
Warungsports –Richard Mainky mengambil keputusan besar dengan pensiun dari kariernya sebagai pelatih ganda campuran PBSI. Salah satu siswanya, Melati Daeva Oktavianti, juga bangga menerima pelatihan Kak Icad yang sudah dikenal siswa.
Lewat Instagramnya, Melati mengunggah foto bersama Richard. Dalam keterangan foto, Melati sangat berterima kasih kepada Richard karena telah mengajarinya dan pasangannya Praveen Jordan semua pelajaran berharga.
“Menjadi salah satu siswa adalah suatu kehormatan dan kebanggaan,” kata Melati.
“Terima kasih Kak Icad (panggilan Richard Mainaky), dan terima kasih atas semua kursus, ilmu, dan bimbingan yang telah diberikan kepada saya dengan tulus,” tambahnya.
Melati mengungkapkan, pria berusia 56 tahun itu merupakan panutan. Tak lupa, duo asal Praveen Jordan ini berharap Richard bisa sukses setelah pensiun.
“Terima kasih banyak Kak Icad selalu berada di garda terdepan untuk melindungi anak-anakmu. Selamat pensiun pelatih. Selamat berpesta dan menghabiskan hari bersama keluarga tercinta,” kata Melati.
Richard adalah salah satu tokoh penting dalam karir bulu tangkis Melati. Dia membawa Melati dan Praveen meraih banyak gelar penting, termasuk Kejuaraan All England 2020, turnamen tertua dan paling bergengsi di dunia.
Di bawah bimbingan Richard, Melati/Plaven juga memenangkan dua kejuaraan di level Super 750 Denmark Open dan French Open 2019, dan Richard juga memimpin Melati dan Pupil saat berpasangan, LaVine menduduki peringkat keempat dunia.
Pada saat yang sama, Richard telah terlibat dalam pelatihan nasional selama 26 tahun. Sejak 1994, ia menjadi asisten pelatih untuk pelatihan nasional.
Dua tahun kemudian, pria asal Ternate itu menguasai penuh divisi ganda campuran. Tangannya yang dingin juga berhasil membuat banyak pemain menciptakan hasil yang bermanfaat.
Selain dari mereka berdua, sejumlah nama lain yang lahir dan besar dibawah bimbingan adalah Tri Kusharjanto, Minarti Timur, Flandy Limpele, Vita Marissa, Nova Widianto, Liliyana Natsir, Tontowi Ahmad, dan Debby Susanto.
Salah satu prestasi terbesar dan maling mencolok adalah keberhasilnya mendapmpingi Tantowi Ahmad/ Liliyana Natsir meraih mendali emas di Olimpiade Rio 2016, Brasil.



