Live Monday, 20 July 2026
Sport Indonesia • Piala Dunia • Liga Eropa • MotoGP
Breaking
angkat besi

Eko Yuli Irawan Jalani Lebaran Berat Penuh Hikmah

Elvina May 13, 2021 5 years lalu

Atlet angkat besi nasional Eko Yuli Irawan meyakini Ramadhan dan puasa Idul Fitri 2021 penuh dengan ujian sulit. Saat mempersiapkan Olimpiade Tokyo 2020, Anda tidak hanya membutuhkan pelatihan terbaik, tetapi juga banyak masalah selama persiapan.

Awalnya Eko berencana merayakan Idul Fitri di kampung halamannya Metro Lampung. Keinginan tersebut sangat besar, karena tahun lalu akibat pandemi Covid 19, ia juga menunda kunjungan orang tuanya.

“Sebenarnya kondisi pandemi sekarang sudah lebih baik, tapi kan mudik masih belum boleh. Jadi kami ikut aturan saja demi kebaikan bersama. Orang tua di kampung juga sebenarnya terus menunggu saya pulang,”ujar Lifter kelahiran Kuhta Metro itu.

Eko dikecam karena mengaku tidak pernah mendapat latihan angkat beban lagi. Dikatakan, karena dampak pandemi Covid-19, ia berlatih lebih mandiri di rumah untuk persiapan Olimpiade Tokyo.

Eko juga dinilai tidak patuh karena persyaratannya tidak terpenuhi karena ia meminta Lukman, mantan pelatih Pusat Latihan Angkat Besi Nasional, untuk melatihnya kembali.

Meski hidup susah, Eko tak mau mengeluh atau mempertanyakan keadaannya saat ini. Ia hanya berusaha semaksimal mungkin untuk bersyukur dan menikmati setiap proses nasib Yang Maha Kuasa.

Eko percaya bahwa, usaha dan perjuangannya saat ini adalah yang terbaik. Eko pun percaya bahwa kerja keras dan perjuangan yang disertai dengan doa akan membuahkan hasil yang terbaik.

“Kondisi berat juga tapi kita menikmati saja semua proses. Intinya saya harus bisa menenangkan keluarga dan istri, mau tidak mau ya harus bagaimana lagi. Ini bisa dibilang kondisi terberat saya menjalani puasa dan lebaran seperti ini.”

“Tapi ini termasuk jalan dari Yang Maha Kuasa, bukan sebuah kebetulan. Nikmati saja, hadapi saja. Saya tahu Yang Maha Kuasa bakal kasih yang terbaik. Toh saya juga tidak jelek-jelekin orang. Situasi ini untuk mendewasakan kita. Ini takdir yang harus dijalani dengan sabar. Mudah-mudahan hasilnya manis, amin,” ungkap Eko.

“Kondisi berat juga tapi kita menikmati saja semua proses. Intinya saya harus bisa menenangkan keluarga dan istri, mau tidak mau ya harus bagaimana lagi. Ini bisa dibilang kondisi terberat saya menjalani puasa dan lebaran seperti ini.”

“Tapi ini termasuk jalan dari Yang Maha Kuasa, bukan sebuah kebetulan. Nikmati saja, hadapi saja. Saya tahu Yang Maha Kuasa bakal kasih yang terbaik. Toh saya juga tidak jelek-jelekin orang. Situasi ini untuk mendewasakan kita. Ini takdir yang harus dijalani dengan sabar. Mudah-mudahan hasilnya manis, amin,” tutup Eko.

Berita Terkait