Live Monday, 31 August 2026
Sport Indonesia • Piala Dunia • Liga Eropa • MotoGP
Breaking
Peluang Kedua Graham Potter usai Kandas di Chelsea
Liga Inggris

Peluang Kedua Graham Potter usai Kandas di Chelsea

Elsa Gita Sabila January 10, 2025 2 years lalu

WARUNGSPORTS – Usai menganggur nyaris 2 tahun, Graham Potter turun gunung buat melatih West Ham United. Dia memiliki tugas berat mengamankan The Hammers dari ancaman zona merah sekalian meyakinkan diri masih pantas masuk jajaran manajer elite di Premier League.

Potter ditunjuk selaku manajer baru pada 9 Januari 2025 mengambil alih Julen Lopetegui yang dipecat satu hari lebih dahulu. Dia tiba dengan keadaan West Ham tengah tercecer di urutan 14 Liga Inggris dengan 23 poin serta cuma berjarak 7 poin dari zona degradasi.

Tidak cuma bermasalah di dalam lapangan, West Ham pula mempunyai beberapa permasalahan di luar lapangan. Pendahulu Potter semacam Lopetegui serta David Moyes diucap tidak akur dengan direktur metode Regu Steidten. Belum lagi isu keretakan antara Lopetegui dengan beberapa pemain.

Potter menyadari perihal itu. Dia juga berniat menyatukan regu. Tercantum bekerja sama sebaik- baiknya dengan seluruh pihak di klub.

” Berarti untuk kami buat mempunyai kebersamaan, keselarasan, kalau kami mengarah ke arah yang sama. Begitu Kamu mulai berperan dengan metode yang berbeda, Premier League jadi kejam. Jadi, terus menjadi kita bersama, terus menjadi selaras kita, terus menjadi baik,” ucap Potter, Kamis( 9/ 1/ 2025).

” Aku wajib membagikan kejelasan tentang gimana regu mau bermain: gimana perihal itu membagikan arahan untuk seluruh orang buat membuat keputusan, apakah itu perekrutan ataupun yang lain. Setelah itu, ini tentang diskusi yang terbuka serta penuh rasa hormat. Tidak terdapat yang memiliki seluruh jawaban, tidak terdapat yang ketahui segalanya.”

” Ini merupakan klub yang baru- baru ini mencapai kesuksesan. Aku di mari saat ini, jadi terdapat kekecewaan yang baru- baru ini terjalin, namun terdapat banyak perihal baik di mari, terdapat banyak perihal positif di mari,” tegas Potter.

Potter pula sadar reputasinya lagi anjlok. Pernah dikira selaku salah satu pelatih bersinar dikala di Swansea City serta Brighton& Hove Albion, kariernya melorot usai cuma melatih Chelsea sepanjang 7 bulan saat sebelum dipecat pada April 2023. West Ham merupakan klub pertamanya semenjak meninggalkan Stamford Bridge.

” Kala aku mencermati Pep Guardiola, ia mengatakan ia memiliki suatu buat dibuktikan. Bila ia memiliki suatu buat dibuktikan, hingga kita seluruh memiliki, itu realitas,” Potter melanjutkan.

” Aku merasa aman dengan diri sendiri, aman dengan siapa aku sebetulnya serta apa yang sudah aku jalani. Jelas tidak terdapat yang sempurna. Hidup merupakan tentang menerima keberhasilan, kemunduran, serta kekalahan. Mengakui kesalahan, menghadapinya, serta menjadikan Kamu lebih kokoh. Aku pikir aku jadi orang yang lebih baik saat ini sebab pengalaman( di Chelsea), pelatih yang lebih baik sebab pengalaman, serta telah lumayan istirahat,” jelasnya.

Berita Terkait