
Warungsports– Mercedes resmi melancarkan protes usai hasil Grand Prix Formula One (F1) di Abu Dhabi yang memastikan pembalap Red Bull Max Verstappen menjadi juara dunia.
Menurut Crash, protes tersebut digagas Mercedes karena insiden tersebut dinilai kontroversial dan mengakibatkan Hamilton gagal mempertahankan gelar juara dunianya. Hal ini terkait dengan keputusan yang dibuat oleh Race Director FIA Michael Masi di Sirkuit Yas Marina beberapa lap sebelum balapan berakhir.
Akibat kecelakaan Nicholas Latifi, setelah safety car masuk, keputusan Marcy dipertanyakan pihak Mercedes. Awalnya, mereka tidak mengizinkan pengemudi yang tumpang tindih menyalip safety car.
Namun, keputusan ini diubah olehnya. Akibatnya, lima mobil yang memisahkan pemimpin balapan Hamilton dan Verstappen menyalip safety car.
Keputusan ini membuat Verstappen memasuki sisa lap F1 GP Abu Dhabi menyusul Hamilton. Verstappen sudah masuk pit stop dan menggunakan ban soft, sedangkan Hamilton masih menggunakan ban bekas.
Dengan menggunakan ban lunak, Verstappen melewati Hamilton di tikungan kelima lap terakhir. Aksi ini membuat Verstappen, yang hampir sepanjang pertandingan berada di belakang Hamilton, memimpin dan menyelesaikan pertandingan di garis depan.
Kontroversi ini membuat Mercedes melakukan protes dua kali. Yang pertama adalah tentang hasil pertandingan F1 GP Abu Dhabi yang kembali dimulai dengan Verstappen.
Protes Mercedes didasarkan pada dua aturan dalam aturan F1. Pasal 48.8 menetapkan bahwa “tidak ada pengemudi yang boleh mendahului kendaraan lain di lintasan, termasuk safety car, sebelum safety car melewati garis untuk pertama kali setelah kembali ke pit lane.”
Langkah selanjutnya didasarkan pada Pasal 48.12, yang menyatakan bahwa “setiap mobil yang disusul oleh pemimpin wajib menyalip mobil di pangkuan terdepan dan safety car.”
Verstappen memastikan gelar Kejuaraan Dunia F1 pertamanya dengan skor total 395,5. Dia memimpin Hamilton dengan 8 poin, dan Hamilton harus rela mempertahankan gelarnya dan gagal.



