Connect with us

Liga Italia

Javier Zanetti ke Indonesia sekaligus untuk reuni dengan Pelatih Persib

Published

on

Agen Berita Bola Online Terupdate – Legenda Inter Milan, Javier Zanetti, menyambangi Kota Kembang yang merupakan markas dari klub Indonesia Persib Bandung pada pertengahan bulan ini, dalam acara launching akademi Maung Bandung di Stadion Siliwangi.

Kunjungan ini sekaligus menjadi momen reuni dua sosok mantan pemain Inter Milan. Seperti yang diketahui, pelatih Persib, Roberto Carlos Mario Gomez dan Zanetti pernah bekerja sama di Inter. Pada 3 musim dari tahun 2001 hingga 2003, Gomez menjadi asisten Hector Cuper yang saat itu sedang memimpin Inter Milan. Gomez mengaku senang mendapat kesempatan berjumpa dengan pria 44 tahun ini. Dia juga memuji kepribadian Zanetti yang dinilai sebagai panutan rekan-rekannya.

Baca Juga :  Chelsea dan PSG Mundur Saja, Theo Hernandez Ikrarkan Setia untuk AC Milan

“Dia pemain hebat. Bukan hanya bagus dalam bermain sepakbola, sehari-hari, dia juga merupakan pribadi yang sangat santun dan menaruh rasa hormat besar terhadap semua orang, Saya mengenal dia sebagai sosok yang selalu tampil 100 persen dalam setiap pertandingan. Tidak 70, 80 atau 90 persen, selalu 100.” tutur Gomez

Zanetti memutuskan untuk gantung sepatu di akhir musim 2013/2014 lalu. Bersama Inter, dia sudah melakoni lebih dari 800 laga setelah bergabung di tahun 1995, dan tentunya sudah banyak prestasi yang didalam sang kapten Inter Milan tersebut.

Javier Zanetti ke Indonesia sekaligus untuk reuni dengan Pelatih Persib

Advertisement Smiley face
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Liga Italia

Chelsea dan PSG Mundur Saja, Theo Hernandez Ikrarkan Setia untuk AC Milan

Published

on

By

Warungsports – Theo Hernandez telah menjadi figur penting bagi AC Milan sejak direkrut pada musim panas 2019.

Theo Hernandez menjadi milik AC Milan setelah ditebus senilai 21,5 juta euro (sekitar Rp344 miliar) dari Real Madrid.

Tak terpakai di Real Madrid, Theo Hernandez menjadi andalan bagi Stefano Pioli di sektor bek kiri.

Nyaris sejak pertama kali kedatangannya di San Siro hingga musim 2021-2022, Hernandez selalu dipercaya Stefano Pioli sebagai bek kiri.

Hingga pada akhirnya, pemain berusia 24 tahun tersebut tercatat sudah mengemas 106 penampilan dengan mengemas 19 gol dan membukukan 20 assist.

Pada musim 2021-2022, Hernandez baru mengumpulkan empat gol dan mendulang lima assist dari 19 penampilannya di Liga Italia.

Konsistensi permainannya membuat manajemen I Rossoneri berniat untuk mengikatnya lebih lama lagi.

Kontraknya sendiri memang masih berlaku hingga Juni 2024.

Namun, Hernandez telah mengikrarkan dirinya setia dengan Milan dan komitmennya untuk berada di San Siro.

Dilansir Warungsports.id dari Football Italia, Milan berencana menambah durasi kontrak Hernandez hingga Juni 2026.

Baca Juga :  Man United Lakukan Kesalahan Besar Usai Ferguson Pergi

Dalam waktu dekat Milan ingin segera mengikat Hernandez dengan kontrak baru sebelum bursa transfer musim dingin 2022 berakhir.

Artinya, bek asal Prancis tersebut bakal mendapat tambahan masa kerja dua tahun di Milan.

