Connect with us

Balapan Motor

Valentino Rossi Sedih Hadapi Race Terakhirnya

Published

on

Warungsports – Jelang balapan terakhir di MotoGP 2021 pada akhir pekan mendatang, Valentino Rossi tak memungkiri rasa kesedihannya yang hendak berpisah dengan ajang balap motor kesohor tersebut.

Rossi menuntaskan balapan MotoGP Algarve dengan meraih tiga poin usai berhasil menempati peringkat ke-13. Balapan selanjutnya di MotoGP Valencia 2021 menjadi ajang perpisahan Rossi yang sudah memutuskan bakal pensiun setelah musim balap tahun ini berakhir.

Mendekati hari terakhir ada di MotoGP, Rossi mengaku tak bisa menutupi rasa sedihnya itu.

“Tinggal satu balapan lagi yang tersisa, ini menyedihkan karena setelah itu hidup saya tentunya akan berubah pada tahun depan,” kata Rossi.

“Di sisi lain, tidak masalah karena ini adalah musim yang panjang, juga sangat begitu sulit, levelnya begitu tinggi,” sambungnya dikutip dari Speedweek.

MotoGP Valencia bukan balapan yang cukup ramah bagi Rossi. Pembalap 42 tahun itu baru dua kali menang di Sirkuit Ricardo Tormo, yakni pada 2003.

Dalam balapan terakhir di MotoGP Valencia pada tahun lalu, Rossi menempati peringkat ke-12.

“Valencia adalah trek yang sulit buat saya pribadi, tetapi saya ingin mencoba secara maksimal, mencoba tetap fokus dan mencetak poin juga di sana,” kata Rossi mengenai target di balapan akhir kariernya.

Pada musim ini Rossi sudah mengemas 38 poin dan berada di peringkat ke-20 dalam klasemen pembalap. Catatan terbaik Rossi pada MotoGP 2021 adalah menghuni peringkat kedelapan di MotoGP Austria.

Sedikit profile dari seorang Valentino Rossi :

Valentino Rossi (lahir 16 Februari 1979) adalah seorang pembalap pada kejuaraan Grand Prix motor dunia setelah era Michael Doohan, dengan gelar juara dunia pada empat kelas yang berbeda yang diraihnya dalam waktu tujuh tahun berkarier.

Ia adalah salah seorang pembalap tersukses sepanjang masa, dengan tujuh gelar juara dunia pada kelas puncak (500cc/MotoGP) dan dua gelar pada kelas 250cc dan 125cc. Menurut majalah olahraga terbitan Amerika, Sports Ilustrated, Rossi adalah salah satu olahragawan bergaji terbesar di dunia, ia diperkirakan digaji $34 juta pada tahun 2007.

Putra dari mantan pembalap GP 250 cc, Graziano Rossi, dan Stefania Palma ini memegang banyak rekor dan prestasi yang diraihnya melampaui banyak seniornya.

Total pembalap eksentrik ini membukukan 9 gelar juara dunia, sekali pada kelas 125cc pada tahun 1997, sekali pada kelas 250cc (1999), dan tujuh kali juara dunia pada kelas puncak 500cc/MotoGP (2001, 2002, 2003, 2004, 2005, 2008, dan 2009).

Setelah ayahnya, Graziano Rossi, Rossi memulai balapan pada Grand Prix pada tahun 1996 untuk Aprilia pada kelas 125 cc dan memenangkan kejuaraan dunia pertamanya tahun berikutnya.

Dari sana, ia pindah ke kelas 250cc di tim Aprilia dan memenangkan Kejuaraan Dunia 250cc pada tahun 1999.

Ia memenangkan Kejuaraan Dunia 500cc bersama Honda pada tahun 2001, Kejuaraan Dunia MotoGP (juga bersama Honda) pada tahun 2002 dan 2003, dan melanjutkan kemenangan beruntunnya dengan memenangkan kejuaraan dunia 2004 dan 2005, setelah meninggalkan Honda untuk bergabung dengan Yamaha, sebelum merebut kembali gelar pada 2008 dan mempertahankannya pada tahun 2009 dan 2010, ia kemudian pindah ke tim Ducati pada tahun 2011 setelah terjadi ketegangan dengan rekan setimnya. Namun, saat di Ducati ia sedikit mengalami kemunduran dalam hal performa dalam lintasan yang memaksanya kembali ke Yamaha pada tahun 2013 sampai sekarang.

Balapan Motor

Marc Marquez Bantah Kejar Rekor Nieto, Akui Performa Menurun

Published

on

WARUNGSPORTS – Marc Marquez bertekad mempertahankan gelar Juara Dunia MotoGP-nya pada tahun 2026. Namun, Marquez menyatakan tidak terpaku pada rekor yang dipegang legenda Spanyol, Angel Nieto.

