arsenal

ada kemungkinan besar jika pertandingan Laga Inggris pekan ini yang seharusnya mempertemukan Chelsea dengan Fulham akan dibatalkan. Hal ini mengingat karena adanya Tradisi Operasi Jembatan London yang sudah menjadi Protokol di Inggris.

Untuk informasi tambahan, Operasi Jembatan London tersebut merupakan tradisi yang berisi hal-hal yang harus dilakukan sejak kabar mangkatnya Raja Inggris hingga pemakamannya. Dan tentu saja, Premier League akan mengikuti panduan yang sudah dibuat oleh Departement kebudayaan, Media dan Olahraga. Sehingga pertandingan yang seharusnya berjalan akan dibatalkan.

Hal ini dapat dilihat dari mangkatnya Lady Diana di tahun 1997, petandingan Liverpool Vs Newcastle United yang seharus berjalan namun dibatalkan.

Baca Juga Berita Lainnya : Comeback Marq Marquez Merubah Keadaan

Continue Reading

Sepakbola

Indonesia Juara Piala AFF U-16, Setelah Itu Apa?

Published

on

By

warungsports – Gelar juara Piala AFF U-16 2022 bagi Timnas Indonesia U-16 jelas bukan akhir cerita. Prestasi yang baru mereka raih justru merupakan pintu gerbang menuju petualangan yang lebih menantang.
Pemain Timnas Indonesia U-16 saat ini sedang larut dalam kebahagiaan. Trofi yang terakhir didapatkan pada 2018 lalu kembali pulang ke pangkuan.

Prestasi itu seakan membasahi kerongkongan yang kering akibat menahan dahaga gelar juara dari Timnas Indonesia. Sebab di beberapa turnamen dalam setahun terakhir, wakil Merah-Putih hanya nyaris mendulang kesuksesan.

Di Piala AFF 2020 Timnas Indonesia tumbang di final lawan Thailand. Pada Piala AFF U-23 2022 Skuad Garuda Muda batal melanjutkan perjuangan akibat gelombang Covid-19. Kemudian di SEA Games 2022 wakil Merah-putih harus puas usai menyabet medali perunggu.

Asa juara sempat terbuka lewat Piala AFF U-19 2022, namun Indonesia gagal melaju ke semifinal akibat regulasi AFF. Padahal Indonesia punya kans besar keluar sebagai kampiun jika melirik performa dan produktivitas gol.

Di Piala AFF U-16 Kekecewaan di Bayar Tuntas

Di Piala AFF U-16 kekecewaan itu dibayar tuntas. Semangat juang begitu terasa ditunjukkan Muhammad Iqbal Gwijangge dan kawan-kawan. Itu terlihat ketika Timnas Indonesia U-16 menyapu bersih babak penyisihan dengan kemenangan, 13 gol dan hanya sekali kebobolan menjadikan Indonesia tim paling produktif di fase awal Piala AFF U-16 2022.

Drama adu penalti lawan Myanmar di semifinal pun sukses dilewati. Begitu juga dengan pertarungan final melawan Vietnam tuntas dengan kemenangan 1-0 sekaligus memastikan gelar juara.

Pelatih Timnas U-16 Bima Sakti terlihat begitu gembira melihat anak-anaknya mengangkat piala. Tangis bahagia pria 46 tahun itu pecah di tengah lapangan. Ia merayakan gelar pertamanya sebagai juru taktik.

Selain torehan trofi, kebahagiaan juga semakin lengkap jika melihat catatan apik Timnas Indonesia dengan petikan 15 gol dan hanya kemasukan dua kali. Catatan itu membuat Skuad Garuda Asia menjadi tim paling subur sekaligus paling solid dalam bertahan.

Namun jika dibandingkan dengan skuad juara Piala AFF U-16 2018 asuhan Fakhri Husaini, tim asuhan Bima Sakti memang masih kalah tajam. Sebab pada 2018 Timnas U-16 total mencetak 23 gol dan kebobolan empat kali.

Saat Bima Sakti mulai memimpin Timnas U-15 pada Piala AFF U-15 2019, Marselino Ferdinan dan kawan-kawan membukukan 15 gol dan tiga kali kemasukan dengan finis di tempat ketiga. Jumlah gol serupa kembali dicatat oleh Timnas U-16 di Piala AFF U-16 2022. Namun perbedaannya kali ini berbuah trofi dan kebahagiaan.

