Live Friday, 17 July 2026
Sport Indonesia • Piala Dunia • Liga Eropa • MotoGP
Breaking
angkat besi

Ni Nengah Widiasih Ucap Syukur Usai Raih Medali Perak di Paralimpiade Tokyo 2020

Icha August 27, 2021 5 years lalu

Warungsport – Atlet angkat besi Indonesia Ni Nengah Widiasih sukses meraih medali perak di Paralimpiade Tokyo 2020. Medalinya dari Divisi Angkat Besi Disabled 41kg Putri merupakan kali pertama Indonesia menjuarai Tokyo Paralimpiade Tokyo 2020. .

Mengetahui hal itu, Ni Nengah Widiasih pun mengaku bersyukur usahanya membuahkan hasil. Wanita yang akrab disapa Vidi ini juga sangat bangga karena medali peraknya bukan hanya medali pertama Mela Puteh di Tokyo Paralympic Games 2020, tetapi juga medali perak pertama Indonesia sejak Seoul pada 1988. .

“Tentu senang dan bangga. Sesuai dengan cita-cita pribadi saya, karena sebelum saya datang ke sini, saya adalah yang kedua di dunia. China memang sangat kuat,” terima Vidi dari Kongres Rakyat Nasional Indonesia di Jakarta, Jumat (27/8/ 2021). Pernyataan resmi mengatakan.

“Namun, saya sangat bersyukur karena hari ini Merah Putih bisa terbang, membuat generasi saya maju dari medali perunggu dan perak Brasil,” tambahnya.

Sementara itu, pada Olimpiade London 2012 dan Olimpiade Rio 2016 sebelumnya, Indonesia hanya mampu meraih satu medali perunggu.

Merah Putih akhirnya memecah kebuntuan dan meraih medali perak pertama dalam 33 tahun dengan bantuan Ni Nengah Widiasih, atlet angkat besi Divisi Powerlifting 41kg Putri Olimpiade Tokyo 2020.

Pada saat yang sama, medali emas diraih oleh atlet angkat besi China Guo Lingling. Dia juga memecahkan rekor dunia 41 kg atas namanya sendiri dan mencatat rekor angkat besi terbaik 109 kg. Medali perunggu diraih oleh atlet angkat besi Venezuela Clara Sarahy Munasterio, hasil angkat besi terbaiknya adalah 97 kg.

Widi berterima kasih kepada pemerintah yang terus membantu atlet Kongres Rakyat Nasional Indonesia, sehingga dia bisa meraih medali perak di Tokyo.

Widi meraih medali perak dengan kekuatan 98 kilogram. Dibandingkan dengan medali perunggunya pada kategori 95 kg di Paralimpiade Rio de Janeiro 2016, rekor kekuatan putri di Bali meningkat.

Selain itu, Catatan 98 kg itu juga menjadi rekor terbaik selama karirnya sebagai atlet parapowerlifiting kelas 41 kg.

“Semoga kedepannya ASEAN Para Games dan Asian Para Games bisa tampil baik juga,” kata dia.

“Semoga medali saya bisa menjadi motivasi untuk atlet lain yang akan berjuang,” jelas dia.

Meski pun mempertahankan tradisi medali di tiga paralimpiade terakhir,. Indonesia belum pernah lagi meraih medali emas sejak Paralimpiade Arhem di Belanda pada 1980.

Berita Terkait