Connect with us

UFC

Jadwal UFC London – Kloningan Khabib dan Conor McGregor di Atas Panggung

Published

on

Warungsports – UFC London menampilkan petarung hebat, yang sering disebut sebagai titisan Khabib Nurmagomedov dan Conor McGregor.

UFC London sendiri merupakan perayaan yang berlangsung mulai Sabtu akhir (23 Juli 2022) hingga Minggu dini hari WIB (24 Juli 2022).

Ajang tersebut akan mempertemukan timnya, UFC Heavyweight Frances Gano.

Curtis Blaydes dan Tom Espinal adalah dua monster warrior yang kamu temui di panggung utama ini.

Kedua petarung ini diketahui berperilaku sedikit berbeda.

Curtis Blades dikenal sebagai Master Pertempuran Dunia Bawah.

Kemampuan ini membuatnya mendapat julukan kekasih Nurmagomedov, versi besar dari pahlawan Illinois ini.

Di sisi lain, Tom Espinal sangat mengandalkan skill batting.

Keterampilan luar biasa Tom Espinal tidak dapat dipisahkan dari latihan langsung raja tinju kelas berat dunia Tyson Fury.

Tapi bintang UFC London bukan satu-satunya juara yang bermain di acara tersebut.

Kartu utama menggambarkan seseorang yang sering disebut sebagai Conor McGregor, perwujudan dari Paddy Pimblett.

Paddy Pimblett dinobatkan sebagai penerus Conor McGregor ini karena beberapa alasan.

Pertama, setelah memenangkan ajang Cage Warriors, baik Pimblett maupun McGregor datang ke UFC.

Kedua, pegulat bernama The Baddie ini memiliki gaya bertarung yang mirip dengan Conor McGregor, yang semakin menonjolkan penampilannya yang cemerlang.

Untuk alasan terakhir, Buddy Pemblet sama mahirnya dalam memutar kepalanya seperti protagonis yang menjulukinya “The Notorious.”

Paddy Pemblet telah menyelesaikan dua pertandingan di UFC sejauh ini.

Namun penggemar masih skeptis dengan pesona Buddy Pemblet.

Bimlet diyakini telah menghadapi tipe petarung atau penyerang yang sama sejak kedatangannya di UFC.

Dengan kata lain, kemampuan bertarung petarung Liverpool itu masih dipertanyakan banyak fans.

UFC London bisa menjadi cara untuk menguji Paddy Pimblett, mengingat dia akan bertemu petarung seperti Jordan Leavitt di acara tersebut.

Selain menjadi rumah bagi penerus Conor McGregor, UFC London juga akan menjadi rumah bagi petarung yang dikenal sebagai jelmaan Khabib Nurmagomedov.

Pejuang yang menerima kartu tersebut adalah Muhammad Mukeef.

Ada banyak alasan mengapa Muhammad Mukayev disebut sebagai penerus Khabib Nurmagomedov.

Muhammad Mokayev terkenal dengan keterampilan bertarungnya yang luar biasa sebagai Khabib Nurmagomedov.

Ini membuat debut UFC-nya pada 19 Maret.

Muhammad Mukafee mampu menyingkirkan lawannya Cody Durden dengan mencekik guillotine hanya dalam waktu 58 detik.

Selain itu, Muhammad Mokayev juga berasal dari Dagestan, seperti Khabib Nurmagomedov.

Pada ajang UFC London ini, Muhammed Mokave akan menghadapi Charles Johnson dalam sesi kartu kualifikasi UFC London.

