Live Monday, 24 August 2026
Sport Indonesia • Piala Dunia • Liga Eropa • MotoGP
Breaking
Tuchel Sindir Eze dan Madueke Usai Inggris Tekuk Andorra
Sepakbola

Tuchel Sindir Eze dan Madueke Usai Inggris Tekuk Andorra

Elsa Gita Sabila September 7, 2025 12 months lalu

WARUNGSPORTS – Thomas Tuchel kembali menyoroti kemenangan Inggris atas Andorra. Sang pelatih kepala secara khusus menyoroti penampilan Eberechi Eze dan Noni Madueke.

Pada Sabtu, 6 September 2025, dini hari, Inggris mengalahkan Andorra 2-0 dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2026 di Villa Park, Birmingham, West Bromwich Albion. Gol bunuh diri Christian Garcia dan sundulan Declan Rice memastikan tiga poin bagi The Three Lions.

Setelah pertandingan, Tuchel tampak kurang puas dengan penampilan para penyerangnya, terutama Eze dan Madueke.

Kedua penyerang Arsenal tersebut menjadi starter, dengan Madueke bermain di sayap kanan dan Eze di posisi gelandang serang.

Thomas Tuchel masih memantau ketat kedua pemain tersebut. Misalnya, Madueke, pemain sayap berusia 23 tahun, sering dianggap kurang fokus dalam situasi counter-pressing.

“Ya, itulah yang perlu dia lakukan. Terkadang dia kurang konsentrasi atau ceroboh saat melakukan counter-pressing, tetapi jika dia bekerja keras, dia bisa menjadi pemain yang sangat penting,” ujarnya, menurut talkSport.

“Baik Arsenal maupun tim kami mengalami cedera pada Bukayo, jadi itulah yang perlu dia lakukan,” ujarnya.

Sementara itu, Tuchel menekankan ketajaman Eze. Pemain yang baru direkrut dari Crystal Palace ini masih perlu mengasah kemampuannya. Senada dengan itu, Marcus Rashford juga dianggap telah menyia-nyiakan peluang di lini depan.

Baca Juga : Ronaldo Panas Betul! Reaksi Sang Bintang Jadi Sorotan

“Saya pikir kami melewatkan beberapa momen kunci untuk menutup pertandingan,” lanjut Tuchel.

“Mungkin Ebouze (Eberechi Eze) tidak tampil maksimal di posisi No. 10. Pengambilan keputusannya membaik, tetapi masih sedikit sulit.”

“Umpan terakhir Noni, keputusan akhir Nooni kurang tepat, dan Marcus Rashford bermain bagus, tetapi ia tidak bisa menyelesaikan pertandingan dengan assist yang akurat.”

“Itu biasa terjadi ketika bermain dalam formasi 5-4-1 yang padat. Kami seharusnya mencetak gol kedua lebih awal karena itu memberi kami banyak kebebasan dan para pemain bergerak lebih percaya diri,” jelas pelatih asal Jerman itu.

Berita Terkait