Superstar balap motor ini mengakhiri paceklik gelar selama enam tahun pada ajang Kejuaraan Dunia MotoGP 2025. Marquez tampil dominan sejak awal musim dan akhirnya meraih gelar juara, tetapi kemudian mengalami cedera serius yang memaksanya mundur dari empat balapan terakhir.

Kemenangan ini menempatkan Marc Marquez setara dengan Valentino Rossi di klasemen kejuaraan dunia dengan sembilan gelar, hanya di belakang Giacomo Agostini (15) dan Nieto (13). Mengingat usianya yang akan menginjak 33 tahun awal tahun depan, meskipun bukan tidak mungkin bagi Marquez untuk menyamai rekor Nieto, hal itu akan sangat sulit.

Lebih lanjut, Marc Marquez memprediksi persaingan yang lebih ketat akan dihadapinya di masa mendatang. Situasi ini berpotensi menyebabkan penurunan performanya dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Pada tahun 2025, saya akan mengikuti kata hati saya,” ujar seorang pebalap Ducati di sebuah acara sponsor. “Sejak awal, Peko Banjaya memang favorit juara. Saya tahu ini akan menjadi musim yang bagus karena ia tampil sangat baik di sirkuit Qatar, yang biasanya menjadi titik lemahnya.” (Dilaporkan oleh Crash)

“Di musim 2026, saatnya untuk mengerahkan segenap kemampuan demi kejuaraan. Apa pun hasilnya, kita lihat saja nanti. Tentu saja, ada proses pemulihan yang terlibat. Target saya adalah mencapai 100% di minggu pertama bulan Maret,” lanjutnya.

“Saya tidak ingin terlalu terpaku pada gelar juara ’12+1′ Angel Nieto; saya pikir gelar-gelar itu masih jauh dari saya. Kami akan menjalaninya selangkah demi selangkah.”

“Tujuan utama saya dalam karier adalah memenangkan balapan lagi, dan saya telah mencapainya. Tapi begitulah hidup; masa-masa sulit selalu datang, dan para pembalap muda berusaha sangat keras,” tambah Mark Marquez.

Continue Reading

Balapan Motor

Marc Marquez Berharap Bagnaia Bangkit dan Tampil Garang Musim Depan

Published

on

WARUNGSPORTS – Marc Marquez berharap rekan setimnya di Ducati, Francesco Banjaya, dapat kembali ke performa puncaknya musim depan. Hal ini tentu akan sangat menguntungkan tim pabrikan Ducati!

Marc Marquez memenangkan kejuaraan dunia MotoGP pada musim 2025. Sang “Alien Kecil” yang mengendarai Ducati, menang dengan raihan 545 poin.

Namun, Banjaya kesulitan untuk menonjol di balapan papan atas, dan akhirnya finis di posisi kelima klasemen MotoGP 2025.

Sejak Grand Prix Indonesia, Banjaya gagal finis dalam lima balapan berturut-turut. Oleh karena itu, ia hanya bisa menerima total poin 288.

Marc Marquez berharap Banjaya dapat kembali ke performa puncaknya musim depan. Ia masih punya waktu, dengan peningkatan yang diharapkan pada bulan Maret.

“Kami membutuhkan Peko (nama panggilan Banjaya) untuk kembali ke performa terbaiknya karena ia sangat sensitif terhadap motor dan dapat memberikan kontribusi besar bagi tim di masa depan,” ujar Marc Marquez dalam wawancara dengan Marca.

“Bagi saya, kecepatan Peko tak terbantahkan; dia membuktikannya di pertandingan seperti Mogi, di mana dia mencetak 37 poin. Saya berada tepat di sampingnya, tetapi saya tidak bisa menangkapnya sama sekali,” tambah Mark Marquez.

Continue Reading

Balapan Motor

Kontrak Baru Bezzecchi Jadi Agenda Utama Aprilia untuk Musim Depan

Published

on

WARUNGSPORTS – Marko Bezzecchi tampil impresif di paruh kedua musim MotoGP 2025, finis di posisi ketiga. Bos tim Aprilia, Massimo Rivora, berencana memperpanjang kontrak Bezzecchi.

Kontrak Bezzecchi dengan Aprilia berlaku hingga musim 2026. Memang, pembalap Italia berusia 27 tahun itu awalnya bukan pembalap nomor satu tim; Jorge Martin adalah pembalap lainnya. Namun, Bezzecchi berhasil mengisi kekosongan tersebut selama Martin absen panjang karena cedera.

