Live Saturday, 20 June 2026
Sport Indonesia • Piala Dunia • Liga Eropa • MotoGP
Breaking
Anthony Ginting Mundur dari Australia Open 2025 Demi Temani Istri Melahirkan
Atlet Indonesia

Anthony Ginting Mundur dari Australia Open 2025 Temani Istri Melahirkan

Elsa Gita Sabila November 12, 2025 7 months lalu

WARUNGSPORTS – Anthony Sinisuka Ginting telah mengumumkan pengunduran dirinya dari turnamen bulu tangkis Australia Terbuka 2025. Ia ingin fokus mendampingi istrinya selama masa kehamilannya.

Ingyan, Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI), menyatakan bahwa jadwal Ginting berbenturan dengan tanggal lahir anak pertamanya.

Dalam keterangan tertulisnya, Rabu (12 November 2025), Ingyan mengatakan, “Keluarga merupakan bagian penting dari keseimbangan hidup seorang atlet. Kami yakin Ginting akan kembali ke lapangan dengan motivasi yang lebih besar.”

Selain Ginting, PBSI juga mengumumkan pengunduran diri tiga pemain Indonesia lainnya: Muhammad Zaki Ubaidilla, Bagas Maulana/Leo Lori Canando, dan Amri Shanavi/Nita Violina Marwa.

Keputusan ini didasarkan pada penilaian teknik, kondisi fisik, dan prioritas pengembangan pemain. Mohammad Zaki Ubaidillah, yang akrab disapa “Ubaidillah”, didiskualifikasi karena jadwalnya bentrok dengan ujian akademiknya.

“Kami ingin para atlet menjaga keseimbangan antara karier dan studi mereka. Tugas pelatih bukan hanya berfokus pada hasil di lapangan, tetapi juga pada perkembangan atlet secara keseluruhan,” kata pelatihnya, yang dikenal sebagai “Koh Didi.”

“Kami menarik Bagas dan Leo dari Australia Terbuka agar mereka dapat fokus mempersiapkan diri untuk Pesta Olahraga Asia Tenggara, sebuah ajang nasional yang penting. Kami ingin mereka berkompetisi sebaik mungkin, baik secara fisik maupun mental,” lanjutnya.

Sementara itu, pasangan ganda campuran Amri Syahnawi dan Nita Violina Marwah juga tidak dapat bertanding karena Amri terserang cacar air, yang berarti mereka tidak memiliki cukup waktu untuk mempersiapkan diri.

“Keputusan ini dibuat untuk melindungi kesehatan mereka dan mencegah penurunan performa kompetitif mereka. Kami ingin memastikan mereka pulih sepenuhnya sebelum kembali ke lapangan,” kata Eng Hian.

Hian menekankan bahwa setiap turnamen akan menjadi tolok ukur efektivitas rencana pembinaan pada tahun 2025, dan juga akan digunakan sebagai dasar evaluasi sebelum tahun 2026.

Hian menyatakan, “Dengan semangat latihan yang berkelanjutan dan strategi kompetitif yang matang, saya optimistis tim Indonesia akan terus menunjukkan daya saing yang kuat dan mempertahankan posisinya sebagai salah satu tim bulu tangkis terkuat di dunia.”

Berita Terkait