Live Friday, 3 July 2026
Sport Indonesia • Piala Dunia • Liga Eropa • MotoGP
Breaking
Basket

Legenda NBA Yao Ming Pernah Bekerja Dengan Pebasket Asal Indonesia

Elvina April 27, 2021 5 years lalu

Warungsports – Bertemu dengan pemain NBA merupakan idola atau mimpi semua penggemar basket di seluruh Dunia termasuk juga Indonesia. Mungkin ini disebabkan faktor jauhnya jarak dari Amerika Serikat ke Indonesia membuat sulit bertatap muka dengan bintang-bintang NBA.

Bertemu langsung dengan pemain NBA mungkin mimpi bagi seluruh penggemar basket. Apalagi jika mendapatkan kesempatan untuk bekerja langsung dengan para pemain mega bintang tersebut, hal ini tentunya sudah ditekuni oleh Thomas Teddy Kurniadi, mantan pemain Kobatama dari tim Panasia Hatdex Bandung, yang dulu pernah bekerja di salah satu tim NBA LA Clippers.

Hal yang sama juga pernah dialami putra Indonesia lainnya seperti Arief Ramadhani atau yang kerap disebut Danny Duck. Beliau pun pernah mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan legenda sekaligus mega bintang bola basket NBA asal China Yao Ming yang dulu pernah bermain di klub Housten Rockets pada tahun 2002-2010.

Beruntungnya lagi, Danny bisa menjadi volunteer sebagai salah satu staff Yao Ming Foundation, organisasi non profit ini didirikan Yao Ming pada tahun 2008 guna membangun negara asalnya China melalui pengenalan basket pada anak usia dini diseluruh Provinsi China.

Harapan ini terjadi disaat Danny bekerja sebagai konslutan Business Management Boeing di Shanghai, China, di tahun 2011 silam, ini yang membuatnya bertemu dengan Yao Ming pemain basket yang sudah lama di idolakan oleh Danny.

Pria yang sudah berusia 52 tahun itu pun menjelaskan mengenai program Yao Ming Foundation dimana merupakan gagasan Yao Ming langsung untuk memperkenalkan basket kepada anak usia dini khusunya antara usia 8-16 tahun.

“Di negri asalnya Yao Ming sangat dihormati dan menjadi salah satu pahlawan olahraga China yang sangat dikagumi mulai anak-anak sampai orang dewasa. Yao Ming Foundaion sendiri sudah ada di seluruh Provinsi China, saya melatih district Shanghai setiap Sabtu dan Minggu ( 2kali dalam 1 minggu) dengan modul kepelatihan yang disusun oleh tim kepelatihan Yao Ming. Tidak ada latihan game, yang ada hanya latihan dasar, dimulai dari passing, dribbling, shooting, dan fisik. Saya sendiri ditunjuk untuk melatih kelompok usia 12-16 putra putri, walau sesekali bersama pelatih saya melatih untuk anak-anak dibawah usia 10 tahun,”ujarnya.

Kenangan di Yao Ming Foundation sangat membekas didirinya. Mulai dari persoalan bahasa, jarak tempat yang lumayan jauh yang ia harus tempuh,(4 kali transit stasiun), ini juga termasuk membagi waktu dengan keluarganya. Meski begitu Danny juga menjalaninya dengan senang. Bagi dia membagi ilmu kepada anak-anak sama hal nya seperti ibadah, ditambah dia bisa langsung bertemu dengan Yao Ming sang idolanya.

” Tahun 2013 seluruh staff pelatih Yao Ming Foundation diseluruh Provinsi China, diundang langsung oleh Yao Ming dalam acara Charity Fair di kota Shanghai. saya juga bisa mendapatkan sharing dari ilmu darinya. Yang mengensakan dari beliau ia sosoknya sangat ramah dan juga memperhatinkan setiap pelatih andil di yayasannya. Selain itu, murid-murid di Yao Ming Foundation attitude nya sangat baik, disiplin dan sangat menghargai para pelatihnya. Kalau disini setiap orang tua tidak dapat menunggu anaknya selama latihan kemudian mereka harus pulang. Semua murid disana melahap hasil latihan dengan serius dan tidak ada yang setengah hati. Walaupun Yao Ming Foundation merupakan CSR non profit, namun keseriusan manajemennya patut diacungi jempol. Para murid mendapatkan rapot dan jika ada kekurangan dalam catatan pelatih mereka harus memperbaikinya,” ucapnya

Sejak kembali dari China 2016, ia berharap setidaknya dapat berbagi pengalaman kepada pelatih muda dan insan komunitas basket di tanah air, terutama dalam pengembangan basket usia muda.

Berita Terkait