Live Thursday, 1 October 2026
Sport Indonesia • Piala Dunia • Liga Eropa • MotoGP
Breaking
Sepakbola

Manchester City Terbukti Bersalah, 114 dari 115 Tuduhan Pelanggaran Finansial Dinyatakan Terbukti

Elsa Gita Sabila October 1, 2026 14 minutes lalu

Kasus panjang yang membayangi Manchester City akhirnya memasuki babak baru. Komisi independen yang menangani dakwaan Premier League terhadap klub tersebut telah menyatakan City bersalah atas pelanggaran serius aturan finansial yang terjadi dalam periode panjang.

Premier League mengumumkan hasil tersebut pada 29 September 2026. Dalam pernyataan resminya, komisi menyimpulkan Manchester City bersalah atas seluruh dakwaan yang berkaitan dengan pelanggaran serius aturan finansial dan mayoritas pelanggaran terkait kewajiban bekerja sama dengan penyelidikan liga. Sejumlah laporan menyebut secara keseluruhan 114 dari 115 dakwaan dinyatakan terbukti.

Kasus ini berawal dari penyelidikan Premier League yang kemudian menghasilkan dakwaan terhadap Manchester City pada Februari 2023. Pelanggaran yang diperiksa mencakup periode sejak musim 2009/10 hingga 2017/18 untuk sejumlah isu finansial utama.

Salah satu temuan paling serius adalah adanya kesepakatan komersial yang oleh komisi disebut sebagai kontrak “sham” atau tidak mencerminkan kesepakatan sebenarnya. Komisi menyatakan skema tersebut digunakan untuk membuat pendapatan klub terlihat lebih tinggi dan biaya tertentu terlihat lebih rendah.

Komisi juga menemukan bahwa City menyerahkan laporan keuangan yang tidak menggambarkan kondisi finansial klub secara akurat serta menyembunyikan keadaan sebenarnya dari auditor dan regulator sepak bola.

Temuan tersebut membuat Manchester City dinilai melanggar batas pengeluaran yang diberlakukan Premier League maupun UEFA dalam periode yang diperiksa.

Baca Juga :  AS Roma Larang Dybala Hadiri Perpisahan Lionel Messi, Ini Alasannya

Selain persoalan finansial, City juga dinyatakan melakukan beberapa pelanggaran terhadap kewajiban bekerja sama dan bertindak dengan itikad baik selama proses investigasi Premier League.

Meski demikian, hukuman terhadap Manchester City belum ditentukan. Sanksi akan dibahas melalui proses terpisah. Berbagai kemungkinan hukuman secara aturan dapat mencakup denda, pengurangan poin, pembatasan tertentu, hingga sanksi yang lebih berat, tetapi belum ada keputusan resmi mengenai bentuk hukuman yang akan dijatuhkan.

Manchester City menyatakan kecewa dengan keputusan tersebut dan tetap membantah melakukan kesalahan. Klub menegaskan masih memiliki bukti yang mereka yakini mendukung posisi mereka serta berencana mengajukan banding terhadap putusan komisi independen.

Dengan proses banding yang masih terbuka, kasus ini belum sepenuhnya berakhir. Kini perhatian beralih pada dua hal besar: hasil proses banding Manchester City dan seberapa berat sanksi yang nantinya akan dijatuhkan apabila putusan tersebut tetap berlaku.

Kasus ini menjadi salah satu perkara finansial terbesar dalam sejarah Premier League dan berpotensi memberikan dampak besar terhadap regulasi keuangan serta tata kelola klub-klub sepak bola Inggris di masa mendatang.

Berita Terkait