Setelah hanya memenangkan satu balapan (Grand Prix MotoGP Inggris), Bezzecchi bangkit kembali dengan kuat di masa jeda musim. Mantan pembalap VR46 ini meraih lima kemenangan (tiga sprint dan dua Grand Prix) dan finis di tiga besar sebanyak lima kali di balapan penting lainnya.

Marko Bezzecchi secara bertahap memperkecil ketertinggalannya dari Francesco Banja, yang menempati posisi ketiga klasemen hampir sepanjang musim. Akhirnya, Bezzecchi berhasil menyalip Banja untuk finis di posisi ketiga dengan 353 poin, tepat di belakang Marquez bersaudara.

“Bezzecchi harus dianggap sebagai prioritas utama kami. Itu artinya tujuan kami adalah mempertahankannya,” ujar Rivora lugas di GPOne. “Jika kami berhasil, itu akan luar biasa; jika kami gagal, itu di luar kendali saya.”

“Yang pasti, kemitraan kami sangat kuat, dan akan sangat disayangkan jika berakhir di sini,” tambahnya.

Jika Marko Bezzecchi meraih kesuksesan di musim MotoGP 2025, ia akan menjadi pebalap Aprilia pertama dalam sejarah yang finis di tiga besar dalam satu musim. Hasil terbaik Aprilia sebelumnya adalah posisi keempat di musim 2022, yang diraih oleh Alex Expagaro.

Continue Reading

Balapan Motor

Marco Bezzecchi Akhiri Musim dengan Manis Rekor Baru Tercipta!

Published

on

WARUNGSPORTS – Marko Bezecchi menutup musim MotoGP 2025 dengan kemenangan spektakuler. Pembalap Italia ini mencetak rekor kemenangan yang luar biasa dengan motor Aprilia-nya.

Balapan terakhir musim MotoGP 2025 berlangsung pada Minggu malam (16 November) di sirkuit Riccardo Torno. Bezecchi memenangkan Grand Prix Valencia.

Motor MB72-nya memimpin dari posisi pole hingga garis finis tanpa perlawanan. Ia mengalahkan Raúl Fernández dan Fabio di Giannitonio.

Ini adalah kemenangan kedua Bezecchi secara berturut-turut, setelah sebelumnya mencetak lap tercepat di Grand Prix Portugal 2025. Pembalap berusia 27 tahun ini juga mencetak rekor.

Marko Bezecchi menjadi pembalap Aprilia pertama yang memenangkan dua balapan berturut-turut, dan juga pembalap Aprilia pertama yang meraih tiga kemenangan dalam satu musim.

Bezeki dan pebalap tim satelit Aprilia, Raul Fernandez, masing-masing mengamankan posisi pertama dan kedua di MotoGP Valencia 2025, menandai tonggak penting bagi mereka. Aprilia meraih pole position pertama mereka sejak MotoGP Catalan 2023.

Bezeki sangat puas dengan kemenangannya di balapan terakhir musim MotoGP Valencia 2025. Baginya, menyelesaikan musim di podium teratas adalah hal terpenting.

Continue Reading

Balapan Motor

Pedro Acosta Tercepat di Practice MotoGP Valencia 2025

Published

on

WARUNGSPORTS – Pedro Acosta mendominasi sesi latihan MotoGP 2025 di Valencia. Ia tampil sangat baik, mengungguli Marco Bezecchi dan Franco Morbidelli.

Sesi latihan MotoGP 2025 di Valencia berlangsung pada Jumat malam, 14 November 2025, di sirkuit Riccardo Tormo. Jack Miller mencatatkan lap tercepat di sesi latihan bebas pertama.

Marco Bezecchi memimpin selama 20 menit pertama latihan. Pedro Acosta kemudian menyalipnya, mencatatkan waktu 1:29,790.

Acosta memperbaiki catatan waktunya menjadi 1:29,240. Hanya Bezecchi yang mampu mengimbangi, akhirnya menyelesaikan sesi latihan dengan selisih 0,053 detik.

Franco Morbidelli finis di posisi ketiga, dengan selisih 0,185 detik. Alex Marquez, Ai Ogura, dan Jack Miller masing-masing berada di posisi keempat hingga keenam.

Fabio Di Giannantonio, Fermin Aldeguer, Joan Mir, dan Fabio Quartararo berhasil masuk sepuluh besar. Sedangkan Francesco Bagnaia hanya mampu menempati posisi ke-14.

