Connect with us

Balapan Motor

Marquez dan Rossi Dapatkan Insiden di Latihan 3 MotoGP San Marino 2021

Published

on

Warungsports – Latihan bebas 3 MotoGP San Marino 2021 baru saja berakhir. Pembalap Ducati Lenovo Francesco Bagnaia menjadi yang tercepat dengan 1 menit 31.936 detik.

Sabtu (18 September 2021) sore hari di sirkuit Misano, tiga sesi latihan bebas sangat menarik. Pembalap menguji pengaturan terbaik mereka untuk balapan hari Minggu.

Joan Mir (Suzuki Ecstar), Marc Marquez (Repsol Honda) dan Jorge Martin (Pramac Ducati) memulai latihan bebas dengan sangat baik. Ketiga orang tersebut langsung menempati posisi teratas di beberapa menit pertama.
Di tengah jalan, giliran Francisco Bania yang naik ke posisi tertinggi.

Usai mendapatkan waktu tercepat, Peco sapaan akrab Baniaia itu langsung kembali ke paddock untuk menganalisa performanya, lalu terjatuh kembali di sisa waktu latihan bebas.

Marc Marquez yang baru saja kembali ke lintasan mengalami kecelakaan di lintasan. Bayi alien itu terjatuh saat memasuki tikungan ke-14.

Melihat tayangan ulang, terlihat ban depan motor Marquez mendapat benturan yang cukup keras saat menabrak permukaan lintasan yang tidak rata. Hal ini menyebabkan dia kehilangan keseimbangan dan jatuh ke sisi trek.

Valentino Rossi juga mengalami hal yang sama di free practice kali ini. Di awal kuarter ketiga sesi latihan bebas MotoGP San Marino 2021, sang dokter terjatuh di tikungan ke-13. Gara-gara kejadian ini, Rossi pun harus menerima posisi ke-20.

Baca Juga :  Bos Monster Energy Sebut Kehadiran Pembalap MotoGP Ini Ubah Atmosfer Timnya

Berikut hasil lengkap sesi latihan bebas 3 MotoGP San Marino 2021

1 Francesco Bagnaia ITA Ducati Team (GP21)

2 Fabio Quartararo FRA Monster Yamaha (YZR-M1)

3 Jack Miller AUS Ducati Team (GP21)

4 Joan Mir SPA Suzuki Ecstar (GSX-RR)

5 Maverick Viñales SPA Aprilia Gresini (RS-GP)

6 Alex Rins SPA Suzuki Ecstar (GSX-RR)

7 Johann Zarco FRA Pramac Ducati (GP21)

8 Pol Espargaro SPA Repsol Honda (RC213V)

9 Jorge Martin SPA Pramac Ducati (GP21)

10 Michele Pirro ITA Ducati Team (GP21)

11 Takaaki Nakagami JPN LCR Honda (RC213V)

12 Stefan Bradl GER HRC (RC213V)

13 Marc Marquez SPA Repsol Honda (RC213V)

14 Franco Morbidelli ITA Monster Yamaha (YZR-M1)

15 Alex Marquez SPA LCR Honda (RC213V)

16 Aleix Espargaro ITA Aprilia Gresini (RS-GP)

17 Brad Binder RSA Red Bull KTM (RC16)

18 Iker Lecuona SPA KTM Tech3 (RC16)

19 Valentino Rossi ITA Petronas Yamaha (YZR-M1)

20 Enea Bastianini ITA Avintia Ducati (GP19)

21 Andrea Dovizioso ITA Petronas Yamaha (YZR-M1)

22 Luca Marini ITA VR46 Avintia Ducati (GP19)

23 Miguel Oliveira POR Red Bull KTM (RC16)

24 Danilo Petrucci ITA KTM Tech3 (RC16)

Advertisement Smiley face
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Balapan Motor

Bos Monster Energy Sebut Kehadiran Pembalap MotoGP Ini Ubah Atmosfer Timnya

Published

on

By

Warungsports – Monster Energy Yamaha kembali ke jalan juara pada MotoGP 2021.

Usai musim berat pada MotoGP 2020, Monster Energy Yamaha sukses mengirimkan pembalapnya sebagai juara dunia.

Prestasi pada MotoGP 2021 ini tentu membuat Bos Monster Energy Yamaha, Massimo Meregalli, semringah.

“Anda bisa membayangkan sendiri bagaimana puasnya kami,” tutur Massimo Meregalli membahas musim MotoGP 2021 dilansir Juara.net dari Speedweek.

“Kami sebelumnya lalui musim yang berat. Tetapi pada tahun 2021, kami kembali menemukan jalan untuk konsisten,” sambungnya.

