Live Friday, 17 July 2026
Sport Indonesia • Piala Dunia • Liga Eropa • MotoGP
Breaking
Olimpiade

Syuci Indriani Hadirkan Kejutan di Paralimpiade Tokyo 2020

Icha August 29, 2021 5 years lalu

Warungsport – Wakil Indonesia yang mengikuti Paralimpiade Tokyo 2020 pada Minggu (29 Agustus 2021) telah dibebaskan.

Hari ini akan ada dua perwakilan negara yang mengikuti kompetisi, yaitu Syuci Indriani dan Jaenal Aripin. Syuci Indriani akan mengikuti renang untuk difabel.

Pada saat yang sama, Jaenal Aripin akan berpartisipasi dalam Paralimpiade. Syuci sendiri akan mengikuti nomor 100m gaya dada putri SB14 pada pukul 07.26 WIB. Ia akan mengikuti game kedua bersama tujuh kontestan lain dari berbagai negara.

Melihat peta permainan, langkah Hugh kali ini tidak mudah. Pasalnya, menurut catatan waktu terbaik di situs resmi Paralimpiade Tokyo 2020, Syuci Indriani yang mengalami keterbelakangan mental menempati peringkat kelima dengan skor 1 menit 22,19 detik.

Pada saat yang sama, untuk dapat masuk ke final, hanya empat kontestan pemecah rekor di setiap game yang berhak maju ke babak berikutnya.

Menurut catatan waktu masuknya perhelatan olahraga terbesar dunia untuk atlet penyandang disabilitas tersebut, Michel Alonso Morales (Spanyol) menjadi juara pertama dengan catatan waktu 1 menit 12,87 detik. Kemudian datanglah waktu terbaik Paige Lenhardt (Australia) 1 menit 14,61 detik dan Beartriz Borges Carneiro (Brasil) 1 menit 17,11 detik.

Tempat keempat diisi oleh Valeria Sabalina (Komite Paralimpiade Rusia) dengan waktu 1 menit 17,52 detik. Sisanya berada di bawah catatan waktu Syuci Indriani.

Pernilla Lindberg (Swedia) mencatatkan 1 menit 25,18 detik, Yui Lam Chan (Hong Kong) mencatat 1 menit 27,39 detik, dan Olga Poteshikina (Komite Paralimpik Rusia) mencatatkan rekor 1 menit 27,72 detik dalam karirnya.

Meski bukan pemain unggulan, bukan tidak mungkin Xiuchi bisa tampil tak terduga di nomor 100m gaya dada putri SB14. Terlebih selama ini, perempuan yang lahir pada 28 Januari 2001 itu telah melakukan berbagai persiapan. 

Belajar dari lomba sebelumnya Syuci Indriani pun memetik banyak pelajaran setelah kegagalan pada debut 100m gaya kupu-kupu putri S14, Rabu 25 Agustus 2021. 12,13 detik. 

Hasil tersebut terpaut 6,76 detik dari Valeriia Shabalina dari Komite Paralimpiade Rusia (RPC) yang finis terdepan sekaligus memecahkan rekor Paralimpiade dengan 1 menit 05,37 detik.

Secara keseluruhan catatan waktu Syuci menempatkannya di urutan ke-13. Dengan begitu, Syuci gagal lolos ke final yang hanya diraih oleh delapan peserta dengan catatan waktu terbaik dari heat satu dan dua.

Adapun peraihmedali emas pada di kelas 100 meters gaya kupu-kupu putri S14 adalah Valeriia Shabalina yang mencatatkan waktu 1 menit 03,59 detik di final.

Hasil tersebut sekaligus memecahkan rekor dunia atas namanya sentiri ketika turun Kejuaraan Dunia Para-renang 2019 di London yakni 1 menit 03,68 detik.

Sementara perak dan perunggu diraih wakil Australia Paige Leonhardt and Ruby Storm. Keduanya masing-masing finis dengan catatan waktu 1 menit 05,48 detik dan 1 menit 06,50 detik.

Setelah lomba tersebut, Dinda Ayu Sekartaji selaku pelatih Syuci pun mengatakan telah melakukan evaluasi.

“Pada perlombaan pertama, Syuci telah menunjukkan penampilan terbaik. Sayangnya, faker non-teknis yang menyebabkan Syuci gagal meraih hasil terbaik,” kata Dinda.

“Semangat Syuci harus dijaga dan emotion-nya juga harus lebih baik lagi. Fokusnya juga harus dikembalikan lagi supaya instruksi pelatih bisa diterima dengan sempurna,” ujar Dinda.

Berita Terkait