
Warungsports – Harry Maguire berhasil mencetak gol kala Inggris bantai Albania dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022. Selebrasinya yang dia tunjukan seolah untuk membungkam kritik, dirinya dinilai lebay!
Inggris tampil gahar kala berhasil membungkam Albania 5-0 di Wembley Stadium, pada lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Eropa, Sabtu (13/11) dinihari WIB. Gol-gol dari Tim Tiga Singa dicetak oleh hat-trick Harry Kane, Harry Maguire, dan Jordan Henderson.
Harry Maguire membuka keunggulan untuk Inggris di menit kesembilan. Maguire menanduk dengan keras bola umpan silang dari Reece James yang tak mampu dihalau kiper Albania, Thomas Strakosha.
Harry Maguire juga bermain penuh selama 90 menit. Dirinya dimainkan sebagai bek tengah, yang berdiri sejajar dengan para defender rival clubnya yaitu Kyle Walker dan John Stones.
Ketika Harry Maguire berhasil mencetak gol, dirinya spontan melakukan selebrasi dengan menutup kedua kupingnya. Itu disebut-sebut dia lakukan sebagai tanda untuk bungkam semua kritik kepadanya, mengingat performanya sendiri di Manchester United lagi buruk.
Akan tetapi, selebrasi itu dinilai jadi bumerang buat Maguire sendiri. Para eks pemain Liga Inggris, kompak bilang selebrasi seperti itu lebay!
“Saya rasa dia melakukan selebrasi itu (menempatkan tangan di kuping) untuk membalas kritik yang tertuju padanya. Tapi saya pikir itu sungguh memalukan,” ujar pandit sekaligus eks kapten MU Roy Keane kepada ITV seperti dilansir Sky Sports.
Eks striker Arsenal, Ian Wright juga sependapat dengan Roy Keane. Baginya, Maguire sangat berlebihan melakukan selebrasi seperti itu.
“Saya rasa dia tidak perlu melakukannya, kita semua tau, mereka hanyalah melawan Albania, untuk apa melakukan itu sekarang” ujarnya.
“Harry, lebih baik fokus untuk membenahi permainanmu saja. Untuk apa kau melakukan hal seperti itu,” sambungnya.
Eks striker Tottenham Hotspur, Jermaine Defoe juga sebelas dua dua belas. Baginya pribadi, selebrasi Harry Maguire sangat berlebihan!
“Dia mencetak gol, itu tentu sungguh bagus,” katanya.
“Tapi selebrasinya itu bisa jadi bumerang untuk dirinya sendiri, mengingat performanya bersama klub sedang tidak bagus,” tutupnya.