Tidak hanya durasi yang bertambah, gaji yang didapat Hernandez juga bakal mengalami peningkatan.

Hernandez dipastikan mendapatkan pundi-pundi yang besar dalam kontrak barunya mengingat Milan nyaris meningkatkan upahnya menjadi tiga kali lipat.

Hernandez telah membuat pilihan untuk bertahan di Milan, klub yang telah memberinya kepercayaan diri.

Kepastian tersebut juga membuat Hernandez akan menjadi salah satu pilar masa depan I Rossoneri di bawah kepemimpinan direktur Milan, Paolo Maldini dan Frederic Massara.

Kondisi ini tentunya membuat dua klub raksasa Eropa, Chelsea dan Paris Saint-Germain mundur dari perburuan.

Chelsea dan Paris Saint-Germain diketahui telah menjadi peminat serius alumnus Atletico Madrid tersebut.

Chelsea ingin Hernandez menjadi bagian skuad Thomas Tuchel mengingat cedera panjang yang dialami Ben Chilwell musim ini.

Sementara itu, PSG berniat menghadirkan Hernandez karena berniat melepas Laywin Kurzawa.

Continue Reading

Liga Inggris

Mau Gabung Liverpool atau Man City, Paulo Dybala Wajib Penuhi Satu Syarat

Published

on

By

Warungsports – Keberadaan Paulo Dybala di Juventus seolah tinggal menghitung hari.

Pada bursa transfer musim dingin 2022, santer diberitakan jika Paulo Dybala bakal segera angkat kaki dari Juventus.

Kondisi tersebut dilatarbelakangi oleh kekecewaan Paulo Dybala terhadap manajemen Juventus.

Juventus dianggap melakukan keputusan sepihak saat memutuskan menarik tawaran kontrak baru senilai 10 juta euro (sekitar Rp160 miliar) per tahun yang telah disepakati beberapa minggu sebelumnya.

Hal itu membuat Dybala tidak senang dan ingin mencari tantangan baru di luar Liga Italia.

Pasalnya, kontrak penyerang asal Argentina tersebut bakal kedaluwarsa pada Juni 2022.

Pada bursa transfer musim dingin Januari ini, Dybala diperkenankan membuka perjanjian pra-kontrak dengan klub lain mengingat belum adanya kesepakatan dengan I Bianconeri.

Nantinya, Dybala bakal pergi dari Allianz Stadium dengan status bebas transfer.

Kompatriot Lionel Messi tersebut tidak perlu susah-susah mencari klub baru lantaran sejumlah klub dari Liga Inggris mulai menaruh minatnya.

Klub-klub dari Liga Inggris seperti Manchester City, Liverpool, dan Tottenham Hotspur mencoba mengintip peluang untuk mengangkut Dybala.

Di atas kertas, Inter Milan menjadi pelabuhan menarik dengan sistem terbaik 3-5-2 untuk mengeluarkan kualitasnya di sepertiga akhir.

Namun, Inter Milan disinyalir tidak akan melempar tawaran dan belum lagi mereka adalah rival terberat Juventus di Liga Italia.

Keberadaan Edin Dzeko, Lautaro Martinez, dan Joaquin Correa, juga dianggap sudah cukup bagi Inter.

Sementara itu, Tottenham Hotspur menawarkan kesempatan yang sama dalam sistem serupa dari Inter mengingat mereka saat ini diasuh Antonio Conte.

Namun, Spurs tidak memiliki status dan kualitas yang sama seperti Liverpool dan Manchester City yang menawarkan kesempatan meraih trofi juara domestik dan Eropa yang besar.

Tawaran dari dua raksasa Liga Inggris tersebut dinilai lebih menggoda Dybala untuk bergabung dengan salah satu dari mereka.

Dilansir Warungsports.id dari Football Italia, Dybala sendiri gagal tampil mengesankan saat ditempatkan sebagai pemain sayap di Juventus.

