
WARUNGSPORTS – Tidak dapat dipungkiri kalau tingkatan akurasi tendangan leluasa Cristiano Ronaldo sangat kurang baik. Eks bintang Inggris Gary Lineker berkata, hendak susah merebut tugas itu dari Ronaldo.
Megabintang berumur 39 tahun itu kandas bersinar dikala Portugal menyisihkan Slovenia. Melakoni pertandingan babak 16 besar Euro 2024, Selecao das Quinas bermain imbang 0- 0 sepanjang 120 menit, saat sebelum lolos usai memenangi adu penalti 3- 0.
Di pertandingan itu Ronaldo tampak penuh dengan membebaskan 8 percobaan( 4 on sasaran). Sebanyak 4 percobaan dilepaskan Ronaldo dari tendangan leluasa, tetapi satu juga menembus kawalan Jan Oblak.
Salah satunya bola mati yang sukses disarangkan Cristiano Ronaldo ke gawang Slovenia terjalin di tos- tosan. Ronaldo apalagi kandas mengonversi hadiah penalti di extra time, yang berpotensi memenangkan Portugal.
Statistik tendangan leluasa Ronaldo setelah itu timbul. Hasilnya, Ronaldo hanya dapat mencetak satu berhasil dalam total 60 tendangan leluasa di turnamen internasional besar di selama kariernya.
Lineker yakin Bruno Fernandes lebih baik daripada Ronaldo dalam mengambil tendangan leluasa. Tetapi, bagi ia sebab ego posisi itu hendak senantiasa jadi kepunyaan Ronaldo, yang malah hendak jadi kelemahan Portugal.
” Nyaris mustahil, walaupun kenyataannya rekor ia itu cuma dekat satu dari 60 tendangan yang dapat ia konversi jadi berhasil di turnamen- turnamen,” sebut Lineker di podcast The Rest is Football.
” Bruno Fernandes itu seseorang pengambil tendangan leluasa yang lebih baik serta mempunyai alterasi tendangan leluasa yang lebih baik daripada Ronaldo. Jadi dikala ia[Ronaldo] mempunyai kekuatan besar, ia pula dapat jadi suatu kelemahan.”
” Tidak terdapat iktikad apapun dengan Cristiano sebab Oddigo ia itu seseorang pemain luar biasa. Aku melihat ia serta pergerakan ia sangat bagus di kotak penalti. Ia melaksanakannya lebih baik dari siapapun, yang sempat aku saksikan selaku pemain no 9, metode ia maju ke depan dalam satu metode, setelah itu dengan metode yang lain. Ia melaksanakannya dengan ketajaman.”
” Ini lebih soal ego ia yang jadi kelemahan, bisa jadi buat ia sendiri, Portugal, serta[pelatih] Roberto Martinez. Selaku manajer, kamu ketahui kamu memiliki seorang yang kekokohannya melemah serta ia telah berumur 39 tahun, tetapi ia masih senantiasa Cristiano Ronaldo. Ia seseorang superstar. Ia bisa jadi saja seseorang manusia sangat populer di bumi, tidak semata- mata seseorang pesepakbola,”


