
WAARUNGSPORTS – Pep Guardiola tidak ragu menyebut mentalitas Manchester City telah berganti di Liga Champions. Man City bukan lagi sang anak canggung.
Manchester City memanglah perlu waktu buat mulai menancapkan kukunya di Liga Champions. Apalagi dikala mereka mulai memahami Liga Inggris, hasil- hasil di kompetisi Eropa tersebut tidak lumayan memuaskan.
Sampai 2020 dikala Man City telah mengantongi 4 gelar Premier League, tercatat pencapaian terbaik di Liga Champions cuma semifinal pada masa 2015/ 2016. Selepas itu mereka kandas penuhi ekspektasi serta finis di babak 16 besar( 2016/ 2017) kemudian perempatfinal( 2017/ 2018, 2018/ 2019, 2019/ 2020).
Man City setelah itu sukses menembus barier itu kala memijak final pada 2020/ 2021. Memanglah kandas juara sebab kalah dari Chelsea, tetapi itu telah jadi momentum buat pasukan Pep Guardiola.
Berikutnya mereka hingga ke semifinal di 2021/ 2022 serta memenangi trofi awal pada 2022/ 2023 kemudian. Saat ini mereka menggapai perempatfinal dengan meyakinkan– agregat 6- 2– usai melibas Copenhagen 3- 1 di Etihad, Kamis( 7/ 3/ 2024) dengan beberapa pemain pelapis.
Manajer Man City Pep Guardiola merasa saat ini klub memiliki aura juara di Liga Champions. The Citizens mulai dapat bersaing dengan klub- klub dengan sejarah besar di kompetisi tersebut.
” Kami merupakan regu yang yakin dapat melaksanakannya( juara),” ucapnya dilansir BBC.
” Kami datang di mari dari Barcelona serta Bayern Munich, yang tuntutannya merupakan senantiasa mencapai trofi. Aku merasa klub, bukan para pemainnya ya, tidak memiliki kepercayaan itu.”
” Para manajer serta hierarki klub umumnya tidak memperoleh waktu. Tetapi mereka membagikan kami waktu buat kalah dari Monaco( 2017), dari Liverpool( 2018), dari Tottenham( 2019).”
” Klub- klub yang memiliki sejarah besar itu lebih gampang, mulai dari yang terbaik semacam Real Madrid, Barcelona, Liverpool, Bayern Munich, ataupun Manchester United. Mereka telah terbiasa,”
” Tiba ke mari( Man City), ini bukan soal satu orang dari Catalunya bilang saat ini kami hendak menjuarai Liga Champions. Mereka berikan aku waktu.”
” Saat ini kami merupakan suatu proses yang dapat saja kalah, nyatanya, tetapi kami dapat bersaing di mana juga sebab kami tiba dari suatu pencapaian final, semifinal, final, serta saat ini perempatfinal lagi. Itu berarti konsistensi,” kata Guardiola.


