

7 Oktober 2026 β Kemenangan Argentina 3-0 atas Benin menjadi malam yang penuh air mata. Bukan karena kekalahan, melainkan karena Tim Tango harus mengucapkan selamat tinggal kepada sosok yang selama lebih dari dua dekade menjadi kebanggaan mereka, Lionel AndrΓ©s Messi.
Suasana haru sudah terasa sebelum pertandingan dimulai. Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, terlihat meneteskan air mata ketika lagu kebangsaan dikumandangkan. Messi sendiri tak mampu menyembunyikan emosinya saat menjalani momen terakhir bersama Albiceleste.
Sebelum kick-off, Messi memeluk satu per satu rekan setimnya. Pelukan panjang dengan Cristian Romero, pemain yang akan mewarisi ban kapten Argentina, menjadi salah satu momen paling menyentuh malam itu.
Kesedihan semakin terasa seusai pertandingan. Enzo FernΓ‘ndez terlihat menangis ketika Messi menyampaikan pidato perpisahannya di hadapan lebih dari 85.000 pendukung yang memenuhi Stadion Monumental.
Bagi para pemain Argentina, Messi bukan sekadar kapten atau pencetak gol. Ia merupakan sosok pemimpin, panutan, dan bagian penting dari perjalanan bersejarah mereka menjuarai Piala Dunia 2022.
Dalam pidato perpisahannya, Messi mengungkapkan betapa beratnya meninggalkan tim nasional yang telah menjadi bagian besar kehidupannya selama 21 tahun. Sang legenda menyebut perpisahan ini sebagai salah satu hari paling menyedihkan dalam karier sepak bolanya.
Malam tersebut akhirnya ditutup dengan penghormatan luar biasa untuk sang pemilik nomor punggung 10. Tepuk tangan, pelukan, dan air mata menjadi gambaran betapa besarnya arti Lionel Messi bagi Argentina.
Argentina mungkin masih akan melahirkan banyak pemain hebat. Namun, sosok Lionel Messi dan kenangan yang ia tinggalkan tidak akan pernah tergantikan.
Terima kasih untuk segalanya, Leo. GRACIAS, CAPITΓN! π¦π·β€οΈπ


