Live Tuesday, 15 September 2026
Sport Indonesia • Piala Dunia • Liga Eropa • MotoGP
Breaking
Selain Gelar Juara MotoGP 2022, Tugas Lain Disematkan untuk Andrea Dovizioso
Balapan Motor

Selain Gelar Juara MotoGP 2022, Tugas Lain Disematkan untuk Andrea Dovizioso

Elvina November 25, 2021 5 years lalu

Warungsports – Tim satelit anyar WithU RNF Yamaha bakal memeriahkan perburuan gelar juara MotoGP 2022 mendatang.

Seperti yang sudah kita diketahui, WithU RNF Yamaha dulunya adalah merupakan tim Petronas Yamaha SRT.

Beberapa pergantian terpaksa dilakukan oleh tim pimpinan Razlan Razali tersebut setelah sponsor utama mereka, Petronas, memilih untuk tidak melanjutkan kerja sama.

Pada MotoGP 2022 nanti, WithU RNF Yamaha bakal dipersenjatai dengan dua rider, Andrea Dovizioso dan Darryn Binder.

Kombinasi ini terbilang sangat menarik, apalagi Darryn Binder merupakan pembalap yang langsung meloncat dari kelas Moto3 ke MotoGP.

Belakangan, Bos WithU RNF Yamaha, Razlan Razali, membeberkan tugas dari dua pembalapnya tersebut.

Sebagai pembalap senior, Andrea Dovizioso praktis jadi ujung tombak WithU RNF Yamaha dalam memperebutkan gelar juara MotoGP 2022.

“Kami harap Andrea Dovizioso melakukan hal yang baik dan dapat bertarung untuk gelar juara nanti,” ungkap Razlan Razali dilansir Warungsports.id dari Tuttomotoriweb,

Menariknya, Andrea Dovizioso diungkap Razlan Razali punya tugas penting selain bertarung untuk gelar juara dunia MotoGP 2022.

Tugas lain tersebut adalah untuk membantu juniornya, Darryn Binder untuk lebih berkembang.

“Andrea sangat analitis. Dia sudah menegaskan dengan gamblang tentang apa yang ia ingin lakukan nanti,” ujar Razali.

“Saya rasa Yamaha butuh sudut pandang lain, khususnya dari pembalap berpengalaman.”

“Dovizioso akan berkontribusi dalam pengembangan.”

“Di sisi lain dia juga akan membantu Darryn (Binder),” sambungnya.

Merekrut Darryn Binder disebut Razali sebagai langkah yang cukup berisiko.

Akan tetapi, optimisme dirasakan Razali mengingat kedatangan Fabio Quartararo dulu juga cukup berisiko.

“Dengan Fabio Quartararo pada 2019 cukup berisiko,” ujar Razali.

“Tetapi, ini lebih berisiko lagi dengan Darryn Binder karena dia datang dari kelas Moto3.”

“Jika Anda lihat tingginya, hal itu sungguh tidak menguntungkan pada kelas Moto3. Akan tetapi, dia berhasil memetik posisi yang cukup baik, mengerem dengan keras, serta mampu menyerang.”

“Kami pikir ada sesuatu dalam dirinya yang membuat kami tergerak untuk mencoba bekerja sama dengannya,” tutup Razali.

Berita Terkait