Live Saturday, 1 August 2026
Sport Indonesia • Piala Dunia • Liga Eropa • MotoGP
Breaking
NBA

Legenda Hall Of Fame Milik Lakers, Earvin Magic Johnson

Meliana May 14, 2021 5 years lalu
Guard Magic Johnson of the Los Angeles Lakers stands on the court during a game at the Great Western Forum in Inglewood, California.


Bagi para pecinta basket NBA sejati pasti sudah tidak asing lagi dengan yang namanya Earvin Johnson atau lebih akrab dengan nama Magic Johnson. Ya, sepanjang karirnya, Magic Johnson dikenal sebagai salah satu legenda NBA yang pernah bermain untuk Los Angeles Lakers.

Meski pernah bermain untuk Swedish Magic M7 Boras, Johnson dikenal sebagai bintang Lakers. Dalam game yang masih aktif, Magic Johnson berperan sebagai point guard. Padahal, tubuhnya yang besar dan tinggi 206cm, tentu saja banyak yang menganggap dirinya lebih layak diposisikan sebagai center.

Namun pria berusia 60 tahun itu membuktikan bahwa kondisi fisiknya tidak menentukan di mana seorang atlet bermain bola basket. Magic Johnson memenangkan lima kejuaraan NBA untuk Lakers pada tahun 1980, 1982, 1985, 1987 dan 1988. Tidak hanya itu, ia juga memenangkan MVP Final dan MVP dari seluruh pertunjukan NBA sebanyak tiga kali.

Dalam NBA All-Star Game, Magic Johngson (Magic Johngson) berpartisipasi sebanyak 12 kali dan dua kali terpilih sebagai MVP. Bagus? Belum lagi ia masih memiliki rekor banyak gelar pribadi. Berkat pencapaian ini, Magic Johnson juga masuk dalam Basketball Hall of Fame pada tahun 2002. Sebagai informasi, gelar Hall of Fame merupakan penghargaan yang dipilih atas reputasi atau prestasinya di bidang tertentu.

Tentu saja, jika Lakers bergabung dengan timnya, dia akan memberikan penghormatan kepadanya dengan nomor punggung 32 yang sudah pensiun. Magic Johnson pensiun pada tahun 1991 setelah dinyatakan positif HIV.

Namun, dia masih punya waktu satu tahun untuk memperkuat Lakers di tahun 1996. Johnson menjadi presiden operasi Lakers pada tahun 2017, dan dia juga merupakan tokoh penting dalam perkenalan LeBron James. Sayangnya, di penghujung musim 2018-2019, ia mundur dan tetap fokus.

Berita Terkait