Pemain berusia 28 tahun ini adalah seorang striker pendukung atau gelandang serang yang suka datang ke dalam untuk mendapatkan bola, menghubungkan serangan dan lini tengah.

Oleh karena itu, Dybala tidak memungkinkan untuk dapat bermain sebagai penyerang sayap baik di Liverpool atau Man City.

Baca Juga :  Man United Lakukan Kesalahan Besar Usai Ferguson Pergi

The Reds diketahui telah memiliki Sadio Mane dan Mohamed Salah yang biasa beroperasi sebagai winger.

Belum lagi keberadaan Diogo Jota dan Takumi Minamino.

Sementara itu, The Citizens sendiri sudah terbiasa bermain tanpa penyerang murni dengan mengandalkan para winger seperti Jack Grealish, Raheem Sterling, Bernardo Silva, Riyad Mahrez, dan Phil Foden.

Maka, Dybala tidak memiliki kesempatan untuk menjadi penyerang sayap mengingat dirinya juga tidak memiliki kecepatan dan intensitas yang sama.

Satu-satunya peran yang perlu dikuasai Dybala jika ingin bergabung dengan Liverpool atau Man City adalah false nine.

Dirinya bisa ditempatkan sebagai false nine, tetapi peran tersebut belum dikuasai secara konsisten sejak bermain di Palermo.

La Joya menghabiskan musim pertamanya di Serie A bersama Palermo, bermain sebagai striker tunggal di bawah asuhan Beppe Iachini.

Pada waktu itu, Dybala mencetak 13 gol dan sepuluh assist dalam 35 pertandingan debut di Serie A dalam kariernya sebelum hijrah ke Juventus pada musim panas 2015.

Massimiliano Allegri selaku allenatore I Bianconeri, terkadang menggunakan Dybala dalam peran false nine di Juventus.

Namun, penyerang kelahiran Laguna Larga tersebut gagal menunjukkan kualitas terbaiknya ketika ditempatkan di belakang penyerang tengah lainnya.

Perbedaan kekuatan para bek Liga Inggris jelas jauh berbeda dengan para pemain Liga Italia.

Adaptasi Dybala di Inggris bisa jadi bakal tidak mudah sama sekali.

Namun, La Joya bisa bermain sebagai penyerang palsu dan bekerja di bawah dua pelatih terbaik di dunia, seperti Jurgen Klopp atau Pep Guardiola.

Juergen Klopp dan Pep Guardiola dapat membantu Dybala menemukan kembali keterampilan sebagai false nine yang tampaknya telah hilang.

Di Liverpool, Klopp terbukti mampu mengubah sosok Roberto Firmino yang sejatinya berposisi sebagai gelandang serang menjadi false nine yang ditakuti lawan.

Sementara itu, Guardiola sudah lebih dahulu mempraktekkan formula false nine ketika menjadi juru taktik Barcelona dengan memakai Lionel Messi dan Cesc Fabregas.

Di Man City, Guardiola memainkan peran tersebut kembali dalam diri Raheem Sterling, Ferran Torres, dan Phil Foden.

Continue Reading

La Liga

Resmi, Anthony Martial Dipinjamkan Manchester United ke Sevilla

Published

on

By

Warungsports – Masa depan Anthony Martial di Manchester United sudah sangat tidak jelas saat Cristiano Ronaldo datang pada bursa transfer musim panas lalu.

Jatah menit bermain Anthony Martial di Manchester United langsung otomatis anjlok.

Musim lalu Anthony Martial masih merumput sebanyak 22 kali di Liga Inggris dengan mencatatkan 1.488 menit bermain.

Angka itu sekitar 43% dari total keseluruhan menit bermain Manchester United di Premier League.

Musim ini Anthony Martial baru tampil 8 kali di Liga Inggris dengan 210 menit bermain.

Itu berarti cuma 10% dari total menit bermain Manchester United di Premier League.

