Live Saturday, 22 August 2026
Sport Indonesia • Piala Dunia • Liga Eropa • MotoGP
Breaking
Glover Teixeira, 'Penantian Selama 20 Tahun Yang Menjadi Kenyataan'
Boxing

Glover Teixeira, ‘Penantian Selama 20 Tahun Yang Menjadi Kenyataan’

Elvina October 31, 2021 5 years lalu

Warungsports – Glover Teixeira mempertontonkan penampilan yang sangat hebat dalam laga main event UFC 267 yang dilangsungkan di Abu Dhabi pada Minggu (31/10/2021) WIB.

Berjumpa pemegang sabuk juara UFC kelas ringan, Jan Blachowicz, Glover Teixeira menjadi petarung yang lebih unggul dengan sukses menaklukan jagoan asal Polandia itu.

Teixeira mengakhiri pertarungan melawan Blachowicz dengan kuncian rear-naked choke pada ronde kedua.

Kemenangan atas Jan Blachowicz mengangkat Glover Teixeira sebagai raja baru yang sudah lama tertidur di kelas berat ringan.

Namun meski mampu menyudahi duel perebutan titel dalam dua ronde lamanya, butuh waktu yang tidak sebentar bagi Glover Teixeira untuk sampai ke posisi sekarang ini.

Dalam wawancara setelah duel, Teixeira mengatakan bahwa dia sudah memimpikan posisi itu selama 20 tahun.

“Rasanya sangat luar biasa,” kata Glover Teixeira seperti dilansir Juara.net dari MMA.

“Saya sangat amat bahagia. Inilah yang saya impikan selama 20 tahun ini.”

“Dua puluh tahun perjalanan di UFC, naik dan turun, saya ingin mendapatkan sabuk ini. Saya sangat ingin menjadi juara.”

Dua puluh tahun yang dimaksud Glover Teixeira itu tentunya dimulai sejak pertarungan awalnya sebagai atlet MMA.

Seperti yang diketahui, petarung berjulukan The Baker sudah memulai karier sebagai pendekar MMA pada 7 Juni 2002.

Pada duel tersebut, Glover Teixeira kalah dari Eric Schwartz dengan TKO pada ronde kedua dalam ajang World Cage Fighting (WEC).

Setelah itu, Teixeira menang dua kali namun kemudian kalah dari Ed Herman.

Namun, petarung asal Brasil itu lantas membuat tren hebat dengan menang dalam 20 pertarungan secara beruntun.

Meskipun demikian, Teixeira mengaku sempat mengalami putus asa dalam perjalanan kariernya ini.

“Ada saat di mana saya pikir tidak akan pernah menjadi juara, tetapi saya menyukainya.”

“Saya tetap percaya. Saya mendisiplinkan diri dengan cara yang harus saya lakukan.”

“Sekarang saya memenangi sabuk ini,” pungkas petarung berusia 41 tahun.

Momen yang membuat Glover Teixeira berpikir tidak akan bisa menjadi juara itu mungkin terjadi setelah berduel dengan Jon Jones.

Setelah dalam rentetan 20 kemenangan beruntun, Glover Teixeira akhirnya bersua petarung yang sering dilabeli GOAT MMA itu dalam duel perebutan titel kelas berat ringan.

Pada duel yang berlangsung di UFC 172 itu, Teixeira kalah dengan keputusan angka mutlak dan gagal menjuarai kelas berat ringan.

Seorang petarung biasanya akan memiliki perasaan serupa jika kalah dalam duel perebutan titel.

Perasaan yang sama juga pernah dialami Dustin Poirier kala gagal menjadi juara kelas ringan UFC usai ditumbangkan Khabib Nurmagomedov.

Tetapi sama seperti Teixeira, Poirier kini dalam fase bangkit di perjalanan kariernya.

Berita Terkait