Berikut jadwal lengkap pasangan hebat di UFC London:

Preliminary Card (Sabtu [23 Juli 2022] 23:00 WIB)

  • Claudio Silva vs Nicolas Dalby (kelas welter)
  • Mandy Bohm vs Victoria Leonardo (kelas terbang perempuan)
  • Jai Herbert vs Kyle Nelson (kelas ringan)
  • Muhammad Mokaev vs Charles Johnson (kelas terbang)
  • Makwan Amirkhani vs Jonathan Pearce (kelas bulu)
  • Nathaniel Wood vs Charles Rosa (kelas bulu)
  • Marc Diakiese vs Damir Hadzovic (kelas ringan)
  • Mason Jones vs Ludovit Klein (kelas ringan)

Main card (Minggu [24/7/2022] mulai pukul 02.OO WIB)

  • Paul Craig vs Volkan Oezdemir (kelas berat ringan)
  • Molly McCann vs Hannah Goldy (kelas terang perempuan)
  • Nikita Krylov vs Alexander Gustafsson (kelas berat ringan)
  • Paddy Pimblett vs Jordan Leavitt (kelas ringan)
  • Jack Hermansson vs Chris Curtis (kelas menengah)
  • Curtis Blaydes vs Tom Aspinall (kelas berat)
Advertisement Smiley face
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UFC

Khamzat Chimaev Dikhawatiri Agar Jauhi Jagoan Ini di Kelas Menengah UFC

Published

on

By

Warungsports – Ada petarung kelas menengah yang disebut mantan jagoan UFC, Josh Thomson, harus dihindari Khamzat Chimaev.

Khamzat Chimaev dikabarkan sudah memutuskan untuk hijrah ke kelas menengah di pertarungan berikutnya.

Potensi pertarungan yang bisa digarap jagoan berjulukan Serigala itu lantas mulai menjadi bahasan menarik.

Kendati bakal berkarier di kelas yang lebih berat, Khamzat Chimaev dijagokan bisa berbuat banyak.

Petarung berdarah Chechnya itu malah sering disebut bisa melibas banyak petarung kelas menengah.

Walaupun demikian, Josh Thomson sebagai mantan petarung UFC memberikan peringatan waspada kepada Khamzat Chimaev.

Menurut Josh Thomson, ada satu petarung kelas menengah yang benar-benar harus dijauhi petarung Swedia itu.

Petarung yang disarankan Thomson untuk dihindari Khamzat Chimaev ini adalah Robert Whittaker.

The Punk mengatakan bahwa Whittaker adalah petarung yang punya terlalu banyak senjata.

Pria berusia 45 tahun ini malah menyarankan Khamzat Chimaev untuk berduel dengan pemenang dari duel Israel Adesanya kontra Alex Pereira di UFC 281.

“Saya pikir Whittaker serbabisa dan punya terlalu banyak senjata.”

“Saya pikir jika kita telah melihatnya melawan Paulo Costa dan dia memiliki performa yang hebat,” kata Josh Thomson seperti dilansir Juara.net dari Sportskeeda.

“Kita melihatnya melawan Marvin Vettori dan menunjukkan performa yang hebat.”

“Mungkin lewati saja Whittaker dan lawan siapa pun yang menjadi juara pada saat itu.”

“Apakah itu Alex Pereira atau apakah itu Israel Adesanya.”

“Robert Whittaker mungkin orang yang Anda coba jauhkan darinya.”

“Saya pikir Robert Whittaker, dia seseorang yang akan benar-benar menyulitkannya.”

Khamzat Chimaev memang pernah mengatakan keengganannya untuk berduel dengan Robert Whittaker.

Namun, alasannya bukanlah terkait kemampuan petarung berjulukan Malaikat Maut itu.

Khamzat Chimaev tidak mau berlaga dengan Robert Whittaker karena menilainya sebagai pribadi yang baik.

Continue Reading

UFC

UFC 281 – Martabat Israel Adesanya Mengatakan Dia Tidak Akan Kalah Dari Alex Pereira

Published

on

By

Warungsports – Takkan ada yang bisa menggoyahkan martabat Israel Adesanya di jagat MMA, bahkan andai dia dikalahkan Alex Pereira pada UFC 281 besok bulan November sekalipun.

Hal itu diyakini betul oleh pengamat tarung, Joe Rogan.

Menurutnya, Adesanya telah menorehkan pencapaian yang begitu besar di jagat MMA.

Salah satu bukti betapa luar biasanya Israel Adesanya adalah sosok Paulo Costa.

Costa datang ke UFC membawa teror yang mengerikan.

Beragam monster kelas menengah berhasil ditaklukan oleh jagoan asal Brasil itu.

