Live Saturday, 20 June 2026
Sport Indonesia • Piala Dunia • Liga Eropa • MotoGP
Breaking
FIFA Dalam Sorotan Setelah Iran Boikot Drawing Piala Dunia 2026
Sepakbola

FIFA Dalam Sorotan Setelah Iran Boikot Drawing Piala Dunia 2026

Elsa Gita Sabila November 29, 2025 7 months lalu

WARUNGSPORTS – Pengundian babak penyisihan grup Piala Dunia FIFA 2026 akan dilaksanakan pada awal Desember. Tim nasional Iran telah mengumumkan pemboikotan pengundian tersebut. Mengapa?

Pengundian akan dilaksanakan pada hari Jumat (5 Desember) di Kennedy Center, Washington, D.C. Saat ini, 42 tim telah memastikan tempat mereka di putaran final, dengan enam tempat tersisa yang akan ditentukan.

Sebagai tim unggulan, tuan rumah Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko masing-masing telah diundi ke dalam Grup A, B, dan D. Setiap asosiasi sepak bola nasional akan mengirimkan 42 perwakilan ke Amerika Serikat untuk pengundian.

Namun, Iran telah mengonfirmasi ketidakhadirannya. Menurut kantor berita Iran, IRNA, Federasi Sepak Bola Iran telah memutuskan untuk memboikot pengundian tersebut.

Menurut juru bicara Federasi Sepak Bola Iran, Amir-Mahdi Allawi, Federasi Sepak Bola Iran melakukan hal tersebut karena pemerintah AS menolak mengeluarkan visa bagi beberapa perwakilan Iran yang berencana pergi ke Amerika Serikat.

Allawi menyatakan bahwa Federasi Sepak Bola Iran telah menghubungi FIFA untuk mencari solusi. FIFA menolak berkomentar.

Iran adalah salah satu dari 12 negara yang masuk daftar hitam Presiden AS Donald Trump. Penggemar dari negara-negara ini dilarang memasuki Amerika Serikat.

Daftar tersebut juga mencakup Haiti, yang lolos ke Piala Dunia pekan lalu. Trump berjanji akan melonggarkan persyaratan visa bagi anggota tim, termasuk atlet, pelatih, staf pelatih, dan personel terkait tim lainnya.

Namun, masih belum jelas apakah kebijakan preferensial ini akan berlaku pada upacara pengundian. Delegasi Iran akan dipimpin oleh Mehdi Taji, presiden Federasi Sepak Bola Iran, yang juga merupakan pejabat senior Konfederasi Sepak Bola Asia dan anggota dua komisi FIFA.

Berita Terkait