Live Sunday, 19 July 2026
Sport Indonesia • Piala Dunia • Liga Eropa • MotoGP
Breaking
Lifestyle

Bahaya Olahraga Weekend Bagi Jantung Anda

Icha May 12, 2021 5 years lalu

Warungsports – Apakah anda sering berolahraga pada saat weekend? istilah untuk hal ini disebut “Weekend Warrior” dan ternyata ini bedampak buruk lho.

Menurut Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Heartology Cardiovascular Center, DR Ario Soeryo Kuncoro, SpJP, para Weekend Warrior beresiko mengalami masalah kesehatan, termasuk serangan jantung.

“Aktivitas Weekend Warrior itu membahayakan resikonya bisa mengalami serangan jantung pada saat olahraga karena menggunakan pola push tubuh pada saat sabtu dan minggu.” katanya.

Kenapa berbahaya? karena jantung tidak terlatih dan dipaksa untuk menangani kondisi berat secara dadakan. Berbeda dengan mereka yang konsisten 4-3 kali seminggu. Oleh karena itu, Dr Ario sangat menyarankan masyarakat untuk tidak berolahraga pada sabtu dan minggu saja

Usahakan lakukan aktivitas fisik 3-4 kali dalam seminggu dengan durasi 30-40 menit intensitas sedang.

“Dengan waktu 30-40 menit diharapkan sudah terdapat efek baik pada organ tubuh. Kenapa tidak 10 menit saja? Jika 10 menit saja, ya belum tercapai efek yang diharapkan.”ungkapnya.

Usahakan juga terjadi peningkatan level olahraga agar efek baiknya lebih bisa dirasakan. Contohnya, Joging hari ini 2km saja usahakan besok tambah 500m jadi total jogging besok berjarak 2,5km dan seperti itu seterusnya.

“Dalam kenaikan level berorahraga juga harus disikapi dengan bijaksana. Yang artinya jika tubuh anda tidak dapat naik level dengan cepat maka jangan dipaksakan. Sebab, itu akan beresiko sangat parah. Sebaiknya naik levelnya sesuai yang tubuh anda sanggupi.”pungkas Dr Ario.

Secara umum memang olahraga sangat baik bagi tubuh kita. Akan tetapi olahraga Ekstrem juga berbahaya bagi tubuh kita. Latihan olahraga ekstrem dan perlombaan olahraga ketahanan (endurance) dapat mengakibatkan kerusakan pada jantung serta gangguan irama jantung.

Para pencinta olahraga ekstrem juga biasanya mereka memaksa dirinya latihan lebih keras dan memaksa tubuh mereka melewati batas ketahanan normal. Contohnya Lari maraton atau besepeda jarak jauh dan terus menerus yang mengakibatkan dehidrasi, cedera dan kelelahan berlebihan.

“Jantung yang dipaksa terus menerus dapat merubah bentuk, misalnya penebalan dinding jantung. Pada beberapa orang akan memperberat terbentuknya jaringan perut pada jantung.” ujar Dr Ario.

Kelainan otot jantung ini salah satunya manifes sebagai gangguan irama jantung yang dapat mengganggu fungsi jantung akibatnya ini dapat terancam henti jantung mendadak atau mati mendadak.

Berita Terkait