Bicara soal Monster Energy Yamaha tentu takkan jauh-jauh dari membahas pembalap MotoGP asal Prancis, Fabio Quartararo.

Sosok di balik kebahagiaan Monster Energy Yamaha pada MotoGP 2021 itu praktis mendapatkan kredit terbesar dari Massimo Meregalli.

Menariknya, Massimo Meregalli juga membeberkan bahwa kehadiran Fabio Quartararo telah mengubah atmosfer dari timnya.

“Dia (Fabio Quartararo) muda dan langsung cepat saat baru pertama kali bergabung,” kata Massimo Meregalli.

“Saat dia bergabung dengan kami, atmosfer di box tim langsung berubah.”

“Dia mampu mengendalikan tekanan dan sangat fokus. Dia selalu ada.”

Baca Juga :  Bos Monster Energy Sebut Kehadiran Pembalap MotoGP Ini Ubah Atmosfer Timnya

“Sangat luar biasa kami mampu sampai tujuan padahal masih tahun pertama. Sungguh tak bisa dipercaya,” sambungnya.

Seperti yang diungkapkan oleh Meregalli, Quartararo memang baru pada MotoGP 2021 bergabung ke Monster Energy Yamaha.

Kendati demikian, Quartararo langsung nyetel dengan motor dan mulai “kesetanan” hingga jadi juara MotoGP 2021.

Total, Quartararo naiki podium dalam 10 seri yang lima di antaranya adalah podium pertama.

Selanjutnya, perjuangan Quartararo bersama Monster Energy Yamaha bakal berlanjut ke MotoGP 2022.

Sempat diterpa bongkar pasang pembalap menyusul hengkangnya Maverick Vinales, Meregalli tetap optimistis menyambut kompetisi musim depan.

Dia percaya bahwa duet Fabio Quartararo dan Franco Morbidelli bakal gacor pada MotoGP 2022.

“Musim ini punya dua wajah karena kami juga harus terpaksa berpisah dengan Maverick Vinales,” katanya.

“Kemudian kami membalap dengan Cal Crutchlow dan akhirnya Franco Morbidelli bergabung.”

“Dia (Franco Morbidelli) memang belum 100 persen. Cedera lututnya juga butuh waktu.”

“Meski begitu, kami percaya bahwa duet tersebut bakal memetik hasil baik juga pada musim 2022,” tutup Meregalli penuh harap.

Continue Reading

Balapan Motor

Pembalap Jepang Mengaku Kesulitan di WBSK Mandalika

Published

on

By

Warungsports– Pembalap GRT Yamaha Kohta Nozane asal Jepang berbicara tentang rumitnya balapan WSBK Mandalika 2021 di sirkuit Mandalika. 

 Nozane finis ke-15 di WSBK Mandalika pertama. Pada balapan kedua, pembalap berusia 26 tahun itu finis di urutan ketujuh. Hasil ini merupakan hasil terbaik Nozane musim ini. 

Sebelum finis ketujuh di game kedua WSBK Mandalika, Nozane yang merupakan rookie musim ini, finis di urutan kesembilan dalam pukulan super WSBK Spanyol sebagai hasil terbaik. 

Mengutip dari situs resmi WSBK, Nozane menceritakan pengalamannya di sirkuit Mandalika. Menurut Nozane, balapan di sirkuit baru Indonesia tidak mudah.

“Saya mengalami masa yang sangat sulit di game pertama. Kondisinya sangat sulit karena terkadang hujan dan terkadang tidak. Hasil akhir saya tidak bagus,” kata Nozane.

Baca Juga :  Bintang WSBK Kaget Sirkuit Mandalika Bisa Dibangun dengan Cepat

“Saya suka kondisi di sini, tapi ini pertama kalinya saya berjalan di trek ini di tengah hujan, jadi tidak mudah,” tambah Nozone.

Dengan hasil yang baik di WSBK Mandalika, Nozane berharap bisa meraih hasil yang lebih baik lagi di Superbike 2022 mendatang.

Sama untuk semua orang dan saya yakin saya bisa melakukannya dengan baik. Pada akhirnya saya mencapai hasil terbaik saya musim ini, finis ketujuh setelah menjalankan balapan terbaik saya sejauh ini di WSBK,” kata Nozane. 

 “Namun, musim depan, saya perlu mengambil langkah. Target 2022 adalah naik podium pertama kali,” lanjut Nozane.

Continue Reading

Balapan Motor

Ronaldo Bikin Valentino Rossi Murtad dari Tim Idola Masa Kecil

Published

on

By

Warungsports – Valentino Rossi masuk dalam jajaran pembalap terhebat dalam sejarah MotoGP.

