
Warungsports – Fury serta Ngannou dikira selaku petarung kelas berat terbaik di cabang berolahraga masing- masing
Pertikaian antara bintang dari tinju serta MMA tidaklah konsep baru, namun tidak terdapat yang semacam bentrokan yang hendak tiba antara Tyson Fury serta Francis Ngannou. Pertarungan besar, yang diresmikan pada 28 Oktober di Riyadh, Arab Saudi, mewakili pendamping kelas berat paling atas konsensus di kedua cabang berolahraga tersebut.
Pertarungan hendak berlangsung di dasar ketentuan formal tinju dengan 3 juri di sisi ring serta sistem 10 poin wajib. Tidak jelas apakah pertarungan ini hendak dihitung selaku pertandingan formal ataupun pertarungan eksibisi.
Ngannou meninggalkan UFC selaku juara bertahan kelas berat menyusul perselisihan panjang yang banyak diterbitkan dengan presiden UFC Dana White menimpa pendapatan. Sehabis berbulan- bulan spekulasi seputar status agen bebasnya, Ngannou menandatangani kontrak dengan Liga Pejuang Handal, tidak cuma selaku bakat namun selaku wujud yang dipatok buat menolong tingkatkan pendapatan petarung selaku bagian dari” divisi pertarungan luar biasa bayar- per- tayang” promosi.”
Sehabis kepergian Ngannou, UFC dengan kilat mengadakan pertarungan antara mantan juara kelas berat ringan lama Jon Jones serta mantan penantang gelar kelas berat Ciryl Gane, dengan Jones mencetak kemenangan dominan. Senantiasa saja, banyak yang memandang Ngannou selaku” orang sangat jahat di dunia” dalam berolahraga tersebut.
” Aku sudah menunggu buat berjumpa Tyson di atas ring sepanjang 3 tahun terakhir. Impian aku senantiasa bertinju, serta bertinju yang terbaik. Sehabis jadi juara kelas berat MMA yang tidak terbantahkan, inilah peluang aku buat mewujudkan impian itu serta perkuat posisi aku selaku orang sangat jahat di planet ini,” kata Ngannou dalam suatu statment.” Aku mau berterima kasih kepada Riyadh Season serta regu aku di 3Point0 Labs buat menolong mengadakan kegiatan ini bersama- sama. Yang hendak aku katakan kepada Tyson buat dikala ini merupakan ia lebih baik menari di ring itu sebab bila aku menyentuhnya, ia hendak tidur.”
Demikian pula, Fury, juara kelas berat WBC, dikira yang terbaik dalam tinju di antara kelas beratnya. Fans sudah mengincar Fury buat berhadapan dengan juara WBA, WBO serta IBF Oleksandr Usyk buat memastikan juara dunia kelas berat yang tidak terbantahkan, namun perundingan pembayaran antara kedua belah pihak sudah diperdebatkan dengan tidak terdapat yang bisa menggapai konvensi.
” Begitu bel berbunyi, itu hendak jadi bom! Orang ini sepatutnya jadi pukulan sangat keras di dunia, tetapi ayo kita amati gimana ia bereaksi kala ia terserang Big GK,” kata Fury dalam suatu statment.” Aku tidak tabah buat kembali ke situ di dasar lampu. Aku menantikan buat menampilkan kepada dunia kalau Raja Gipsi merupakan petarung terhebat di generasinya dalam pertempuran epik dengan pakar keahliannya yang lain.”
Usyk kesimpulannya sepakat buat bertarung dengan lawan harus Daniel Dubois, sedangkan kelas berat top yang lain pula menandatangani pertarungan besar. Kemarahan dibiarkan tanpa lawan berarti yang wajib dipertahankan mahkotanya saat ini sudah menimbulkan pertarungan eksibisi silang antara 2 raksasa, pertempuran yang sudah diejek semenjak perundingan Ngannou dengan UFC.
Sebagian tahun terakhir sudah terjalin sebagian pertarungan silang antara MMA serta petarung tinju, yang sebagian besar didorong oleh kesusahan keuangan akibat pandemi COVID- 19. Terlepas dari keteraturan pertarungan crossover ini, tidak terdapat yang menunjukkan petarung top konsensus dari divisi yang sama.
” Tyson Fury merupakan salah satu petinju kelas berat terbaik dalam sejarah, serta ia saat ini mempunyai peluang buat bertarung dengan legenda MMA,” kata CEO Top Rank Bob Arum dalam suatu statment.” Ini hendak jadi peristiwa memiliki, serta kami ketahui kalau Tyson Fury hendak melaksanakan pertarungan yang luar biasa. Orang- orang di Riyadh serta penggemar pertarungan di segala dunia lagi dalam suguhan yang nyata.”



