Live Thursday, 16 July 2026
Sport Indonesia • Piala Dunia • Liga Eropa • MotoGP
Breaking
MU Berantakan Pakai Formasi 3-5-2
Liga Inggris

MU Berantakan Pakai Formasi 3-5-2

Elvina November 7, 2021 5 years lalu

Warungsports – Permainan dengan formasi 3-5-2 sempat membuat Manchester United menekuk Tottenham dan bermain imbang kalah berjumpa Atalanta. Namun ketika berhadapan dengan Manchester City, jadinya berantakan!

Berantakan memiliki arti tidak tertata atau sembarangan. Begitulah pantasnya, kata-kata yang menggambarkan permainan Manchester United kala menghadapi Manchester City dalam lanjutan Liga Inggris, Sabtu (6/11) malam WIB.

Di Old Trafford, kandang Manchester United sendiri, Setan Merah keok 0-2. Manchester City sangat mendominasi sepanjang jalannya laga!

Dua gol tim Cityzens dibukukan oleh gol bunuh diri Eric Bailly dan sontekan manis Bernardo Silva. MU sangat sulit keluar dari tekanan, malah terlihat seperti tidak tau ingin melakukan apa di lapangan.

Eks kiper MU, Peter Schmeichel menyorot formasi 3-5-2 Manchester United yang dipakai oleh Ole Gunnar Solskjaer. Rasanya, formasi itu masih belum menjanjikan.

“Secara keseluruhan, Manchester City mendominasi. Manchester United yang justru terlihat tidak jelas permainannya, apakah pakai lima bek atau tiga bek dan aliran bolanya tidak bagus,” jelasnya seperti dilansir dari BBC.

Formasi 3-5-2 Manchester United, sudah dipakai tiga kali oleh Ole Gunnar Solskjaer. Hasilnya, MU menang 3-0 atas Tottenham Hotspur, seri 2-2 dengan Atalanta di Liga Champions, dan kalah 0-2 terbaru oleh Manchester City.

Solskjaer sendiri biasanya pakai formasi 4-2-3-1.

Prosesnya di lapangan kala kontra City, permainan 3-5-2 Manchester United tidak berkembang di hadapan pasukannya Pep Guardiola.

Aliran bola tidak jelas, serta para pemain malah kebanyakan menumpuk di tengah. Sepertinya, MU pede meladeni permainan ball possession-nya Manchester City. Sayangnya, itu malah jadi senjata makan tuan!

MU tidak bisa mengembangkan permainan. Jangankan membahayakan gawang Ederson, tembus ke dekat kotak penaltinya saja rasanya sulit.

“Kasihan melihat Mason Greenwood. Dia bermain di posisi nomor 9, tetapi malah tidak jelas arahnya. Lini serang MU jadi tidak bekerja dengan baik,” terang Peter Schmeichel.

Buktinya selama 90 menit, Manchester United cuma melepas lima tembakan dengan satu yang mengarah ke gawang. Sebaliknya, Manchester City galak betul dengan 16 tembakan yang mana lima mengarah ke gawang.

“MU tidak terlihat berkualitas,” tutup Schmeichel.

Berita Terkait