Tidak heran jika kemudian Anthony Martial disebut-sebut akan dilepas oleh Manchester United di bursa transfer musim dingin.

Apalagi beberapa waktu lalu, Anthony Martial sempat membuat masalah dengan dikabarkan dirinya menolak untuk masuk dalam skuad.

Pelatih sementara Manchester United, Ralf Rangnick, kemudian mencoba meredakan ketegangan di mana dia menyatakan sudah berbaikan dengan Anthony Martial.

Akan tetapi, masa depan Anthony Martial menjadi lebih jelas ketika menyusul cuitan pakar transfer sepak bola, Fabrizio Romano, pada Selasa (25/1/2022) subuh WIB.

Baca Juga :  Man United Lakukan Kesalahan Besar Usai Ferguson Pergi

Menurut Fabrizio Romano, Anthony Martial resmi dipinjamkan oleh pihak Manchester United ke Sevilla.

Kesepakatan sudah tercapai di antara kedua belah pihak di mana klub Liga Spanyol itu akan membayar gaji Anthony Martial sampai Juni mendatang.

Anthony Martial akan terbang ke Spanyol dalam beberapa jam ke depan.

Juventus juga dikabarkan sempat menaruh minat kepada Martial, akan tetapi angka gaji sang penyerang yang mencapai 6 juta euro atau hampir 100 miliar rupiah untuk setengah tahun membuat mereka mundur dari perburuan.

Anthony Martial memperkuat Manchester United sejak musim 2015-2016 lalu.

Martial direkrut dari AS Monaco dengan harga transfer 36 juta pound atau hampir 700 miliar rupiah, yang ketika itu menjadikannya sebagai remaja termahal di dunia.

Selama 7 musim di United, striker berusia 26 tahun ini mencetak total 79 dalam 269 penampilan di semua ajang.

Continue Reading

Liga Italia

Dusan Vlahovic Selangkah Lagi Khianati Fiorentina, Semua akan Juventus pada Waktunya

Published

on

By

Warungsports – Media-media Italia berani mengeklaim Dusan Vlahovic selangkah lagi resmi tinggalkan Fiorentina untuk bergabung dengan Juventus.

Awal pekan ini, La Gazzetta dello Sport mewartakan bomber Serbia tersebut sudah menyetujui kontrak personal dengan Juve.

Besaran gaji yang dia sepakati ialah 7 juta euro per musim.

Peluangnya hijrah di bursa transfer Januari ini diperkuat pernyataan Direktur Olahraga Fiorentina, Daniele Prade.

Ia mengaku sudah menerima tawaran untuk Vlahovic.

Fiorentina sudah legawa kehilangan mesin gol andalan mereka itu, asalkan dengan harga yang pas.

“Kami menerima beberapa proposal penting baginya. Semua pintu kami terbuka,” ujarnya, dikutip BolaSport.com dari Football Italia.

“Kami harus mengerti apa yang dia inginkan. Kami terbuka untuk segala hal, tapi agen harus mengatakan kepada kami niat mereka,” imbuh sang juru transfer.

Prade menegaskan sang top scorer sementara Liga Italia musim ini dihargai 70 juta euro atau setara 1,1 triliun rupiah.

Tunai, tanpa cicilan atau formula tambahan dengan menyertakan pemain lain.

Pakar mercato Italia, Fabrizio Romano, sudah mencuitkan Juventus-lah yang segera melancarkan manuver merekrut Vlahovic secara langsung.

Jangan kaget kalau peresmian transfer pemuda 21 tahun ini bakal terjadi dalam hitungan dekat.

Pasalnya, sudah ada tanda-tanda ‘pengkhianatan’ Dusan Vlahovic ke Juventus akan segera terkuak.

Baca Juga :  Chelsea dan PSG Mundur Saja, Theo Hernandez Ikrarkan Setia untuk AC Milan

Sang bomber sudah menghapus kata Fiorentina di bio akun Instagram pribadinya.

