
Warungsports – KONI DKI Jakarta menanggapi kontroversi soal bonus delegasi DKI Jakarta di PON Papua terkait jumlah nominal yang dinilai terlalu kecil. Apa yang mereka katakan?
Seperti diketahui, banyak atlet DKI Jakarta yang mengaku kecewa dengan bonus yang dinilai terlalu kecil baik bagi atlet maupun pelatih.
Pada PON Papua, jumlah medali yang diberikan kepada peraih medali mengalami penurunan dari PON 2016. Peraih medali emas dan perunggu Rp 200 juta rupiah. 75 juta masing-masing, jumlah yang sama seperti 4 tahun lalu. Peraih perak akan mendapatkan uang Rp50 juta, naik dari sebelumnya Rp75 juta.
Sementara itu, pelatih mendapat pengakuan dimulai dengan RP. 60 juta emas, 30 juta perak, Rp. Perunggu adalah 20 juta. Atlet juga mengevaluasi serangkaian angka daripada yang disajikan pada multievent nasional triwulanan.
Menanggapi aduan tersebut, Sekjen KONI DKI Jakarta Jamran mengatakan, para pemain sangat cepat menanggapi nominal berita tersebut.
“Waktu saya tanya lagi atlitnya, dia dapat atau dapat bonus? Kok belum keluar juga? Gimana ceritanya? Saya enggak tahu pangkatnya. Hmm? Kok tahu?” Jamlan ujar pada Selasa (21 Desember 2021) saat dikonfirmasi detikSport.
“Nanti mereka malu. Belum ada angka yang keluar. Belum ada keputusan gubernur, mereka teriak-teriak seperti itu,” ujarnya.
Dia tidak mengharapkan atlet untuk bertindak seperti ini tanpa mengetahui kepastian. “Awalnya jangan diremehkan. Untuk saat ini kami belum mengetahui jumlah yang dikeluarkan (jumlah nominal yang direncanakan). Apakah ada peningkatan atau akan tetap. Nanti (keputusan) akan datang” Yang baru akan datang,” katanya.
Selain itu, Jamran menjelaskan mengapa obligasi tidak dibayarkan padahal PON Papua selesai sebelum 15 Oktober 2021. Salah satunya adalah pandemi COVID-19.
“Tapi itu tanggung jawab pemerintah daerah, pelaku olahraga, jadi saya cari (Godok) kalau tahun ini (anggaran) akan dikeluarkan. Berapa? Masih dalam pembahasan. Bonusnya tetap. Sangat cair, “ungkapnya.
Jamran ingin para atlet bisa memahami situasi tersebut. Dia juga menegaskan bahwa bonus akan diberikan tergantung pada apa yang dia perjuangkan selama ini.
“Atlet harus hebat. Sayang mereka pahlawan olahraga dan juga memiliki karakter … Saya setuju dengan materi, tetapi tidak jelas, jadi tunggu, tolong. Semua Sesuatu didasarkan pada lembar kepastian. Jangan dengarkan ke longsor yang dikabarkan. Sayang mereka bekerja keras. Mereka harus memahami situasinya, “tegasnya.