Namun, Costa bak tumpul taringnya di hadapan Adesanya.

Joe Rogan menilai Costa benar-benar dikalahkan secara berkelas oleh sang raja kelas menengah UFC.

“Kekalahan dari Pereira takkan membahayakan martabat Adesanya,” tukas Joe Rogan dilansir Juara.net dari Championat.com.

“Dia (Pereira) tak bisa mengambil segala yang sudah dia (Adesanya) capai.”

“Lihat apa yang dilakukan pada Costa.”

“Costa menghabisi semua yang ada di depannya.”

“Costa bahkan bisa mengalahkan Romero.”

“Tetapi, Adesanya mengalahkannya tanpa satu kesempatan pun.”

“Dia sungguh mengalahkannya secara berkelas,” sambung Rogan.

Soal duel lawan Alex Pereira pada UFC 281 besok, Israel Adesanya memang menghadapi musuh yang membahayakan.

Seperti yang diketahui bahwa Pereira pernah meng-KO Adesanya dalam duel kickboxing.

Meski begitu, Joe Rogan yakin Adesanya sudah banyak berubah saat ini.

Selain itu, Rogan juga menyoroti pengalaman Adesanya yang menjadi modal dalam pertarungan mereka.

“Adesanya saat ini berbeda dengan dirinya yang berduel dengan Pereira dua kali sebelumnya,” bebernya.

“Dia sudah berubah menjadi lebih hebat.”

“Dia juga lebih berpengalaman dengan duel lima ronde,” imbuh Rogan.

Satu hal yang perlu diwaspadai Adesanya pada UFC 281 besok adalah kekuatan hook kiri milik Pereira.

Hook kiri tersebut bahkan bisa membuat jagoan sekelas Sean Strickland tak berdaya.

“Tetapi, kekuatan ada di sisi Pereira,” ujarnya.

“Semua orang kena hantam.”

“Dan, hook kiri Pereira sungguh mengerikan.”

“Hook kiri yang bahkan bisa membuat Strickland KO,” pungkas Rogan.

Continue Reading

UFC

3 Gelar Terburuk Dalam Sejarah UFC

Published

on

By

Warungsports – Tiap petarung yang sukses menggapai puncak UFC serta memenangkan gelar di dalam arena segi 8( oktagon) pantas memperoleh rasa hormat yang luar biasa. Tetapi, adil buat berkata kalau sebagian gelar lebih sukses daripada yang lain.

Sepanjang bertahun- tahun, terdapat banyak peristiwa besar dalam memandang beberapa petarung jadi juara di UFC. Cuma saja perebutan gelar terkadang jadi bencana besar.

Kerapkali, alibi buat gelar ini berlangsung begitu kurang baik serta itu terletak di luar kendali para petarung. Namun pada peluang lain, permasalahan seluruhnya ditimbulkan oleh diri sendiri. Lalu siapa sajakah gelar terburuk dalam sejarah UFC yang dirangkum SINDOnews dari Sportskeeda, Rabu( 21/ 9/ 2022)

Berikut 3 Gelar Terburuk dalam Sejarah UFC

1. B. J. Penn– Gelar Kelas Welter UFC( 2004) Sebagian gelar UFC bisa dikatakan sudah mengganti aplikasi bisnis promosi seluruhnya, namun seperti itu yang terjalin dengan waktu pendek B. J. Penn selaku jawara kelas welter pada 2004.

Petarung berjuluk The Prodigy melaksanakan kejutan besar dengan naik ke 170lbs dari 155lbs buat melengserkan juara lama Matt Hughes. Tetapi, permasalahan besar lekas timbul. Perebutan gelar merupakan pertarungan terakhir dalam kontrak Penn.

Dengan UFC lagi dalam keadaan keuangan yang kurang baik pada dikala itu, kala dia menerima tawaran dari promosi saingan K- 1, The Prodigy memutuskan buat menerimanya. Dana White serta rekan- rekannya pasti saja sangat marah, namun mereka pula tidak berdaya buat menghentikannya berangkat.