Pembalap yang identik dengan nomor 46 ini memulai karier di Grand Prix mulai tahun 1996 pada kelas 125cc.

Valentino Rossi bisa menjadi juara dunia di tahun kedua setiap kelas yang diikutinya.

Terkhusus kelas utama MotoGP, Rossi malah bisa menjuarainya di tahun pertama.

Rossi tercatat berhasil menjadi juara sebanyak enam kali di kelas tertinggi MotoGP.

Kehebatan Valentino Rossi ini tentu tidak lepas dari passion-nya yang tertanam di dunia balap.

Meski memiliki passion besar di sirkuit, bukan berarti Rossi abai dengan olahraga yang lain.

Negara asal Valentino Rossi, Italia, merupakan salah satu basis terbesar sepak bola dunia.

Maka dari itu, tidak aneh jika pembalap kelahiran Urbino ini punya klub idolanya sendiri.

Untuk saat ini, klub Italia yang di idolai oleh Rossi adalah Inter Milan.

Namun, sebenarnya Inter Milan bukanlah klub idola Valentino Rossi semasa kecil.

Dalam wawancara dengan Sky Sports, Valentino Rossi mengungkapkan bahwa dia sempat mendukung klub yang berbasis di Genoa, Sampdoria.

Baca Juga :  Bintang WSBK Kaget Sirkuit Mandalika Bisa Dibangun dengan Cepat

Namun, dia mulai murtad alias beralih status menjadi pendukung Inter Milan sejak idolanya, Ronaldo, datang ke klub rival AC Milan ini.

“Saya menjadi penggemar Inter Milan karena kedatangan Ronaldo,” kata Valentino Rossi seperti dilansir Warungsports.id dari Crash.net.

“Sebelumnya saya tidak banyak mengikuti sepak bola.”

“Ketika masih kecil saya sempat mendukung Sampdoria.”

“Kemudian Ronaldo datang ke Inter Milan dan dia membuat saya lebih bersemangat.”

Seperti yang diketahui, Ronaldo hadir sebagai kejutan bagi Valentino Rossi dalam balapan terakhirnya, MotoGP Valencia 2021.

Valentino Rossi dalam wawancara yang sama juga mengungkapkan dampak yang diberikan Ronaldo selain mengalihkan dukungan ke Inter Milan.

Menurutnya, legenda sepak bola Brasil itu membantunya lebih memahami perasaan penggemar.

“Saya pikir Ronaldo memberikan perasaan yang sama seperti yang saya berikan kepada penggemar terbaik saya.”

“Jadi, dengan Ronaldo saya lebih mengerti tentang bagaimana rasanya menjadi penggemar,” pungkas pembalap berusia 42 tahun.

Continue Reading

Balapan Motor

Ducati Berkembang Pesat, Michele Pirro: Dulu Dibuang, Sekarang Ditiru

Published

on

By

Warungsports – MotoGP 2021 bisa dibilang menjadi tahun yang dimiliki Ducati dengan tampil mendominasi lewat ketiga pembalapnya.

Tim yang berasal dari Borgo Panigale, Bologna, ini berhasil menempatkan tiga pembalapnya, yakni Francesco Bagnaia, Jack Miller, dan Johann Zarco di lima besar klasemen MotoGP 2021.

Performa Ducati bahkan membuat Francesco Bagnaia sempat memiliki peluang untuk jadi juara dunia MotoGP 2021.

Sayangnya, akibat terjatuh di MotoGP Emilia Romagna 2021, Francesco Bagnaia gagal menyabet gelar juara dunia yang kemudian diraih oleh pembalap Yamaha, Fabio Quartararo.

Kendati tak mendapatkan gelar juara dunia pembalap di MotoGP 2021, Ducati berhasil mengamankan takhta konstruktor dan tim terbaik.

Selain itu Pramac Racing dinobatkan sebagai tim independen terbaik dengan Johann Zarco sebagai pembalap tim independen terbaik dan Jorge Martin dinobatkan sebagai Rookie of the Year.

Akibat performa mentereng yang ditampilkan Ducati di MotoGP 2021, beberapa kompetitor lainnya terlihat waswas dengan hal tersebut.

Tim seperti KTM bahkan telah membajak dua sosok penting di Ducati supaya tetap bisa kompetitif di MotoGP 2022 setelah hasil minor di paruh kedua MotoGP 2021.

Setelah KTM berhasil membajak dua sosok penting di Ducati, kini giliran Honda yang diketahui meniru beberapa komponen.

