
WARUNGSPORTS – Victor Giocheres Penyerang baru Arsenal, memecahkan rekor penjualan jersey pemain baru tercepat hanya dalam beberapa hari setelah bergabung dengan The Gunners, dan kini ia ingin membalas kepercayaan tersebut. Dalam sebuah wawancara eksklusif, ia mengungkapkan kegembiraannya bergabung dengan klub London utara tersebut.
“Banyak orang di sini senang dengan saya, jadi saya hanya ingin membalas mereka di lapangan. Saya rasa sudah waktunya,” kata pemain berusia 27 tahun itu, hanya sehari sebelum Arsenal menghadapi rival berat Tottenham Hotspur di Festival Sepak Bola Hong Kong pada hari Kamis.
“Beberapa hari terakhir ini berat. Ini merupakan pukulan telak. Hebat, tetapi juga berat. Rasanya luar biasa berada di sini,” kata Giocheres, yang terbang langsung dari London ke Asia setelah kontraknya berakhir untuk bergabung dengan Arsenal dalam tur pramusim mereka.
“Saya sudah lama menantikan ini, dan senang akhirnya bisa berlatih bersama tim. Semua orang sangat membantu. Saya merasa mudah untuk berintegrasi dengan tim.”
Gjokeres bergabung dengan klub London utara itu dengan harga €63,5 juta (US$73,2 juta), dengan kemungkinan tambahan biaya transfer sebesar €10 juta (US$11,5 juta), setelah menjalani musim yang gemilang di Sporting CP. Ia akan mengenakan jersey nomor 14, yang pernah dikenakan oleh legenda klub dan pencetak gol terbanyak sepanjang masa, Thierry Henry.
“Saya tahu banyak pemain hebat pernah memiliki jersey ini, dan jersey ini memiliki banyak sejarah di baliknya,” ujarnya. “Merupakan suatu kehormatan untuk memakainya. Itu keputusan yang tepat.”
Penjualan jersey pemain Swedia ini melampaui penjualan bintang Arsenal seperti Bukayo Saka dan Declan Rice di musim pertamanya di Arsenal, dan menurut The Athletic, para analis memperkirakan penjualan keseluruhan akan semakin meningkat di masa mendatang.
Penandatanganan kontrak mewah Gjorkreis tidak hanya mengatasi kekurangan signifikan dalam susunan pemain, tetapi juga menunjukkan komitmen klub terhadap musim baru: untuk akhirnya merebut kembali gelar Liga Primer yang telah luput dari genggaman Arsenal sejak 2004.
Pada hari Rabu, ribuan penggemar Arsenal di Hong Kong menirukan selebrasi khas Gjorkreis dengan topeng selama sesi latihan terbuka tim, mungkin sebagai penghormatan kepada tokoh antagonis DC Comics, Bane, yang paling dikenal dari The Dark Knight Rises karya Christopher Nolan.
Antusiasme global Gjorkreis terhadap tim barunya, bahkan baru semenit setelah ia muncul, merupakan berkah sekaligus kutukan. Arsenal kekurangan striker murni dan kuat dalam beberapa musim terakhir, sehingga mengandalkan Kai Havertz untuk memimpin serangan.
“Saya selalu haus gol, tetapi saya pikir lebih penting untuk membantu tim dengan kualitas saya. Saya akan berusaha memenangkan pertandingan sebanyak mungkin dan kemudian belajar darinya,” kata Gjokeres.
“Tentu saja, ada banyak tekanan, tetapi itu semua tergantung pada tekanan yang Anda berikan pada diri sendiri dan upaya yang Anda berikan di lapangan.”
Manajer Arsenal Mikel Arteta mengatakan ia senang merekrut striker yang termotivasi seperti itu dan bersikeras Gjokeres akan cocok dengan sistemnya.
“Ketika saya menjelaskan ekspektasi saya, lingkungan tim, dan tekanan yang akan ia rasakan, ia berkata, ‘Saya siap dan menantikannya.’ Begitulah cara ia menangani tekanan,” kata Arteta pada hari Rabu.
“Ada ekspektasi karena suatu alasan. Orang-orang percaya padanya, pada tim, dan pada kualitas kami untuk mencapai tujuan kami. Dan kami ingin menang. Selalu ada tekanan, entah itu memenangkan Liga Champions atau menghindari degradasi.”
Jalan Berliku Menuju Puncak
Perjalanan Gjokeres menuju sepak bola papan atas merupakan perjalanan yang legendaris. Pada tahun 2018, ia pindah dari klub Divisi Satu Swedia, Bromma Bokana, ke klub Liga Primer, Brighton & Hove Albion, tetapi ia gagal tampil satu kali pun di liga untuk klub tersebut.
Ia tampil buruk saat dipinjamkan ke klub-klub seperti St. Pauli di Jerman dan Swansea City di Wales. Ia kemudian menikmati kesuksesan di Coventry City di divisi dua Inggris sebelum pindah ke Sporting Lisbon pada tahun 2023, di mana ia telah mencetak 68 gol yang mengesankan dalam 66 penampilan liga.
“Jelas, rekam jejaknya berbicara sendiri,” tambah Arteta. “Kita tidak perlu terpaku pada apa yang telah ia capai di Sporting Lisbon selama beberapa musim terakhir. Sekarang, yang terpenting adalah menggabungkan semua pengalaman itu ke dalam tim kami dan membantu kami mencapai tujuan kami.”
Kini, bintang Swedia tersebut telah bergabung dengan Arsenal, berharap untuk merasakan Liga Primer untuk pertama kalinya, meskipun di Asia.
Baca Juga : Gerard Vanenberg Kecewa dengan Performa Timnas U-23 Indonesia
“Sulit untuk menggambarkan mentalitas saya, dan ada banyak alasan untuk itu,” kata Gjorkreis, yang dikenal karena kekuatan dan ketangguhannya.
“Tidak mudah berada di sini. Ada kalanya segalanya tidak berjalan sesuai keinginan saya dan itu sulit. Namun, kami juga belajar dan berkembang secara bersamaan. Kami harus benar-benar memahami apa yang dibutuhkan untuk bersaing di level tinggi, baik sebagai pemain maupun sebagai individu.”