Terakhir, hanya muncul inisial DV9 yang mewakilkan nama serta nomor punggungnya saja.

Kemudian sambutan perpisahan pahit juga sudah dibeberkan fan La Viola.

Melalui spanduk, sudah ada kata ‘merda’ dalam kalimat yang ditujukan bagi kepergian Vlahovic menuju Juventus, salah satu rival kesumat Si Ungu.

Merda berarti tahi atau kotoran, kata yang sering dipakai untuk mengatai secara kasar di Italia.

Dengan begitu, ungkapan ‘semua akan Juventus pada waktunya’ bakal menguat kembali.

Bianconeri memang terkenal gemar membajak para pemain terbaik dari klub rival langsungnya.

Selain guna memperkuat tim mereka sendiri, manuver ini sekaligus berdampak untuk menggembosi klub lawan tersebut dalam persaingan di kompetisi.

Saat ini, Juventus dan Fiorentina merupakan rival langsung dalam target mengejar posisi 4 besar di klasemen.

Tak tanggung-tanggung, pemain yang segera dicomot Juve dari La Viola kini adalah pemain tersubur di klub sekaligus di Liga Italia 2021-2022 sejauh ini (17 gol).

Dusan Vlahovic pun bakal segera menyusul Federico Chiesa dan Federico Bernardeschi, yang lebih dulu membelot dari Fiorentina ke Juventus.

Setelah cemerlang sebagai jagoan di Artemio Franchi, Bernardeschi diboyong ke Turin pada 2017, disusul Chiesa tahun lalu.

Continue Reading

Liga Italia

Rossoneri Sudah Tampil Sip

Published

on

By

Warunsports – Pelatih AC Milan, Stefano Pioli, tampaknya tak terlihat kecewa kala mendapatkan hasil imbang melawan Inter Milan. Rossoneri dinilai lebih mantap dalam duel Derby della Madonnina kali ini.

AC Milan menghadapi Inter Milan di San Siro, Senin (8/11/2021) dini hari WIB dalam lanjutan Liga Italia. Inter sudah unggul di menit ke-11 melalui eksekusi penalti Hakan Calhanoglu.

Keunggulan Inter hanya bertahan tujuh menit, setelah Stefan De Vrij membuat gol bunuh diri. Inter mendapatkan penalti lain di menit ke-25, tapi eksekusi Lautaro Martinez mampu di tepis oleh kiper Milan Tatarusanu.

Skor 1-1 tak berubah lagi sampai pertandingan selesai. Hasil membuat posisi kedua tim di klasemen Liga Italia tak berubah sama sekali. Milan masih di posisi kedua dengan raihan 32 poin dari 12 laga dan Inter di urutan ketiga dengan 25 poin.

Ini adalah hasil yang cukup baik untuk Milan jika membicarakan hasil derby terakhir. Rossoneri kala itu dilumat 0-3 tanpa ampun oleh sang juara Serie-A meski berstatus tuan rumah.

Baca Juga :  Mau Gabung Liverpool atau Man City, Paulo Dybala Wajib Penuhi Satu Syarat

“Gelasnya setengah penuh. Kami tentu bertujuan untuk menang, tetapi itu sangat rumit, tim menunjukkan banyak semangat dan kami berjuang terlalu keras di babak pertama, tetapi kemudian meningkat setelah istirahat,” kata Pioli kepada DAZN.

“Inter adalah tim yang kuat dan kami membuktikan bahwa kami juga sama kuatnya. Itu adalah kinerja yang positif tentunya. Lihatlah perbedaan usia rata-rata untuk starting XI antara Milan dan Inter. Kami membutuhkan waktu lebih untuk mendapatkan pengalaman itu, membentuk kepercayaan diri itu dan sekarang kami bisa bertarung dengan yang terbaik di Serie A musim ini,” sambungnya.