Sebagai pembalap penguji dan yang paling senior di Ducati, Michele Pirro mengaku senang kini perkembangan timnya mulai ditiru kompetitor.

“Sepuluh tahun yang lalu, ketika saya bergabung dengan Ducati, tidak ada satu pun yang menginginkan motor kami,” ucap Michele Pirro dikutip Juara.net dari GPOne.com.

Baca Juga :  Bos Monster Energy Sebut Kehadiran Pembalap MotoGP Ini Ubah Atmosfer Timnya

“Sebaliknya, sekarang kami telah menjadi salah satu yang terbaik dan bahkan tim asal Jepang mulai mengambil dan menyalin inspirasi dari kami.”

“Menyenangkan menyaksikan motor yang terlihat seperti Ducati, yang mana mengonfirmasi bahwa kami telah melakukan pekerjaan dengan baik.”

“Sebelumnya, mungkin Ducati adalah motor yang dikenal terbangun khusus untuk satu orang, seperti Casey Stoner, tetapi sekarang bisa untuk siapa saja,” ujar Michele Pirro.

Sebagai pembalap penguji dan cadangan mulai tahun 2013, Pirro mampu menggeber motornya dari 0 km/jam ke 100 km/jam dalam waktu cuma dua detik.

Selain itu pengembangan pada prototipe motor Desmosedici GP 22 juga mendapatkan sambutan positif dari para pembalap.

Dengan sedikit penyempurnaan pada tes pramusim di Sepang, Malaysia, bukan tak mungkin Ducati akan tampil mengerikan di MotoGP 2022.

“Saya hanya melihat fakta, tidak lebih. Di Ducati, para penanggung jawab sadar apa yang mereka lakukan pada tahun ini dan tidak perlu menambah hal lainnya,” lanjut Pirro.

“Secara pribadi saya senang, karena Ducati jadi acuan di lintasan dan hal ini membuat saya bangga.”

“Jelas di sana terdapat tantangan yang besar, seperti kejuaraan dunia, di mana tujuan kami adalah memenanginya.”

“Saya pikir banyak pekerjaan sudah kami selesaikan di Ducati, tetapi kami harus terus bekerja keras karena tidak tahu apa yang dilakukan tim pabrikan lain,” pungkas Pirro menambahkan.

Continue Reading

Balapan Motor

Siap-siap, Jorge Lorenzo Ramal MotoGP 2022 Bakal Berwarna Sangat Merah

Published

on

By

Warungsports – MotoGP 2021 resmi berakhir usai seri balapan mengharukan di Valencia beberapa waktu lalu.

Kesan haru terasa karena legenda MotoGP, Valentino Rossi, resmi menyampaikan perpisahannya.

Selain Valentino Rossi, terdapat sejumlah pembalap MotoGP lainnya yang juga takkan ikut bertarung pada tahun depan.

Pembalap-pembalap MotoGP tersebut ialah Danilo Petrucci yang bergeser ke Reli Dakar dan Iker Lecuona yang pindah ke Superbike.

Meski banyak yang pergi, MotoGP 2022 juga kedatangan sejumlah debutan ganas seperti Remy Gardner, Raul Fernandez, Marco Bezzecchi, dan Darryn Binder.

Jelang MotoGP 2022, mantan pembalap Jorge Lorenzo belakangan melontarkan ramalannya.

Berbicara pada acara EICMA 2021 di Milan, Italia, Jorge Lorenzo menyebut MotoGP 2022 akan berwarna sangat merah.

Artinya, Jorge Lorenzo memprediksi MotoGP 2022 bakal dikuasai oleh pabrikan asal Italia yang terkenal dengan nuansa merah, Ducati.

“Saya melihat 2022 berwarna sangat merah!” kata Lorenzo dilansir Juara.net dari GPOne.

“Saya sudah bilang tahun ini bahwa Ducati akan jadi penantang utama gelar juara di samping faktor (Fabio) Quartararo yang akhirnya jadi juara.”

“Saya percaya Ducati akan melangkahkan satu kakinya lagi ke depan,” imbuh eks pembalap MotoGP berjulukan X-Fuerra itu.

Soal rahasia di balik keganasan Ducati, Lorenzo memberikan kredit tersendiri untuk Gigi Dall’Igna selaku bos.

Baca Juga :  Bintang WSBK Kaget Sirkuit Mandalika Bisa Dibangun dengan Cepat

Menurut Lorenzo, pria bernama asli Luigi Dall’Igna itu selalu bisa lebih di depan dari kompetitornya dan membawa hal-hal baru yang luar biasa.