Jadi, cuma 3 bulan setelah itu, gelar itu dikosongkan dikala petarung Hawaii itu mulai keluar dari arena segi 8 yang buatnya bertarung di bermacam kelas berat yang berbeda.

Sehabis 2 tahun The Prodigy kembali serta dia kandas dalam usahanya merebut kembali gelar yang kelas welter yang sempat dikosongkannya itu. Serta, sampai dikala ini gelar itu masih jadi rebutan para petarung.

2. Conor McGregor – Gelar Kelas Ringan UFC( 2016- 2018) Kemenangan gelar kelas ringan Conor McGregor pada 2016 dikira selaku yang sangat memiliki sebab menjadikannya petarung awal dalam sejarah UFC yang memegang gelar di 2 kelas berat secara bertepatan. Sehabis mengalahkan Eddie Alvarez buat jadi juara ganda, The Notorious tidak kekurangan calon penantang, dari Khabib Nurmagomedov sampai Tony Ferguson.

Alih- alih mengalami salah satu dari mereka, McGregor memilah buat mengejar pertandingan tinju dengan Floyd Mayweather. Itu berarti kalau waktunya selaku juara sebagian besar terbuang percuma. Kala ia nyatanya tidak mau mempertahankan gelarnya apalagi sehabis mengalami Mayweather, promosi itu terpaksa menelanjanginya.

Salah satunya anugerah yang menyelamatkan dari kemampuan gelar ini merupakan kala McGregor kembali pada akhir 2018. Ia langsung mengalami Khabib, yang sudah memenangkan gelar selaku penggantinya.

Pada dasarnya, pertarungan dapat dilihat selaku pertahanan buat McGregor, bukan Dagestan. Tetapi Khabib Nurmagomedov setelah itu tidak meninggalkan keraguan tentang siapa raja ringan yang sesungguhnya. Khabib Nurmagomedov mengirim The Notorious dalam 4 putaran. Sebab minimnya pertahanan, hingga, gelarnya senantiasa jadi salah satu yang terburuk dalam sejarah UFC.

3. Josh Barnett – Gelar Kelas Berat UFC( 2002) Kala Josh Barnett mengalahkan juara kelas berat UFC lama Randy Couture pada dini 2002 buat mengklaim gelarnya, kayaknya masa baru sudah diawali di segi 8.

Dikala itu, ia baru berumur 24 tahun, memegang rekor 13- 1 yang mengesankan, serta nampak semacam petarung kelas berat terbaik dunia. Tetapi, saat sebelum ia pernah berpikir buat mempertahankan gelarnya, bencana menyerang.

Petarung berjuluk The War Master dinyatakan positif memakai zat terlarang dalam uji narkoba pasca- pertarungannya serta setelah itu diskors, memforsir UFC buat mencabut gelarnya.

Tidak semacam juara lain yang dinyatakan positif serta dilucuti, Barnett tidak sempat kembali dalam upaya buat merebut kembali gelarnya. Kebalikannya, dia nampak tidak menyesal. Barnett cuma mengejar karier di Jepang.

Lebih dari satu dekade setelah itu, ia juga kembali ke oktagon pada 2013. Kenyataan kalau Barnett menimbulkan begitu banyak kehancuran pada divisinya. Setelah itu kenyataan kalau ia tidak sempat berupaya buat membetulkan kesalahannya, hingga ia pantas masuk dalam catatan ini.

Continue Reading

UFC

UFC 281 – Michael Chandler Mengaku Takut Bertemu Dustin Poirier

Published

on

By

Warungsports – Petarung kelas ringan UFC, Michael Chandler, mengaku mempunyai ketakutan buat bertarung dengan Dustin Poirier.

Michael Chandler dijadwalkan buat berjumpa Dustin Poirier pada 12 November mendatang dalam gelaran berjudul UFC 281.

Jelang pertemuan ini, Chandler rasanya telah membahas kekuatan dari calon lawannya itu.

Dustin Poirier disebutnya memiliki beberapa keunggulan berbentuk dagu, gerakan kaki, serta pertahanan yang kokoh.

Tidak hanya hal- hal tersebut, Michael Chandler pula memperhitungkan jagoan berjulukan The Diamond memiliki pukulan yang kokoh.

