Live Sunday, 26 July 2026
Sport Indonesia • Piala Dunia • Liga Eropa • MotoGP
Breaking
Sepakbola Dunia

Penggemar Newcastle Sangat Fanatik Seperti Layaknya ‘Orang Arab’

Elvina October 19, 2021 5 years lalu

Warungsports – Banyak dari penggemar Newcastle United berpenampilan seperti ala Timur Tengah setelah akuisisi tim oleh konsorsium yang dipegang Mohammed bin Salman. Hal itu rupanya menjadi perbincangan.

Newcastle United resmi diakuisisi oleh Public Investment Fund (PIF). Konsorsium dari Arab Saudi itu membeli kepemilikan The Magpies atas Mike Ashley dengan biaya 300 juta paun (Rp 5,7 triliun).

Public Investment Fund (PIF) berkeinginan mengubah Newcastle menjadi tim papan atas di Liga Premier League. Namun, sejumlah duit segar kabarnya siap dikeluarkan untuk membentuk performa tim asuhan Steve Bruce tersebut.

Kemudian, akuisisi tim oleh PIF diterima suka cita dari para penggemar tim Newcastle United. Akan tetapi, tidak sedikit dari mereka yang mengibarkan bendera Arab Saudi, sampai berpakaian seperti ala Timur Tengah.

Berbagai suporter terlihat menggunakan sorban dan gamis dalam pertandingan Tottenham Hotspur vs Newcastle di St. James Park akhir minggu lalu. Para penggemar menggunakan sorban dari buatan sendiri dengan corak warna putih dan hitam khas The Toon Army.

Bahkan, perilaku penggemar yang berpenampilan seperti ala Timur Tengah itu memperoleh sorotan tajam atas organisasi anti-diskriminasi sepakbola, Kick It Out. Melaporkan Daily Mail, Kick It Out menghimpun kekesalan khusu terpaut hal ini pada saat Senin(18-10-2021).

Semenatara itu, pemakaian sorban dan gamis dalam upaya meniru masyarakat Timur Tengah dan Arab Saudi dilihat sebagai tindakan rasis, ofensif, atau tidak ngerti budaya. Kick It Out siap menawarkan lokakarya pendidikan perihal topik tersebut di Newcastle.

Kelakuan penggemar tim Newcastle United yang berpakaian seperti ala Timur Tengah juga memperoleh perhatian tajam dari Federasi Sepakbola Inggris (FA). Para pejabat senior FA disetujui akan bertindak apabila pihak tim tidak menangani masalah ini.

Isu penggunaan elemen budaya non-dominan atau cultural appropriation yang bisa memperkuat stereotip, sampai berkontribusi pada penindasan, menjadi pembicaraan utama dalam olahraga Inggris tahun ini.

Tim rugbi Inggris, Wasps, pada pertama bulan ini menyerukan pelarangan dari pemakaian hiasan kepala penduduk asli Amerika itu yang banyak dipakai penggemar Exeter Chiefs. Pihak Exeter menolak larangan tersebut.

Berita Terkait