
Warungsports – Erling Haaland sudah meyakinkan prestasinya di depan gawang buat Borussia Dortmund di Bundesliga tidaklah kebetulan, sebab dia sudah mencetak 26 berhasil buat Manchester City di Liga Premier masa ini. Tetapi ia menemukan kritik sebab dikira kurang ikut serta dalam game mereka. Manajer Pep Guardiola berkata kesalahan terletak pada anggota regu yang lain daripada Haaland.
Pep Guardiola menegaskan Erling Haaland tidak dapat disalahkan atas kekurangan Manchester City masa ini.
Sehabis bermain semusim tanpa striker yang diakui menyusul kepergian Sergio Aguero pada 2021, kehadiran Haaland di masa panas diharapkan bisa mengangkut City ke tingkat baru.
Pemain asal Norwegia itu sudah teruji jadi kekuatan natural dalam mencetak berhasil, mengantongi 26 berhasil di Liga Premier.
Namun gol- gol itu tidak mendesak City mengarah gelar lain, sebab mereka tertinggal 2 poin dari pemimpin klasemen Arsenal serta sudah memainkan satu pertandingan lebih banyak daripada The Gunners.
Kritik yang dilontarkan pada Haaland merupakan kalau ia tidak lumayan ikut serta dalam game membangun City di luar kotak penalti.
Itu di informasikan kepada Guardiola dalam konferensi persnya saat sebelum pertandingan melawan Bournemouth pada hari Sabtu, namun ia membantahnya.
“ Itu salah kami, bukan Erling,” kata Guardiola.“ Dengan Erling, aku terkesan. Ia mengesankan selama masa.
“ Aku tidak butuh metrik buat mengenali berapa banyak… kala aku menuntaskan game, satu detik setelah itu aku ketahui apakah ia ikut serta ataupun tidak, serta siapa yang wajib lebih ikut serta ataupun tidak.
“ Aku tidak perlu angka, aku ketahui persis. Pasti saja, itu bergantung pada kita, bukan pada ia. Ia bergerak dengan baik. Amati saja ia.”
Haaland terkadang membuat frustrasi dikala bermain imbang 1- 1 dengan RB Leipzig di Liga Champions dini minggu ini.
Larinya kerap diabaikan oleh rekan satu timnya, serta Guardiola merasa terserah kepada anggota regu yang lain buat mengaitkan Haaland dalam game.
“ Pasti saja,[kami] wajib bertambah serta kami hendak melaksanakannya,” kata Guardiola.“ Kami membicarakannya berulang kali serta itu hendak terjalin. Striker merupakan posisi tersulit di dunia sebab Kamu mempunyai 2 pemain yang fokus padanya, serta buat Erling terdapat lebih banyak lagi. Ini tidak gampang.
“ Aku mau memandang dalam periode aku di mari, dengan striker yang kami miliki semacam Sergio[Aguero] ataupun Gabriel[Jesus], kala mereka bermain selaku striker yang pas, bukan false nine, berapa banyak sentuhan yang mereka jalani.
“ Aku tidak mempunyai statistik namun kami tidak memperoleh bola serta cuma memberikannya kepada striker. Akhir- akhir ini di pertandingan terakhir, aku berkata kami wajib lebih mengendalikan, lebih banyak umpan dari umumnya. Di pertandingan Leipzig, kita wajib lebih kerap melihatnya, namun di pertandingan lebih dahulu aku tidak mempunyai perasaan itu.”