Mantan juara Bellator ini apalagi berkata kalau orang- orang berpotensi kalah KO dikala terserang pukulan Dustin Poirier.

“ Aku bisa berikan ketahui Kamu, orang itu memiliki dagu yang kokoh, jangkauan southpaw yang panjang, memiliki gerakan kaki serta pertahanan yang hebat,” kata Michael Chandler.

” Aku sempat melawan orang- orang di kamp ia lebih dahulu, jadi aku percaya mereka membicarakan perihal itu.”

” Dengan Dustin semacam yang ia katakan, ia memiliki 28 pertarungan di UFC.”

” Kami merupakan 2 orang yang sudah terletak di game ini buat waktu yang sangat lama.”

” Pertarungan terakhir merupakan pertarungan terakhir serta pertarungan ini hendak jadi suatu yang baru.”

” Aku pikir Dustin dapat melakoni duel berdiri dengan aku, aku pikir ia mempunyai dagu granit.”

” Aku pikir bila Kamu terserang oleh pukulan Dustin Poirier, Kamu bisa jadi hendak KO.”

Michael Chandler juga berkata kalau grupnya telah mempersiapkan strategi buat melawan Dustin Poirier.

Kendati telah memiliki resep, Chandler tidak menampik kalau ia masih mempunyai ketakutan buat bersua Dustin Poirier.

Tetapi, mantan penantang gelar kelas ringan UFC ini berkata kalau ketakukutan ini ialah perasaan teratur dikala ia merambah oktagon.

Meski begitu, Michael Chandler pula berkata kalau ketakutan itu yang buatnya bergairah.

“ Kami memiliki gameplan yang bagus, kami telah merumuskannya. Mudah- mudahan petarung terbaik menang.”

” Ini merupakan suatu pertarungan di mana aku hendak berbohong bila aku berkata laga itu tidak membuat aku khawatir.”

” Namun, seperti itu yang membuat aku bergairah.”

” Tiap kali kami melangkah ke oktagon, itu merupakan peluang yang menakutkan.”

Continue Reading

Asian Games

Timnas U-16 Berpotensi-Thailand & Australia Terancam

Published

on

By

Warungsports– Kebanggaan kita Timnas Indonesia U-16 berpotensi ada pada posisi yang menguntungkan karena Thailand dan Australia dalam posisi yang kurang bagus di Piala AFF U-16 2022. Thailand dan Australia masuk daftar favorit juara pada turnamen kelompok umur ini. Sejauh ini kedua team belum memeperoleh hasil tidak terlalu menggembirakan.

Saat ini Thailand hanya menempati posisi kedua Grup B. The War Elephants baru mengoleksi empat poin hasil dari satu kali menang dan satu kali imbang. Skuad asuhan Pipob Onmo berada di bawah Timor Leste yang mengoleksi poin serupa. Tetapi Timor Leste berhak berada di puncak klasemen karena memiliki selisih gol yang lebih baik.

Tidak salah laga Thailand vs Timor Leste pada laga terakhir Grup B akan sangat menentukan. Hasil imbang jelas Thailand gagal lolos langsung sebagai juara grup. Sedangkan Australia baru akan melakoni laga kedua Grup C melawan Kamboja pada hari ini, Jumat (5/8). Di atas kertas tidak akan sulit buat Australia untuk mengamankan hasil positif di laga ini.

Tetapi ini kemenangan tidak akan otomatis membuat Australia berada di posisi yang lebih baik. Tim Kanguru kini berada dalam posisi yang kurang bagus usai di luar dugaan kalah 2-3 dari Australia. Kekalahan itu membuat mereka menempati posisi ketiga tanpa poin. Sedangkan dua posisi teratas ditempati Malaysia dan Myanmar yang sama-sama mengoleksi tiga poin.

Saat ini situasi yang dihadapi Thailand dan Australia berpotensi membuat Timnas Indonesia U-16 dalam posisi ini menguntungkan. Andai gagal lolos sebagai juara grup, kans Garuda Asia lolos lewat jalur satu runner up terbaik ke babak semifinal cukup terbuka. Seperti diketahui, posisi puncak dalam daftar runner up terbaik saat ini ditempati oleh Vietnam yang mengoleksi enam poin dari dua laga.