Bima dan Seluruh Staf Pelatih Tidak Boleh Santai

Di satu sisi, Bima dan seluruh staf pelatihnya tidak boleh terlalu lama berleha-leha karena harus mempersiapkan Kualifikasi Piala Asia U-17 2023 pada Oktober mendatang.

Rentang waktu yang berjarak kurang dari dua bulan mengharuskan Bima perlu kembali meracik komposisi pemain. Bukan tak mungkin ia terpaksa mencoret pemain yang cedera atau yang usianya sudah melampaui ambang batas.

Usia perlu menjadi catatan Bima Sakti dalam menyusun skuad. Sebab, Timnas Indonesia U-16 di Piala AFF 2022 memiliki total 23 dari 28 pemain yang sudah menginjak 16 tahun.

Hanya Arkhan Kaka yang masih 14 tahun. Striker andalan itu kemungkinan masih bisa dipercaya dalam beberapa turnamen mendatang di bawah kendali Bima Sakti. Begitu juga dengan empat pemain lain yang berusia 15 tahun.

Baca Juga: Pol Espargaro: Bingung, Honda Tidak Ada Reaksi

Continue Reading

Asian Games

Satu Problem Besar Indonesia Jelang Final AFF U-16

Published

on

By

Warungsports-Atas penampilan Timnas Indonesia U-16 dalam empat laga Piala Final AFF U-16 2022 sudah mengesankan, tetapi ada satu hal bahwa masih cukup mengganjal.
Pemerhati sepak bola nasional, Mohamad Kusnaeni, menyebut satu-satunya titik lemah Timnas U-16 adalah komunikasi. Karena persoalan komunikasi ini dua gol bersarang ke gawang Garuda Muda.

Persiapan Piala AFF U-16 terlihat kecolongan pertama tercipta saat melawan Vietnam (6/8) dan kedua ketika melawan Myanmar (10/8). Satu kesamaan dari dua kecolongan ini adalah ada problem dalam komunikasi kiper dan pemain bertahan. “Kalau saya lihat kita kecolongan lawan Vietnam dan Myanmar sebetulnya sama, dari proses komunikasi yang kurang baik kiper dan bek,” kata Kusnaeni kepada CNN Indonesia.com, Kamis (11/8).

“Ini kan anak-anak muda, wajar bikin kesalahan, tinggal koreksi kesalahannya. Pertahanan Indonesia cukup baik, cukup kuat, tinggal memperbaiki kesalahan kecil adapun dibayarnya terlalu mahal,” ucapnya menjelang Piala AFF U-16

Piala Final U-16 Acuan Perfomance Bola Indonesia

Perihal permainan skuad Vietnam, lelaki yang biasa disapa Bung Kus ini menilai ada banyak titik lemah adapun bisa dieksploitasi. Salah satunya adalah antisipasi set piece yang belum optimal. Piala Final Timnas Indonesia Optimis bisa menaklukkan lawan di laga nantinya.

Hal ini menjadi kesiapan Final Piala U-16 yang membuat Timnas Indonesia U-16 bisa memasukkan dua gol pada pertemuan pertama. Kendati demikian hal ini tak bisa dijadikan acuan, pasalnya Vietnam pasti telah melakukan evaluasi. “Kita sudah punya riwayat mengalahkan mereka di event yang sama.

Ini modal yang sangat baik. Kita tahu cara bagaimana menang. Itu yang paling penting, bagi Indonesia tahu cara menang atas Vietnam,” kata Kusnaeni. “Yang kedua, di samping tahu cara menang juga harus tahu cara menghindari kecolongan dari tim yang sama di Final Piala U-16.

Kemarin Indonesia harus bersusah payah menyamakan kedudukan setelah dibobol Myanmar,” ujarnya. Tetapi perlu di garis bawahi bahwa tim skuad garuda muda Final Piala U-16 perlu banyak koreksi dan latihan yang banyak. Kesiapan timnas Indonesia sangat menjadi acuan akan tampil baik buruk nantinya.

Mengingat di laga ini adalah penyisihan untuk menjadi sang juara di Piala AFF U16.