“Kredit terbesar untuk Gigi Dall’Igna,” tutur Lorenzo.

“Setiap tahun, dia menunjukkan bahwa dia lebih di depan dan dia membawa hal-hal baru di mana yang lain harus mengejar.”

Saking luar biasanya sosok Dall’Igna. Lorenzo merasa tak adil jika bos Ducati tersebut tak pernah memenangi MotoGP.

“Saya berpikir itu tidak adil karena dia belum pernah menang di MotoGP,” ungkapnya.

“Tetapi, saya yakin tahun depan mereka punya kesempatan besar,” sambung Lorenzo.

Tak aneh jika Lorenzo meramal Ducati bakal gacor di MotoGP 2022 mendatang.

Terlebih lagi pada tes MotoGP Jerez lalu, Francesco Bagnaia berhasil membawa Ducati sebagai motor paling cepat.

Di sisi lain, sebagai salah satu pesaing Ducati, performa Yamaha dinilai Lorenzo cukup stagnan.

“Jika Anda melihat Ducati di tahun 2015 dan sekarang, itu adalah dua motor yang berbeda,” katanya.

“Sedangkan Yamaha lebih kurang selalu sama,” sambung Lorenzo yang juga pernah juarai MotoGP di atas motor Yamaha.

Continue Reading

Balapan Motor

MotoGP Ditinggal Valentino Rossi, Francesco Bagnaia Langsung Jadi Panutan Pembalap Lain

Published

on

By

Warungsports – Valentino Rossi resmi pensiun dari MotoGP pada akhir musim ini.

Sepanjang kariernya yang gemerlap, Valentino Rossi pastinya telah menjadi role model alias panutan dan idola bukan cuma bagi para penggemar namun juga sejumlah pembalap MotoGP yang lain.

Pembalap yang identik dengan nomor 46 ini pensiun dengan memberikan peninggalan berupa jajaran murid dari akademi VR46 yang kini mulai masuk jajaran pembalap elite MotoGP.

Dengan MotoGP baru saja ditinggal Valentino Rossi, kini salah satu muridnya sudah menjadi panutan pembalap lain.

Adalah pembalap Pramac Ducati, Johann Zarco, yang menyatakan ingin belajar kepada murid Valentino Rossi yang kini memperkuat tim utama Ducati, Francesco Bagnaia.

Niat Johann Zarco belajar dari Francesco Bagnaia berangkat dari fakta bahwa runner-up MotoGP 2021 itu tampil begitu impresif di seri-seri terakhir musim ini.

Bagnaia juga selalu lolos kualifikasi di barisan terdepan pada paruh kedua MotoGP 2021, termasuk 5 kali pole position dalam 6 balapan terakhir.

Yang terbaru, Bagnaia juga menggila di tes MotoGP Jerez pada tengah pekan lalu dengan lebih cepat hampir setengah detik dari sang juara dunia, Fabio Quartararo.

“Selama Pecco Bagnaia secepat ini, berarti saya masih memiliki beberapa hal yang perlu dipahami,” ujar Zarco seperti dikutip Juara.net dari Crash.

Baca Juga :  Bos Monster Energy Sebut Kehadiran Pembalap MotoGP Ini Ubah Atmosfer Timnya

“Saya pikir potensi motor kami masih terus meningkat dan tugas saya adalah beradaptasi dengannya.”

“Saya perlu meniru gaya Pecco,” lanjut Johann Zarco.

“Tidak sama persis mengendarai motor seperti dia, tetapi mengambil arah yang sama dan mencampurnya dengan gaya saya sendiri,” lanjut Zarco.

Apa yang spesial dari gaya membalap Francesco Bagnaia?

Manajer Umum Ducati, Gigi Dall’Igna, pernah mengungkapkan gaya yang membuat Bagnaia menjadi pembalap spesial.

“Sangat jelas Bagnaia menggunakan gaya yang berbeda dibandingkan pembalap lain,” tutur Dall’Igna.

“Dia sangat spesial karena menggunakan 100% ban depan.”

“Satu hal yang kita semua tahu, saya mengerem lebih keras dari pembalap lain,” timpal Bagnaia.

“Saya mengerem motor di tikungan dengan lebih terlambat. Ketika masuk ke tikungan, saya berada di arah yang lebih baik, tidak perlu menikung dengan ban belakang mengalami slide.”

“Saya pikir itulah perbedaan terbesar saya dari pembalap lain.”

“Saya masuk ke tikungan dengan fokus pada pengereman sementara yang lain memaksimalkan saat keluar dari tikungan.”

Continue Reading

Trending

Copyright © 2021 by WarungsSports