Timnas U-16 Berpotensi Juara Group

Vietnam sendiri merupakan kompetitor Timnas Indonesia U-16 Grup A untuk bisa lolos langsung sebagai juara grup. Posisi puncak klasemen Grup A masih ditempati oleh Timnas Indonesia U-16. Tim asuhan Bima Sakti hanya butuh hasil imbang saat bersua Vietnam pada laga terakhir fase grup untuk finis sebagai pemuncak klasemen.

Namun laga penentuan Timnas Indonesia U-16 vs Vietnam akan berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (6/8) pukul 20.00 WIB. Kita doakan bersama laga penentuan nantinya semoga membuahkan hasil yang baik bagi Timnas U-16 Indonesia menuju posisi yang baik sampai grand final.

Baca Juga : Dean Henderson Dihujat Suporter-Tuding MU Kriminal

Continue Reading

atletik

Dean Henderson Dihujat Suporter-Tuding MU Kriminal

Published

on

By

warungsports-Lontaran suporter Manchester United kecam Dean Henderson menyebut The Red Devils telah melakukan aksi kriminal terhadapnya. Respon Henderson dalam wawancara kepada talkSPORT sangat berapi-api menjawab pertanyaan soal perasaannya di MU musim lalu.

Tak berhenti disitu Ia bahkan berani menuding MU melakukan tindakan kriminal karena menerima janji palsu soal perannya di tim utama. Ungkapan hati kiper 25 tahun itu mengklaim bahwa dia telah dijanjikan posisi penjaga gawang utama untuk menggantikan David de Gea. Namun, janji itu tak terwujud dan ia harus setia jadi penghangat bangku cadangan.

Kebetulan De Gea tampil impresif dan membuat para pelatih MU musim lalu termasuk Ole Gunnar Solskjaer dipecat tengah musim maupun pelatih sementara Ralf Rangnick, tetap memberi kepercayaan penuh kepada De Gea. Bahkan aksi yang Ia lakukan tak mau patah langkah seperti musim lalu, Henderson mendesak klub agar meminjamkannya ke Nottingham Forest.

Akan tetapi Henderson masih berpeluang kembali ke Old Trafford jika tidak dipermanenkan klub peminjam. Sikap apatis Henderson memicu kekesalan fan Man Utd. Kini, suporter justru mendesak klub supaya mendepak kiper asal Inggris itu secara permanen. “Mengapa dia belum dijual? Perlu disingkirkan secara permanen,” tulis Rockyracoon dikutip Daily Mail.

“Bocah manja: dia terkena Covid di sebagian besar musim lalu dan bagaimana bisa berharap jadi no.1 ketika @D_DeGea sedang on fire. Mengapa tidak membatalkan kontraknya dan tak satu pun yang peduli. Dia adalah tahi lalat di ruang ganti,” timpal @mzvee2.

Dean Henderson Sulit Untuk Menjadi Kiper Nomor Satu

Klub besar Liga Inggris yang mendapat julukan Setan Merah di bawah kendali Erik ten Hag juga menegaskan De Gea bakal jadi pilihan pertama di bawah mistar gawang. Dengan begitu peluang Henderson untuk menjadi nomor satu musim ini sulit terwujud. Pria berusia 25 tahun ini merasa percaya diri akan skill yang Ia miliki untuk memperkuat klub Munchester United.

Dengan perkembangan Liga Inggris yang sangat kompetitif saat ini klub besar Munchester United sungguh bekerja keras untuk menjadi paling terdepan, sehingga permbaharuan disetiap pemain sangat menjadi tolak ukur untuk menjadi bagian teamnya. Tudingan yang Ia lontarkan justru memperburuk dirinya sebagai kiper yang seharusnya punya potensi baik bahkan di klub mana pun akan sangat welcome padanya.

Baca Juga : MGPA: Mandalika Lebih Siap di WSBK 2023

Continue Reading

Trending

Copyright © 2021 by WarungsSports