Baca Juga : Harga Tiket Indonesia vs Vietnam di Final Piala AFF U16

Continue Reading

Asian Games

Harga Tiket Indonesia vs Vietnam di Final Piala AFF U16

Published

on

By

Warungsports-Organisasi PSSI sudah mulai membuka penjualan tiket pertandingan final Piala AFF U-16 2022 antara Indonesia vs Vietnam. Dengan tertera harga kupon, Laga Indonesia dan Vietnam akan bentrok pada final Piala AFF U-16 202 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat (12/8) malam. Ini duel kedua setelah Indonesia mengalahkan Vietnam 2-1 di fase grup.

Tiket sudah banyak peminatnya. sebelum pertandingan final mulai pukul 20.00 WIB, laga perebutan tempat ketiga antara Thailand vs Myanmar akan digelar di stadion yang sama mulai pukul 15.30 WIB. Oleh ketua Divisi Pembinaan Suporter PSSI Budiman Dalimunthe, yang bertanggung jawab soal voucher, menyebut tak ada kenaikan harga karcis untuk laga final Piala AFF U-16 2022. Harganya sama dengan semifinal.

Pembelian karcis pertandingan Piala final Indonesia vs Vietnam hanya bisa didapatkan secara daring melalui Tiket.com. Ada empat kategori yang bisa dipilih sesuai dengan lokasi tempat duduk di dalam stadion.

2 Kategori Tiket Piala AFF Yang Paling Murah

Untuk tiket yang paling murah Final Piala AFF, disediakan dua kategori, yakni Tribune Kuning (selatan) dan Tribune Hijau (utara). Kedua kategori itu dibanderol dengan harga Rp50 ribu. Selanjutnya ada kelas kedua dengan sebutan kategori Tribune Merah.

Harga tiket Final Piala AFF nantinya di tribune sebelah timur ini adalah Rp100 ribu. Terakhir ada Tribune Biru (barat) dengan harga paling tinggi, Rp150 ribu. Selain wajib membeli kupon melalui platform daring, penonton wajib memenuhi sejumlah syarat.

Pertama harus sudah divaksin Covid-19 minimal dua kali yang dibuktikan lewat aplikasi PeduliLindungi. Dihimbau juga penonton khusus Final Piala AFF agar tidak membawa anak-anak di bawah usia 12 tahun ke stadion. Lalu penonton harus membawa identitas seperti KTP atau Kartu Keluarga untuk keperluan pencocokan data tiket.

Berikut harga tiket laga tersebut :
Tribune Kuning Rp. 50.000
Tribune Hijau Rp. 50.000
Tribune Merah Rp. 100.000
Tribune Biru Rp. 150.000

Timnas Indonesia sudah siap berlaga berhadapan dengan Vietnam, secara mental di Final Piala AFF tim skuad U16 akan bertaruh sepenuhnya demi mengibarkan bendera merah putih Indonesia nantinya.

Baca Juga : Maung Bandung Pilih Pelatih Asing Gantikan Robert

Continue Reading

AFC

Maung Bandung Pilih Pelatih Asing Gantikan Robert

Published

on

By

Warungsports-Oleh manajemen Persib Bandung memastikan bakal membidik pelatih asing untuk menggantikan Robert Alberts yang mundur dari kursi coach kepala pada Rabu (10/8).
Hal tersebut diungkapkan Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Umuh Muchtar dalam konferensi pers setelah menemui para pendukung Viking yang menggelar demo di depan Graha Persib, Rabu (10/8).

“Ya pak Glenn [Sugita, Direktur Utama PT PBB] yang menentukan, tapi mungkin [pelatih] asing ya, sementara ini kita membidik [coach] asing ya,” kata Umuh dikutip dari Antara. Umuh mengatakan manajemen hingga kini masih terus berdiskusi untuk memilih pengajar asing yang lebih baik dari Robert Alberts.

Beliau pun meminta Bobotoh untuk bersabar karena mencari coach bukan perkara mudah. Namun Umuh memastikan manajemen Persib juga tidak ingin berlarut-larut dalam mendatangkan instruktur anyar. “Ya secepatnya [memilih pelatih], dari malam, dari Robert sudah mundur juga kita sudah bergerak, mencari siapa-siapanya,” kata Umuh.