Milan banyak melepaskan percobaan ke gawang Inter di 10 menit terakhir. Zlatan Ibrahimovic dkk. malah bisa saja menang andai tembakan Alexis Saelemaekers di menit ke-89 tak mengenai tiang dan bola rebound mampu dimanfaatkan dengan baik oleh Franck Kessie.

“Mungkin ada kesulitan, tetapi kami menunjukkan keberanian malam ini lagi dan kedua tim memiliki peluang untuk menang,” Pioli menegaskan.

Continue Reading

Liga Italia

Juventus Juara Coppa Italia:Tepat Di Hari Ulang Tahun, Pirlo Angkat Trofi Di Depan Penonton

Published

on

By

Warungsports  – Bertepatan dengan hari ulang tahun, Andrea Pirlo mendapatkan hadiah ulang tahun yang sangat spesial. Menjadi juara di depan suporter dan Torfi Coppa Italia.

Pirlo merayakan hari ulang tahunnya yang ke-42 pada 19 Mei 2021. Malam harinnya waktu Italia, Pirlo harus memimpin Juventus dilaga final Coppa Italia.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Mapei dengan adanya penonton, Bianconeri keluar sebagai juaranya. Dejan Kulusevski membawa Si Nyonya unggul lebih dahulu dan Ruslan Malinovskiy dapat mengimbangi 1-1 hingga akhir babak pertama.

Gol penentu yang membawa Juventus menang hadir dimenit ke 73 lewat Federico Chiesa. Gol tercipta setelah melakukan umpan satu-dua dengan Kulusevski.

Ini merupakan momen pertama bagi Pirlo dalam menjalani laga sebagai pelatih Juventus di depan Suporter. Karena saat ia berstatus sebagai pelatih pada situasi Pandemi Corona yang mengakibatkan dilarangnya suporter hadir.

Wasit meniupkan peluit yang pertanda pertandingan berakhir, Pirlo melompat bersorak-sorak dengan wajahnya yang terlihat sangat emosional di hari ulang tahunnya.

“Pertandingan ini sangat luar biasa, dua tim hebat yang berjuang susah payah dari awal hingga akhir. Ini layak untuk final dan juga untuk semua para suporter yang luar biasa ini. Jadi kami senang bisa memberikan malam yang sangat luar biasa ini.” Kata Pirlo.

Baca Juga :  Mau Gabung Liverpool atau Man City, Paulo Dybala Wajib Penuhi Satu Syarat

“Kami ingin menang dan membawa trofi ini. Kami kembali bersama dan sadar bahwa ini adalah tujuan yang sangat penting. Juventus sangat pantas mendapatkan trofi ini, kami telah mengalahkan tim-tim besar yang hebat di semifinal dan di final.” Ungkap Pirlo.

Tambah Lengkap Koleksi Trofi Ronaldo, Bufon Menyamakan Trofi Maldini

Sukses ini juga melengkapi koleksi trofi Cristiano Ronaldo di tiga besar liga top Eropa. Sebelumnya Ronaldo baru tampil sekali di partai puncak Coppa Italia di musim lalu tetapi dikalahkan oleh Napoli.

Ronaldo juga menjadi pemain pertama yang menyapu bersih trofi domestik disetiap kompetisi yang diikutinya. Dengan total trofi yang didapat sepanjang karirnya di klub berjumlah 30 trofi.

Sementara kiper berpengalaman Gianluigi Bufon juga memperoleh pencapaiannya tersendiri berkat keberhasilan Juventus.

Kiper yang berusia 43 tahun ini sekarang sudah mengoleksi 25 trofi dalam karirnya di klub. Ini menyamai sebuah rekor dari legenda AC Milan Paolo Maldini.

Trofi domestik pertama Bufon yang di peroleh bersama Parma pada tahun 1999. Saat itu ia bersama satu rekan timnya yang sekarang masih bersama di Juventus yakni Enrico Chiesa.

Continue Reading

Trending

Copyright © 2021 by WarungsSports