Live Tuesday, 28 July 2026
Sport Indonesia • Piala Dunia • Liga Eropa • MotoGP
Breaking
Bulu Tangkis

Karena Sakit, Ayah Mohammad Ahsan Meninggal Dunia

Icha August 10, 2021 5 years lalu

Warungsports –Pebulu tangkis Mohammad Ahsan menyampaikan kronologis kematian ayahnya H. Tumin Atmadi. Almarhum sebelumnya memiliki penyakit dalam dan kemudian terpapar COVID-19.

Ayah Mohammad Ahsan meninggal dunia pada Senin (8 September 2021). Dia meninggal pada usia 81 tahun. Ah Shan mengatakan bahwa ayahnya memiliki riwayat penyakit medis dan baru mengetahui bahwa dia telah terkena virus mahkota baru seminggu kemudian.

“Sebenarnya saya tidak tahu penyakit spesifik apa itu internal (penyakit) dan sering minum obat. Jadi kondisinya internal dan dia juga terpapar COVID-19,” kata Assan kepada detikSport melalui telepon.

Hendra Setiawan dari divisi ganda putra mengatakan bahwa mereka baru mengetahui bahwa ayah mereka sakit ketika mereka mengikuti semifinal Olimpiade Tokyo 2020. Saat itu, Ah Shan sedang bersiap untuk memberi tahu ayahnya melalui telepon.

“Itu menyakitkan selama semifinal. Saya menelepon ayah saya dulu. Sakitnya luar biasa, tetapi dia masih di rumah karena keluarganya tidak yakin apakah akan membawanya ke rumah sakit. Tidak ada orang di rumah yang memberitahunya,” katanya. Dijelaskan.

“Saat saya kembali, saat saya dikarantina (setelah Tokyo) seminggu yang lalu, ayah saya dibawa ke rumah sakit. Kemudian saat hasil tes PCR positif, tambahnya.

Setelah mendapat perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, ayah Ahsan kemudian meninggal dunia. “Saya juga mengetahuinya setelah saya menerima kabar dari saudara saya pagi ini. Awalnya, orang Palembang menghubungi saya tetapi mereka tidak menjawab karena saya tidak memiliki ponsel. Kemudian saudara saya menelepon untuk memberi tahu saya,” katanya. dikatakan.

Sesuai kesepakatan kesehatan COVID-19, ayah Ahsan dijadwalkan dimakamkan pada Senin sore pukul 16.00 WIB.

“Jam 4 sore, Tuhan memberkati. Saya mungkin tidak terburu-buru (bawa ayah langsung ke tempat peristirahatan terakhir), tetapi saya lebih baik pergi ke Palembang dulu. Saya juga harus hati-hati dan prosedurnya (ketat), jadi ikuti saja. , ” kata Assan.

“Alhamdulillah kami mendapat bantuan dari RS Bhayangkara disana. Pak Kombes Firli (Bahuri) banyak sekali bantuannya sampai di kirim ke RS Bhayangkara. Alhamdulillah semua tertolong disana, Nanti saya hadiri pemakamannya.” Alhamdulillah banyak yang peduli, terima kasih banyak,” kata Ah Shan.

Berita Terkait