Live Monday, 27 July 2026
Sport Indonesia • Piala Dunia • Liga Eropa • MotoGP
Breaking
Pertandingan Mason Mount Yang Naik Turun
Sepakbola

Pertandingan Mason Mount Yang Naik Turun

Elvina January 18, 2022 5 years lalu

Warungsports – Mason Mount justru marah pada pertandingan Manchester City-Chelsea. Direktur Thomas Tuchel pun memahami dan yakin Mount akan sehat kembali.

Mount menjadi penonton selama 80 menit di Etihad Stadium akhir pekan lalu. Chelsea akhirnya kalah 0-1 dan Mount bermain hanya dalam sembilan menit.

Pada laga itu, Tohel memilih Hakim Ziyech, Christian Pulisic dan Romelu Lukaku sebagai trio ofensif. Sayangnya, keputusan Tohel tidak berakhir dengan baik, dan tak satu pun dari ketiganya mampu menyelesaikan pertahanan kota.

Mount tertangkap kamera beberapa kali selama pertandingan dan wajahnya tidak senang dengan keputusan Tuhill. Mount mungkin merasa dirinya pantas menjadi yang pertama mendukung serangan Chelsea.

Sayangnya, Tuhel yang menembak, dan Mount harus rela menerimanya. Mount tidak suka mendapat bantuan, tapi Tohill mengerti itu.

“Ya, saya melihat Mount sangat marah. Itu normal,” Tuhl mengutip Guardian.

Mason Mount adalah pencetak gol terbanyak Chelsea di semua tujuh liga, hanya kalah dari Giorginho (9 gol) dan Romelu Lukaku (8 gol). Maka tak heran jika Mount selalu ingin bermain dan mencetak gol untuk mengalahkan Chelsea.

Namun, dia seharusnya berada di cadangan karena Mason tidak cocok dengan taktik yang digunakan oleh Gunung Tuhill. Tak hanya itu, Mount beberapa kali absen musim ini karena cedera dan performanya fluktuatif.

Mount hanya memberikan satu assist di Premier League sejak pertengahan Desember setelah mencetak empat gol dan dua assist.

“Lihat matanya dan ketahui betapa marahnya dia. Dia ingin memainkan permainan seperti itu, tapi kami memilih pemain yang lebih cepat. Hakim di kiri dan Christian di kanan. Saya pikir saya bisa mematahkan pertahanan kota, karena dia selalu di kotak penalti.”

“Saya pikir Mason di luar kendali dan itu normal. Jadi kami membuat keputusan itu dan itu bisa terjadi kapan saja. Saya tidak senang tentang itu, tetapi siapa pun termasuk saya secara alami akan menghilang karena Momo mencintai Mason.” pungkas Thomas Tuchel. Dan

Berita Terkait