Robert Alberts memutuskan mundur dari kursi pelatih Persib setelah mendapat desakan dari Bobotoh usai tim Maung Bandung gagal menampilkan performa terbaik di tiga pertandingan awal Liga 1 2022/2023. Dari tiga pertandingan, Persib menelan dua kekalahan dan seri satu kali. Akibatnya Persib kini berada di zona degradasi.

Sementara Waktu Persib Dipimpin Asisten Pelatih

Umuh pun memastikan Robert Alberts resmi mengundurkan diri dan bukan dipecat oleh manajemen Persib. “Pokoknya mengundurkan diri, Bobotoh sudah jelas, ya mungkin lebih terhormat mengundurkan diri,” kata Umuh.

Untuk menggantikan peran Robert Alberts, sementara waktu skuad Persib bakal dipimpin oleh asisten coach, Budiman. “Caretaker [pelatih sementara] saya yakin Budiman ya, saya kira seperti itu. Kalau Yaya itu instruktur fisik,” kata Umuh.

Sementara menunggu verifikasi siapa yang akan menjadi pilihan untuk menjadi pelatih baru Persib nantinya, oleh pihak manajemen akan berdiskusi dan seleksi penuh mana yang lebih kompeten akan memberi kontribusi pada Klub besar sekelas Persib Bandung. Intinya loyalitas yang menjadi pertimbangan.

Bukan sekedar menjadi pelatih bagus tetapi coach yang terbaik dan punya goal yang jelas. Demi perkembangan dan kemajuan pesepakbola Indonesia kedepannya.

Baca Juga : Hasil Gambaran Kejuaraan Dunia: Ganda Putra Satu Pool

Continue Reading

AFC

Coach Robert Alberts Resmi Mundur dari Persib Bandung

Published

on

By

Warungsports-Pelatih Robert Alberts resmi mundur sebagai pelatih Persib Bandung, Rabu (10/8), menyusul hasil buruk di Liga 1. Kejelasan itu diungkap Persib melalui situs resmi klub.

Update di akun sosial medianya, “Setelah tiga musim menjalin kebersamaan, Persib dan Robert Alberts memutuskan untuk mengakhirinya pada Rabu 10 Agustus 2022. Pelatih asal Belanda tersebut memutuskan mundur dari jabatannya sebagai pelatih kepala Pangeran Biru,” tulis pihak Persib.

Pihak manajemen Persib mengatakan keputusan ini diambil setelah tim Maung Bandung tidak pernah menang di tiga laga awal Liga 1 musim ini. Langkah Robert sudah menjadi pertimbangan panjang.

Dipostingannya, “Persib dan Robert sepakat untuk tidak melanjutkan kerjasama pada Liga 1 2022/2023 ini. Hal tersebut tak lepas dari hasil evaluasi performa PERSIB yang dari tiga pertandingan hanya meraih satu poin,” tulis pihak Persib.

Keputusan Robert mundur dari Persib tidak lepas dari tekanan keras Bobotoh, terutama setelah Persib kalah dari Borneo FC 1-4. “Keputusan mundur dari pelatih kepala merupakan sikap yang diambil Alberts. Langkah itu diambil demi kebaikan Persib. Bagi Persib, tentu bukan hal mudah menghadapi situasi sulit seperti ini,” tulis pihak Persib.

Bukan Hal Mudah Untuk Mendapat Pelatih Baru

“Apalagi di awal musim dan harus segera mencari pelatih pengganti. Bukan hal mudah mencari pelatih pengganti yang siap untuk mendapat mandat besar meraih prestasi terbaik di Liga 1 2022/2023,” sambung pihak Persib. Terakhir manajemen Persib mengucapkan terima kasih kepada Robert.

“Didasari semangat saling menghormati dan demi kepentingan bersama dan kebaikan Persib, Robert pun pamit undur diri. Hatur Nuhun, Alberts untuk profesionalisme yang telah ditunjukkan selama ini. Dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan untuk tim yang tidak akan kami lupakan,” tulis pihak Persib.

Namun mundurnya Robert sebagai pelatih Maung Bandung adalah sebuah keputusan panjang yang harus di telan secara matang. Ini bukan kali pertama pergantian pelatih Persib Bandung.

Baca Juga : Gambaran Piala AFF 2022: Indonesia Ada di Pot Berapa?

Continue Reading

Trending

Copyright © 2021 by WarungsSports