Hasil Latihan MotoGP Valencia 2025

Posisi Pembalap Tim Waktu Putaran

  1. Pedro Acosta Red Bull KTM (RC16) 1 menit 29 240 detik 20/26
  2. Marco Bezecchi Aprilia (RS-GP25) 0 053 detik 23/25
  3. Franco Morbidelli Pertamina VR46 Ducati (GP24) 0 185 detik 20/21
  4. Alex Max BK8 Greciini Ducati (GP24) 0 233 detik 24/25
  5. Ai Ogura Aprilia Circuit (RS-GP25) 0 315 detik 21/23
  6. Jack Miller Pramac Yamaha (YZR-M1) 0 316 detik 23/26
  7. Fabio di Giannitonio Pertamina VR46 Ducati (GP25) 0 353 detik 21/23
  8. Femin Aldeguer BK8 Grescini Ducati (GP24)* 0 357 detik 25/26
  9. Jon Mir Honda HRC Castrol (RC213V) 0 394 detik 23/25
  10. Fabio Quatararo Monster Yamaha (YZR-M1) 0 433 detik 18/23
  11. Brad Binder Red Bull KTM (RC16) 0 489 detik 23/25
  12. Raul Fernandez Aprilia Circuit (RS-GP25) 0 566 detik 23/26
  13. Aleix Espargaro Honda HRC Test Team (RC213V) 0 592 detik 21/22
  14. Francesco Bagnaia Ducati Lenovo (GP25) 0 593 detik 22/23
  15. Johann Zarco Castrol Honda LCR (RC213V) 0 651 detik 23/25
  16. Luca Marini Honda HRC Castrol Team (RC213V) 0 656 detik 25/27
  17. Alex Lins Monster Yamaha Team (YZR-M1) 0 759 detik 22/22
  18. Maverick Viñales Red Bull KTM Tech3 Team (RC16) 0 907 detik 23/25
  19. Enea Bastianini Red Bull KTM Tech3 Team (RC16) 0 997 detik 16/23
  20. Augusto Fernandez Yamaha Factory Racing (YZR-M1 V4) 1 027 detik 19/25
  21. Miguel Oliveira Pramac Yamaha Racing (YZR-M1) 1 064 detik 26/28
  22. Jorge Martin Aprilia Racing (RS-GP25) 1 164 detik 17/23
  23. Somkiat Chantra Idemitsu Honda LCR (RC213V)* +1.289 detik 22/24
  24. Nicolo Blaiga Ducati Lenovo (GP25) 1 312 detik 25/28
Continue Reading

Balapan Motor

Bagnaia Tak Henti Jatuh, Mental Juara Dunia Mulai Diuji

Published

on

WARUNGSPORTS – Francesco Banja kembali terjatuh di balapan. Namun, ia mengatakan bahwa terjatuh di posisi keempat lebih baik daripada finis terakhir.

Performa buruk Francesco “Peco” Banja tampaknya belum berakhir. Di Grand Prix MotoGP Portugal, pebalap Ducati-Lenovo itu kembali gagal menyelesaikan balapan! Ia terjatuh di posisi keempat dan tidak dapat melanjutkan balapan.

Pebalap lulusan VR46 Racing ini menjalani akhir pekan yang mengecewakan di Portimão. Meskipun terjatuh di balapan, ia hanya berhasil finis di posisi kedelapan dalam sprint. Ini membuat total balapan Banja yang belum ia selesaikan di musim 2025 menjadi empat.

“Saya berusaha untuk finis di posisi keempat. Saat itu masih awal balapan, dan saya belum menemukan ritme saya, jadi saya berusaha mengejar Pedro. Saya tahu itu sulit karena mereka lebih cepat,” kata Banja dalam wawancara dengan Crash.

“Jadi saya sudah mengerahkan segenap kemampuan saya, dan akhirnya terjatuh karena saya terlalu memaksakan diri. Ya, itu memang terkadang terjadi. Tapi akhir pekan ini jauh lebih baik, dan hasilnya pun kurang lebih sama,” lanjutnya. Dengan hanya satu putaran tersisa di musim MotoGP 2025, Banjaya memilih untuk fokus pada balapan terakhir.

Ia mengincar hasil yang baik di Grand Prix Valencia minggu depan. Ketika ditanya apakah terjatuh lebih baik dalam mengejar finis teratas, juara dunia MotoGP dua kali itu setuju. Banjaya percaya bahwa terjatuh seperti di Portimao lebih baik daripada gagal finis di sepuluh besar seperti di Indonesia dan Australia.

“Sejujurnya, saya tidak berhasil naik podium. Tapi tentu saja, itu lebih baik daripada di Phillip Island atau Indonesia. Jadi, kami akan terus berusaha. Saya pikir kami melakukannya dengan baik, meskipun kami masih belum cukup cepat. Kami hanya perlu tetap tenang dan terus melaju,” tambahnya.

Continue Reading

Trending

Copyright © 2021 by WarungsSports